Javascript must be enabled to continue!
DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP DEGRADASI HUTAN MANGROVE DI INDONESIA
View through CrossRef
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem paling produktif dan unik yang berfungsi melindungi daerah pesisir dari berbagai gangguan, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies hewan. Hutan mangrove tidak saja berfungsi secara fisik, kimia dan biologis untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya, tapi juga memiliki fungsi sosial, ekonomi dan budaya bagi masyarakat pesisir yang mendiaminya. Sebagai salah satu ekosistem yang paling produktif, hutan mangrove tidak terlepas dari pemanfaatan untuk kepentingan manusia. Laju pemanfaatan hutan mangrove akibat aktivitas antropogenik semakin meningkat yang menyebabkan degradasi berkepanjangan. Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dimana luasnya lebih dari 50% luas hutan mangrove Asia dan hampir 25% dari luas hutan mangrove dunia. Namun laju degradasi dan hilangnya hutan mangrove di Indonesia tergolong tinggi dimana pada 2 sampai 3 dekade ini hampir 50% dari total hutan mangrove di Indonesia telah hilang. Aktivitas antropogenik penyebab hilangnya hutan mangrove Indonesia antara lain adalah perikanan, perkebunan, pertanian, logging, industri, pemukiman, tambak garam dan pertambangan.
Center for Open Science
Title: DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP DEGRADASI HUTAN MANGROVE DI INDONESIA
Description:
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem paling produktif dan unik yang berfungsi melindungi daerah pesisir dari berbagai gangguan, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies hewan.
Hutan mangrove tidak saja berfungsi secara fisik, kimia dan biologis untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya, tapi juga memiliki fungsi sosial, ekonomi dan budaya bagi masyarakat pesisir yang mendiaminya.
Sebagai salah satu ekosistem yang paling produktif, hutan mangrove tidak terlepas dari pemanfaatan untuk kepentingan manusia.
Laju pemanfaatan hutan mangrove akibat aktivitas antropogenik semakin meningkat yang menyebabkan degradasi berkepanjangan.
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dimana luasnya lebih dari 50% luas hutan mangrove Asia dan hampir 25% dari luas hutan mangrove dunia.
Namun laju degradasi dan hilangnya hutan mangrove di Indonesia tergolong tinggi dimana pada 2 sampai 3 dekade ini hampir 50% dari total hutan mangrove di Indonesia telah hilang.
Aktivitas antropogenik penyebab hilangnya hutan mangrove Indonesia antara lain adalah perikanan, perkebunan, pertanian, logging, industri, pemukiman, tambak garam dan pertambangan.
Related Results
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Rusaknya hutan mangrove memberikan dampak negatif terhadap nelayan Desa lubuk Kertang karena mengakibatkan biota laut semakin menurun dan ekosistem mangrove semakin menghilang. Seb...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
Abstract
Lubuk Kertang Village has the potential for mangrove ecotourism which is currently being developed as a source of income for the community's economy apart from fishe...
PENDAMPINGAN MASYARAKAT PULAU SERANGAN DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE
PENDAMPINGAN MASYARAKAT PULAU SERANGAN DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE
Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh jenis pohon mangrove yang berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Ekosistem mangrove me...
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

