Javascript must be enabled to continue!
Kesejahteraan Sosial Tunagrahita di Ponorogo
View through CrossRef
The research of this paper was carried out in Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, a village that seeks to empower their fellow villagers who are down syndrome. The paper answers the question of does the empowerment by the village help the disabled reach their wellbeing. In answering that question, this article uses James Midgley concept of three wellbeing indicators, including the ability to manage social problems; fulfilment of their need; and the potential of the social opportunity. The result of this paper is presented qualitatively to describe the social wellbeing and social activity of persons with down-syndrome. The data was collected through observation, interview, and documentation. The result of this research shows that those with mild and modest syndrome reach the wellbeing. While those who have a severe syndrome, fail to derive their welfare.[Penelitian ini dilakukan di Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, sebuah dusun yang puluhan warganya adalah tunagrahita dan mendapatkan beberapa pelatihan, bantuan, dan pemberdayaan yang diberikan masyarakat untuk warga tunagrahita. Penlitian ini menjawab pertanyaan apakah upaya warga tersebut dapat menyejahterakan para tunagrahita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan teori James Midgley tentang tiga ukuran kesejahteraan sosial yang meliputi: kemampuan mengelola masalah sosial dengan baik, kebutuhan tercukupi, dan terbukanya peluang sosial di masyarakat. Penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa, kondisi kesejahteraan sosial, dan aktivitas sosial warga tunagrahita. Data digali dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas warga tunagrahita berkategori ringan dan sedang sudah dapat dikatakan sejahtera. Sementara warga tunagrahita kategori berat tidak mencapai sejahtera.]
Title: Kesejahteraan Sosial Tunagrahita di Ponorogo
Description:
The research of this paper was carried out in Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, a village that seeks to empower their fellow villagers who are down syndrome.
The paper answers the question of does the empowerment by the village help the disabled reach their wellbeing.
In answering that question, this article uses James Midgley concept of three wellbeing indicators, including the ability to manage social problems; fulfilment of their need; and the potential of the social opportunity.
The result of this paper is presented qualitatively to describe the social wellbeing and social activity of persons with down-syndrome.
The data was collected through observation, interview, and documentation.
The result of this research shows that those with mild and modest syndrome reach the wellbeing.
While those who have a severe syndrome, fail to derive their welfare.
[Penelitian ini dilakukan di Dusun Tanggungrejo, Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, sebuah dusun yang puluhan warganya adalah tunagrahita dan mendapatkan beberapa pelatihan, bantuan, dan pemberdayaan yang diberikan masyarakat untuk warga tunagrahita.
Penlitian ini menjawab pertanyaan apakah upaya warga tersebut dapat menyejahterakan para tunagrahita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan teori James Midgley tentang tiga ukuran kesejahteraan sosial yang meliputi: kemampuan mengelola masalah sosial dengan baik, kebutuhan tercukupi, dan terbukanya peluang sosial di masyarakat.
Penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa, kondisi kesejahteraan sosial, dan aktivitas sosial warga tunagrahita.
Data digali dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas warga tunagrahita berkategori ringan dan sedang sudah dapat dikatakan sejahtera.
Sementara warga tunagrahita kategori berat tidak mencapai sejahtera.
].
Related Results
Pengembangan Prototipe Instrumen Asesmen Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa
Pengembangan Prototipe Instrumen Asesmen Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap prototipe asesmen kemampuan membaca permulaan secara tepat bagi siswa tunag...
Persepsi Aparatur Sipil Negara IAIN Ponorogo terhadap Mekanisme Pemotongan Gaji untuk Zakat Penghasilan
Persepsi Aparatur Sipil Negara IAIN Ponorogo terhadap Mekanisme Pemotongan Gaji untuk Zakat Penghasilan
ASN's perception of the mechanism of salary deductions at IAIN Ponorogo affects the payment of income zakat paid by each ASN. Although different needs regarding both personal and i...
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR TUNAGRAHITA
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR TUNAGRAHITA
Tujuan pada penelitian ini adalah: 1) Validasi produk media Animasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Tunagrahita di SLB Angkasa Lan...
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Latar belakang: Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual, sehingga ...
Strategi Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Tunagrahita di SLB Untung Tuah Samarinda
Strategi Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Tunagrahita di SLB Untung Tuah Samarinda
Disabilitas tunagrahita merujuk pada sebuah kondisi dimana individu memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Anak dengan disabilitas tunagrahita memiliki hambatan terkait...
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB MUHAMMADIYAH KERTOSONO
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB MUHAMMADIYAH KERTOSONO
Setiap anak membutuhkan dukungan orang tua untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Namun, tidak semua orang tua bisa menerima kekurangan anak dan tetap memberikan dukungan...
KEMAMPUAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB PK & PLK
KEMAMPUAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB PK & PLK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan vokal dan konsonan anak tunagrahita siswa kelas V kelas ringan SDLB PK & PLK Galesong saat berbicara. Subjek penelitian ini ...
DESAIN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MITA (MENTAL IMAGERY THERAPY FOR AUTISM) BAGI TUNAGRAHITA DALAM MEMPELAJARI HURUF HIJAIYAH
DESAIN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MITA (MENTAL IMAGERY THERAPY FOR AUTISM) BAGI TUNAGRAHITA DALAM MEMPELAJARI HURUF HIJAIYAH
Pentingnya pendidikan Al-Qur’an tidak hanya diberikan kepada anak-anak biasa, tetapi juga kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Terdapat tantangan tersendiri bagi SD N Pojok sebaga...

