Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan dan Kemauan Pasien PBPU Membayar Iuran Jaminan Kesehatan Nasional
View through CrossRef
Terjadi kenaikan iuran BPJS pada tahun 2020 sebesar 100% sementara itu Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) memiliki penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)memiliki masalah keuangan atas kenaikan iuran BPJS ini sehingga akan meningkatkan risiko Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk berhenti menggunakan BPJS sebagai asuransi kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan kemauan membayar iuran pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan pada bulan Agustus-Desember 2020. Sampel penelitian ini sebanyak 96 orang pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden ATP I kategori mampu sebanyak 54.2%, ATP II non makanan kategori mampu sebanyak 74.0% dan non essensial kategori tidak mampu sebanyak 65.6%. Kemauan membayar bedasarkan nilai WTP ketika iuran JKN naik dalam kategori tidak mau sebanyak 71.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kemampuan ATP II dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan (p=0.041). Tidak ada hubungan antara kemampuan ATP I (p=0.776) dan ATP III (0.0076) dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan.
Universitas Muslim Indonesia
Title: Analisis Kemampuan dan Kemauan Pasien PBPU Membayar Iuran Jaminan Kesehatan Nasional
Description:
Terjadi kenaikan iuran BPJS pada tahun 2020 sebesar 100% sementara itu Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) memiliki penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya.
Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)memiliki masalah keuangan atas kenaikan iuran BPJS ini sehingga akan meningkatkan risiko Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk berhenti menggunakan BPJS sebagai asuransi kesehatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan kemauan membayar iuran pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design cross sectional.
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan pada bulan Agustus-Desember 2020.
Sampel penelitian ini sebanyak 96 orang pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
Penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden ATP I kategori mampu sebanyak 54.
2%, ATP II non makanan kategori mampu sebanyak 74.
0% dan non essensial kategori tidak mampu sebanyak 65.
6%.
Kemauan membayar bedasarkan nilai WTP ketika iuran JKN naik dalam kategori tidak mau sebanyak 71.
9.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kemampuan ATP II dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan (p=0.
041).
Tidak ada hubungan antara kemampuan ATP I (p=0.
776) dan ATP III (0.
0076) dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Systematic Literature Review: Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Peserta PBPU dalam Membayar Iuran JKN
Systematic Literature Review: Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Peserta PBPU dalam Membayar Iuran JKN
Tingkat kolektibilitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang rendah disebabkan karena rendahnya tingkat kepatuhan dalam membayar iuran. Segmen Peserta Bukan Penerima Upah (...
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR IURAN TERHADAP PENCAPAIAN UHC JKN DI KOTA BENGKULU
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR IURAN TERHADAP PENCAPAIAN UHC JKN DI KOTA BENGKULU
Jaminan Kesehatan Nasional wajib bagi seluruh rakyat yang mampu maupun tidak mampu. Penduduk Kota Bengkulu 356.253 jiwa yang menjadi peserta tercatat sekitar 230.576 orang. Kunju...
Systematic Literature Review: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pembayaran Iuran Pada Peserta PBPU JKN
Systematic Literature Review: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pembayaran Iuran Pada Peserta PBPU JKN
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menghadapi rendahnya kepatuhan pembayaran iuran pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang berdampak pada keberlanjutan pem...
GAMBARAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR PASIEN RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA DENPASAR
GAMBARAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR PASIEN RUMAH SAKIT UMUM PURI RAHARJA DENPASAR
<p>Kemampuan dan kemauan membayar penting karena berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pendapatan yang diterima. Menurunnya tingkat pendapatan rawa...
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS pada Peserta Mandiri
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS pada Peserta Mandiri
Peserta BPJS mandiri adalah peserta yang mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri sehingga ketika mereka menjadi peserta JKN harus membayarkan iuran setiap bulannya...
DAMPAK KEBIJAKAN KEPESERTAAN MANDIRI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI YOGYAKARTA
DAMPAK KEBIJAKAN KEPESERTAAN MANDIRI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI YOGYAKARTA
ABSTRAKLatar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) yang implementasinya sudah dimulai sejak 1 Januari ...

