Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Laju Evapotraspirasi Berdasarkan Luas Hutan di Kecamatan Ternate Selatan

View through CrossRef
Kecamatan Ternate Selatan merupakan suatu wilayah yang memiliki kawasan hutan dengan potensi terjadinya evapotranspirasi di wilayah tersebut. Khususnya di Ternate Selatan, kepadatan penduduk 3.570,18 per km2 (BPS, 2024). Sedangkan luas hutan di Kecamatan Ternate Selatan adalah 118.86 Ha atau 7% dari total luas wilayah kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju evapotranspirasi berdasarkan luas hutan. Penelitian ini dilakukan dengan data sekunder sebagai data awal yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate  dengan menggunakan metode perhitungan evapotranspirasi formula Penman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tekanan uap jenuh diperoleh 38,605 mbar, tekanan uap aktual sebesar 30,74 mbar, nilai efek radiasi diperoleh sebesar 0,49 mm/hari. Adapun radiasi bersih yang diperoleh sebesar 995,41 (MJ/m2/hari) dan didapatkan rata-rata laju evapotranspirasi di kecamatan Ternate Selatan dengan luas hutan 118.86 Ha sebesar 778.65 mm/hari.
Title: Laju Evapotraspirasi Berdasarkan Luas Hutan di Kecamatan Ternate Selatan
Description:
Kecamatan Ternate Selatan merupakan suatu wilayah yang memiliki kawasan hutan dengan potensi terjadinya evapotranspirasi di wilayah tersebut.
Khususnya di Ternate Selatan, kepadatan penduduk 3.
570,18 per km2 (BPS, 2024).
Sedangkan luas hutan di Kecamatan Ternate Selatan adalah 118.
86 Ha atau 7% dari total luas wilayah kecamatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju evapotranspirasi berdasarkan luas hutan.
Penelitian ini dilakukan dengan data sekunder sebagai data awal yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate  dengan menggunakan metode perhitungan evapotranspirasi formula Penman.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tekanan uap jenuh diperoleh 38,605 mbar, tekanan uap aktual sebesar 30,74 mbar, nilai efek radiasi diperoleh sebesar 0,49 mm/hari.
Adapun radiasi bersih yang diperoleh sebesar 995,41 (MJ/m2/hari) dan didapatkan rata-rata laju evapotranspirasi di kecamatan Ternate Selatan dengan luas hutan 118.
86 Ha sebesar 778.
65 mm/hari.

Related Results

ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP DEGRADASI HUTAN MANGROVE DI INDONESIA
DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP DEGRADASI HUTAN MANGROVE DI INDONESIA
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem paling produktif dan unik yang berfungsi melindungi daerah pesisir dari berbagai gangguan, serta menyediakan habitat bagi be...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Paper ini merupakan hasil penelitian terhadap Program Perhutanan Sosial berbasis masyarakat sekitar hutan sebagai pengelola hutan bersama Perum Perhutani. Program tersebut bernama ...
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Upaya pemerintah dalam terlindungnya hutan di negara ini tentu harus menggunakan sistem penegakan hukum yang memadai, dengan memberikan peringatan tegas berupa sanksi jika ada yang...
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Penggunaan zink anoda sebagai salah satu metode dalam mereduksi laju korosi pada kapal adalah sangat penting. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan seberapa besar pengar...

Back to Top