Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemberdayaan masyarakat Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan melalui pelestarian dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal

View through CrossRef
Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu desa yang mengadakan program pengrajin gerabah yang dikelola BUMDes. Dengan adanya produksi gerabah yang harga murah maka masyarakat mendapat keuntungan yang lebih sehingga dapat meingkatkan perekonomian keluarga. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang seharusnya menjadi identitas dari kerajinan gerabah mulai terpinggirkan. Ditambah lagi, ketersediaan bahan baku seperti tanah liat pun semakin sulit akibat perubahan lingkungan dan alih fungsi lahan. Semua permasalahan ini saling berkaitan dan jika tidak segera diatasi, dapat mengancam kelangsungan tradisi kerajinan gerabah di masa depan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah, diperlukan pendekatan yang bersifat partisipatif dan berbasis pada potensi lokal. Metode ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pengrajin, dalam proses identifikasi masalah, perencanaan solusi, serta pelaksanaan program yang relevan. Pendekatan ini dapat dimulai dengan pemberian pelatihan keterampilan, baik dalam hal inovasi desain, peningkatan kualitas produksi, maupun pemanfaatan teknologi sederhana. Secara peningkatan masyarakat Desa Tentenan Barat yang signifikan terjadi tersebut diketahui bahwa masyarakat mulai mengalami keberdayaan secara mandiri karena mereka terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Ada beberapa aspek untuk melihat suatu masyarakat itu mengalami keberdayaan dilihat dari segi ekonomi masyarakat.
Fakultas Teknik - Universitas Madura
Title: Pemberdayaan masyarakat Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan melalui pelestarian dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal
Description:
Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu desa yang mengadakan program pengrajin gerabah yang dikelola BUMDes.
Dengan adanya produksi gerabah yang harga murah maka masyarakat mendapat keuntungan yang lebih sehingga dapat meingkatkan perekonomian keluarga.
Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang seharusnya menjadi identitas dari kerajinan gerabah mulai terpinggirkan.
Ditambah lagi, ketersediaan bahan baku seperti tanah liat pun semakin sulit akibat perubahan lingkungan dan alih fungsi lahan.
Semua permasalahan ini saling berkaitan dan jika tidak segera diatasi, dapat mengancam kelangsungan tradisi kerajinan gerabah di masa depan.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah, diperlukan pendekatan yang bersifat partisipatif dan berbasis pada potensi lokal.
Metode ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pengrajin, dalam proses identifikasi masalah, perencanaan solusi, serta pelaksanaan program yang relevan.
Pendekatan ini dapat dimulai dengan pemberian pelatihan keterampilan, baik dalam hal inovasi desain, peningkatan kualitas produksi, maupun pemanfaatan teknologi sederhana.
Secara peningkatan masyarakat Desa Tentenan Barat yang signifikan terjadi tersebut diketahui bahwa masyarakat mulai mengalami keberdayaan secara mandiri karena mereka terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Ada beberapa aspek untuk melihat suatu masyarakat itu mengalami keberdayaan dilihat dari segi ekonomi masyarakat.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
Peran Kearifan Lokal Sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi Desa
Peran Kearifan Lokal Sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi Desa
Penelitian ini mengkaji peran kearifan lokal sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi desa melalui implementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Ke...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
Implementasi Pembangunan Desa Melalui Integrasi Nilai Kearifan Lokal Berbasis Pendekatan Partisipatif
Implementasi Pembangunan Desa Melalui Integrasi Nilai Kearifan Lokal Berbasis Pendekatan Partisipatif
Pembangunan desa menuntut pendekatan yang mampu menyesuaikan diri dengan karakter sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Studi ini mengkaji bagaimana integrasi nilai kear...
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya me...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...

Back to Top