Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN TEORI ADMINISTRASI PUBLIK DALAM KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI JAKARTA

View through CrossRef
Program SANIMAS-IsDB diinisiasi oleh Kementerian PUPR tahun 2015-2018 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut membangun IPAL Komunal di 23 lokasi. Data Bappenas (2018) menunjukkan bahwa 96% badan air di Jakarta tercemar berat dan menurut data Dinas Lingkungan Hidup tahun 2018, sumber pencemar air limbah terdapat di permukiman sekitar 72,7%. Untuk mengoperasional IPAL Komunal dengan baik, dibutuhkan manajemen pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Menurut Dinas PPAPP, IPAL Komunal yang berkinerja baik berlokasi di RW. 01, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta. Indikator pengaruh keberlanjutan pengelolaan IPAL Komunal berkaitan dengan teori administrasi publik. Menurut Gulick dalam Ahmad (2015), teori tersebut dituangkan dalam aspek yang disebut POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting). Aspek pengelolaan tersebut perlu dikaji dengan limitasi dalam manajemen infrastruktur (Naipospos, 2019). Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif secara deskriptif, yang didahului dengan studi literatur. Hasil studi literatur diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan IPAL Komunal dan kaitannya dengan teori administrasi publik, yaitu: 1) Pentingnya peran stakeholders-berkaitan dengan aspek P, S, O dan C; 2) Biaya perawatan dan pemeliharaan-berkaitan dengan aspek O dan B; 3) Desain teknis-berkaitan dengan aspek P, dan 4) Aspek sosial-berkaitan dengan aspek R. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa pentingnya peran serta stakeholders, desain teknis IPAL dan aspek sosial warga merupakan indikator yang perlu dipertahankan khususnya aspek P, S, O, C dan R untuk mewujudkan pengelolaan IPAL Komunal yang berkelanjutan. Sedangkan indikator biaya perawatan dan pemeliharaan masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya terkait aspek B dan belum menjadi prioritas dalam pengelolaan IPAL Komunal.
Universitas Terbuka
Title: PENERAPAN TEORI ADMINISTRASI PUBLIK DALAM KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI JAKARTA
Description:
Program SANIMAS-IsDB diinisiasi oleh Kementerian PUPR tahun 2015-2018 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut membangun IPAL Komunal di 23 lokasi.
Data Bappenas (2018) menunjukkan bahwa 96% badan air di Jakarta tercemar berat dan menurut data Dinas Lingkungan Hidup tahun 2018, sumber pencemar air limbah terdapat di permukiman sekitar 72,7%.
Untuk mengoperasional IPAL Komunal dengan baik, dibutuhkan manajemen pengelolaan yang baik dan berkelanjutan.
Menurut Dinas PPAPP, IPAL Komunal yang berkinerja baik berlokasi di RW.
01, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta.
Indikator pengaruh keberlanjutan pengelolaan IPAL Komunal berkaitan dengan teori administrasi publik.
Menurut Gulick dalam Ahmad (2015), teori tersebut dituangkan dalam aspek yang disebut POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting).
Aspek pengelolaan tersebut perlu dikaji dengan limitasi dalam manajemen infrastruktur (Naipospos, 2019).
Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif secara deskriptif, yang didahului dengan studi literatur.
Hasil studi literatur diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan IPAL Komunal dan kaitannya dengan teori administrasi publik, yaitu: 1) Pentingnya peran stakeholders-berkaitan dengan aspek P, S, O dan C; 2) Biaya perawatan dan pemeliharaan-berkaitan dengan aspek O dan B; 3) Desain teknis-berkaitan dengan aspek P, dan 4) Aspek sosial-berkaitan dengan aspek R.
Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa pentingnya peran serta stakeholders, desain teknis IPAL dan aspek sosial warga merupakan indikator yang perlu dipertahankan khususnya aspek P, S, O, C dan R untuk mewujudkan pengelolaan IPAL Komunal yang berkelanjutan.
Sedangkan indikator biaya perawatan dan pemeliharaan masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya terkait aspek B dan belum menjadi prioritas dalam pengelolaan IPAL Komunal.

Related Results

Evaluasi Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Surakarta
Evaluasi Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Surakarta
Household sewage treatment in Surakarta City depends on the performance of the available domestic wastewater treatment plants (IPAL), including Pucangsawit IPAL, Semanggi IPAL, Moj...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
Kajian Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gaia Bumi Raya City Mall
Kajian Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gaia Bumi Raya City Mall
Gaia Bumi Raya City Mall merupakan mall yang ada di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Gaia Mall sudah memiliki IPAL. Permasalahan yang dihadapi yaitu kualitas air limbah yang t...
Otomasi Sistem Hidroponik Berbasis Logika Fuzzy menggunakan Air Limbah
Otomasi Sistem Hidroponik Berbasis Logika Fuzzy menggunakan Air Limbah
Abstrak. Hidroponik adalah budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah dan air sebagai media tanam yang berisi larutan nutrisi. pemanfaatkan sumber air IPAL sangat tepat menjadi bah...
Public Value Management: Model Tata Kelola Pelayanan Publik
Public Value Management: Model Tata Kelola Pelayanan Publik
Buku ini menghadirkan gagasan baru tentang bagaimana cara mengelola pelayanan publik. Berbeda dengan gagasan sebelumnya yaitu manajemen publik tradisional yang didominasi oleh pera...
Indigeneous Public Administration: Melihat Administrasi Publik dari Perspektif Kearifan Lokal (Local Wisdom)
Indigeneous Public Administration: Melihat Administrasi Publik dari Perspektif Kearifan Lokal (Local Wisdom)
ABSTRACTGlobal transformation is always demands a good governance system and one of the functions that must be run is public administration’s system.  The impact of powerfull globa...

Back to Top