Javascript must be enabled to continue!
Kinetika Reaksi Pembentukan Kalium Sulfat dari Ekstrak Abu Janjang Kelapa Sawit dan Asam Sulfat
View through CrossRef
Abu janjang kelapa sawit mengandung banyak unsur kalium sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pada penelitian ini dilakukan pembentukan kalium sulfat (K2SO4) dengan mereaksikan kalium oksida (K2O) yang terdapat pada ekstrak abu janjang kelapa sawit dan asam sulfat (H2SO4). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu terhadap kecepatan pembentukan kalium sulfat serta untuk menentukan orde reaksi dan konstanta kecepatan reaksi pembentukan kalium sulfat. Prosedur penelitian dimulai dengan mengekstrak abu janjang kelapa sawit dengan perbandingan abu 100gr/liter aquadest. Ekstrak abu kemudian direaksikan dengan asam sulfat (H2SO4), selanjutnya dititrasi dengan NaOH 0,5N. Variabel yang digunakan adalah waktu reaksi (40, 50, 60, 70, 80 menit) dan temperatur reaksi (50, 60, 70, 80, 90ºC). Hasil penelitian diperoleh kondisi terbaik dalam pembuatan kalium sulfat mengikuti reaksi orde II dan konversi (XA) 93,01%, pada tempetratur reaksi 90ºC dan waktu 80 menit. Harga konstanta laju reaksi (k) yang diperoleh sebesar k=1,5x10-9 e-5480/T
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: Kinetika Reaksi Pembentukan Kalium Sulfat dari Ekstrak Abu Janjang Kelapa Sawit dan Asam Sulfat
Description:
Abu janjang kelapa sawit mengandung banyak unsur kalium sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Pada penelitian ini dilakukan pembentukan kalium sulfat (K2SO4) dengan mereaksikan kalium oksida (K2O) yang terdapat pada ekstrak abu janjang kelapa sawit dan asam sulfat (H2SO4).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu terhadap kecepatan pembentukan kalium sulfat serta untuk menentukan orde reaksi dan konstanta kecepatan reaksi pembentukan kalium sulfat.
Prosedur penelitian dimulai dengan mengekstrak abu janjang kelapa sawit dengan perbandingan abu 100gr/liter aquadest.
Ekstrak abu kemudian direaksikan dengan asam sulfat (H2SO4), selanjutnya dititrasi dengan NaOH 0,5N.
Variabel yang digunakan adalah waktu reaksi (40, 50, 60, 70, 80 menit) dan temperatur reaksi (50, 60, 70, 80, 90ºC).
Hasil penelitian diperoleh kondisi terbaik dalam pembuatan kalium sulfat mengikuti reaksi orde II dan konversi (XA) 93,01%, pada tempetratur reaksi 90ºC dan waktu 80 menit.
Harga konstanta laju reaksi (k) yang diperoleh sebesar k=1,5x10-9 e-5480/T.
Related Results
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
<p>Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, ...
Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat
Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat
Air sebagai produk samping harus segera dipisahkan karena akan menggeser kesetimbangan reaksi ke arah reaktan karena sifat reaksi esterifikasi adalah reversibel. Salah satu cara un...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan adalah kelapa sawit. Perlu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara efisien dengan produktivitas tinggi, sehin...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...

