Javascript must be enabled to continue!
MODEL KOLABORASI DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA SELUMBUNG KECAMATAN MANGGIS KARANGASEM
View through CrossRef
Pada setiap model kolaborasi, para pelaku jarang bertindak sendiri-sendiri karena setiap pelaku kolaborasi memiki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda. Selain itu, strategi penting untuk mewujudkan model kolaborasi yang tepat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah memanfaatkan karakteristik dan ciri khas yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pariwisata secara menyeluruh. Tolak ukur dari penilaian model kolaborasi didasarkan pada seberapa besar hubungan para pelaku kolaborasi baik secara langsung maupun tidak langsung, meliputi: kerjasama bisnis, komunikasi, pengetahuan, kepercayaan, saling pengertian, dialog, manfaat kerjasama, dan evaluasi kolaborasi. Model kolaborasi yang digunakan adalah konseptual eksploratif partisipatif yang menegaskan bahwa pelaku kolaborasi secara konstruktif mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang ada dan menemukan solusi terhadap hambatan yang diperoleh dalam pengembangan pariwisata. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan dianalisis analisis menggunakan aplikasi berbasis Nvivo untuk melakukan proses pemetaan variabel pendukung model kolaborasi yang digunakan sehingga hasil analisis tidak bias dan kredibel, penetapan model kolaborasi, menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan model kolaborasi, serta mengambil kesimpulan dan saran. Model yang cocok untuk diterapkan adalah model konseptual partisipatif, yaitu kolaborasi antar seluruh komponen yang ada di desa. Sehingga sinergi yang baik akan berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Selumbung. Kendala dalam mewujudkan Desa Selumbung antara lain: kajian yang belum berkelanjutan, modal usaha/anggaran, minimnya investor, masih terdapat SDM yang belum kompeten, pembangunan belum berkelanjutan, serta terbatasnya sarana teknologi informasi yang terpadu, akses internet dari seluruh provider belum tersedia, dan lain-lain.
Title: MODEL KOLABORASI DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA SELUMBUNG KECAMATAN MANGGIS KARANGASEM
Description:
Pada setiap model kolaborasi, para pelaku jarang bertindak sendiri-sendiri karena setiap pelaku kolaborasi memiki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda.
Selain itu, strategi penting untuk mewujudkan model kolaborasi yang tepat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah memanfaatkan karakteristik dan ciri khas yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pariwisata secara menyeluruh.
Tolak ukur dari penilaian model kolaborasi didasarkan pada seberapa besar hubungan para pelaku kolaborasi baik secara langsung maupun tidak langsung, meliputi: kerjasama bisnis, komunikasi, pengetahuan, kepercayaan, saling pengertian, dialog, manfaat kerjasama, dan evaluasi kolaborasi.
Model kolaborasi yang digunakan adalah konseptual eksploratif partisipatif yang menegaskan bahwa pelaku kolaborasi secara konstruktif mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang ada dan menemukan solusi terhadap hambatan yang diperoleh dalam pengembangan pariwisata.
Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan dianalisis analisis menggunakan aplikasi berbasis Nvivo untuk melakukan proses pemetaan variabel pendukung model kolaborasi yang digunakan sehingga hasil analisis tidak bias dan kredibel, penetapan model kolaborasi, menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan model kolaborasi, serta mengambil kesimpulan dan saran.
Model yang cocok untuk diterapkan adalah model konseptual partisipatif, yaitu kolaborasi antar seluruh komponen yang ada di desa.
Sehingga sinergi yang baik akan berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Selumbung.
Kendala dalam mewujudkan Desa Selumbung antara lain: kajian yang belum berkelanjutan, modal usaha/anggaran, minimnya investor, masih terdapat SDM yang belum kompeten, pembangunan belum berkelanjutan, serta terbatasnya sarana teknologi informasi yang terpadu, akses internet dari seluruh provider belum tersedia, dan lain-lain.
Related Results
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Manggis merupakan tanaman buah yang termasuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar buah manggis dijual dalam bentuk buah segar, p...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
hak paten gracia
hak paten gracia
AbstractPT. Zena Nirmala Sentosa didirikan pada tahun 1992 di Jakarta. PT ini bergerak di bidang industri makanan dan suplemen yang memproduksi produk-produk kesehatan berbahan ala...
PEMBANGUNAN BUDAYA BELAJAR MASYARAKAT DESA KARANGASEM KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON
PEMBANGUNAN BUDAYA BELAJAR MASYARAKAT DESA KARANGASEM KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON
Kegiatan Pengabdian diharapkan dapat mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi sosial mahasiswa. Bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, kegiatan Pengabdian dapat membantu pe...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Pengembangan Potensi Pariwisata Oleh Pemerintah Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Di Desa Umbu Pabal Selatan Dan Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah
Pengembangan Potensi Pariwisata Oleh Pemerintah Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Di Desa Umbu Pabal Selatan Dan Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah
Penyelenggaraan pemerintah negara berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam rangka melaksanakan tujuan negara yakni mewujudkan kesejahteraan bagi s...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
TANTANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PARIWISATA BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: OBJEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS DESA SUNGAI PINANG)
TANTANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PARIWISATA BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: OBJEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS DESA SUNGAI PINANG)
Pariwisata sebagai salah satu kegiatan ekonomi terpenting yang menjadi kunci dari pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Pengembangan pariwisata desa merupakan salah satu agen...

