Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Al-Dakhil dalam Penafsiran Ikhwan Al-Shafa terhadap Al-A'raf 50

View through CrossRef
Artikel ini membahas konsep al-dakhil dalam tafsir Ikhwan al-Shafa terhadap QS. Al-A‘raf ayat 50. Ikhwan al-Shafa adalah kelompok intelektual yang misterius yang muncul di Bashrah, Irak, sekitar abad ke-4 H/10 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi al-dakhil sebagaimana tersirat dalam QS. Al-A’raf ayat 50 terhadap keberadaan hadits-hadits maudhu’ (palsu) yang tercantum dalam Rasail Ikhwan al-Shafa. Al-dakhil dalam kajian ilmu hadits merujuk pada segala unsur luar yang disusupkan ke dalam ajaran Islam, baik berupa teks, ideologi, maupun narasi yang tidak memiliki dasar otoritatif dari Al-Qur’an dan sunnah. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan memahami fenomena berdasarkan data non-numerik. Penelitian ini mengkaji validitas hadits yang digunakan oleh Ikhwan al-Shafa dalam karya-karya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hadits tersebut tidak hanya berstatus lemah (dha’if) tetapi juga tergolong palsu (maudhu’), mengindikasikan adanya penyisipan (al-dakhil). Secara spesifik, temuan ini mengungkap bahwa Ikhwan al-Shafa mengintegrasikan pemikiran eksternal ke dalam kerangka narasi Islam mereka. Integrasi ini bertentangan dengan prinsip kesahihan dan kemurnian ajaran Islam berdasarkan standar ilmu hadits (ulum al-hadits) dan tafsir Al-Qur'an. Meskipun hadits-hadits tersebut dapat dipahami secara simbolis atau filosofis, namun tidak sah untuk disandarkan sebagai sabda Nabi Muhammad SAW karena ketiadaan sanad yang jelas.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: Al-Dakhil dalam Penafsiran Ikhwan Al-Shafa terhadap Al-A'raf 50
Description:
Artikel ini membahas konsep al-dakhil dalam tafsir Ikhwan al-Shafa terhadap QS.
Al-A‘raf ayat 50.
Ikhwan al-Shafa adalah kelompok intelektual yang misterius yang muncul di Bashrah, Irak, sekitar abad ke-4 H/10 M.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi al-dakhil sebagaimana tersirat dalam QS.
Al-A’raf ayat 50 terhadap keberadaan hadits-hadits maudhu’ (palsu) yang tercantum dalam Rasail Ikhwan al-Shafa.
Al-dakhil dalam kajian ilmu hadits merujuk pada segala unsur luar yang disusupkan ke dalam ajaran Islam, baik berupa teks, ideologi, maupun narasi yang tidak memiliki dasar otoritatif dari Al-Qur’an dan sunnah.
Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan memahami fenomena berdasarkan data non-numerik.
Penelitian ini mengkaji validitas hadits yang digunakan oleh Ikhwan al-Shafa dalam karya-karya mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hadits tersebut tidak hanya berstatus lemah (dha’if) tetapi juga tergolong palsu (maudhu’), mengindikasikan adanya penyisipan (al-dakhil).
Secara spesifik, temuan ini mengungkap bahwa Ikhwan al-Shafa mengintegrasikan pemikiran eksternal ke dalam kerangka narasi Islam mereka.
Integrasi ini bertentangan dengan prinsip kesahihan dan kemurnian ajaran Islam berdasarkan standar ilmu hadits (ulum al-hadits) dan tafsir Al-Qur'an.
Meskipun hadits-hadits tersebut dapat dipahami secara simbolis atau filosofis, namun tidak sah untuk disandarkan sebagai sabda Nabi Muhammad SAW karena ketiadaan sanad yang jelas.

Related Results

Abstract A31: Germline RASopathy mutations provide functional insights into the Raf cysteine-rich domain (CRD)
Abstract A31: Germline RASopathy mutations provide functional insights into the Raf cysteine-rich domain (CRD)
Abstract The three-member RAF kinase family (A-, B- and C-Raf) are direct Ras effectors and key mediators of the proproliferative MAPK pathway. Somatic driver mutati...
Abstract 1803: Discovery of novel B-Raf kinase inhibitor with potent orally anticancer activity
Abstract 1803: Discovery of novel B-Raf kinase inhibitor with potent orally anticancer activity
Abstract Introduction: The B-Raf, one of serine/threonine kinase, is related to the Ras-Raf-MEK-ERK (MAPK) signal transduction. The signaling pathway plays a key rol...
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
Discovery of a highly potent pan-RAF inhibitor IHMT-RAF-128 for cancer treatment
Discovery of a highly potent pan-RAF inhibitor IHMT-RAF-128 for cancer treatment
Abstract Although RAS mutations occur in about 30% of solid tumors, targeting RAS mutations other than KRAS-G12C is still challenging. As an alternative approach, developin...
Protomer Selectivity of RAF Inhibitors Within the RAS/RAF Signalosome
Protomer Selectivity of RAF Inhibitors Within the RAS/RAF Signalosome
Abstract RAF dimer inhibitors offer therapeutic potential in RAF- and RAS-driven cancers. The utility of such drugs is predicated on their capacity to occupy both RAF proto...
14-3-3 Isotypes facilitate coupling of protein kinase C-ζ to Raf-1: negative regulation by 14-3-3 phosphorylation
14-3-3 Isotypes facilitate coupling of protein kinase C-ζ to Raf-1: negative regulation by 14-3-3 phosphorylation
14-3-3 Proteins may function as adapters or scaffold in signal-transduction pathways. We found previously that protein kinase C-ζ (PKC-ζ) can phosphorylate and activate Raf-1 in a ...
Signaling from RAS to RAF: The Molecules and Their Mechanisms
Signaling from RAS to RAF: The Molecules and Their Mechanisms
RAF family protein kinases are a key node in the RAS/RAF/MAP kinase pathway, the signaling cascade that controls cellular proliferation, differentiation, and survival in response t...
KARAKTERISTIK ASHABUL A`RAF PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KATSIR
KARAKTERISTIK ASHABUL A`RAF PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KATSIR
This article titled characteristics of Ashabul A`raf In perspective of Ibn Kathir's Interpretation. There is a boundary between heaven and hell where the boundary is named after al...

Back to Top