Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
View through CrossRef
ABSTRAKLatar Belakang: Harga diri merupakan sikap individu berdasarkan persepsi tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap positif atau negatif terhadap dirinya. Harga diri terbagi atas enam komponen yaitu harga diri keseluruhan, kompetensi sosial, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan intelektual, kemampuan diri dan rasa berharga di mata orang lain. Harga diri menjadian bagian dari konsep diri seseorang yang harus ditingkatkan agar kualitas seseorang menajdi lebih baik. Body shaming dapat menurunkan harga diri remaja yang dipengaruhi oleh salah satu faktor seperti kenaikan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran harga diri remaja yang mengalami Body Shaming. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 2.453 mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 96 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel proportionate random sampling. Alat ukur harga diri menggunakan kuesioner selfesteem coopersmith. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami harga diri rendah sebanyak 53 mahasiswa (55,2%), harga diri sedang 27 mahasiswa (28,1%), dan mahasiswa dengan harga diri tinggi sejumlah 16 mahasiswa (16,7%). Simpulan: Sebagian besar harga diri mahasiswa yang mengalami body shaming adalah kategori harga diri rendah sebesar 53 mahasiswa (55,2%). Saran: Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan harga diri saat menyikapi body shaming dengan cara berpikir positif, menyadari kelebihan dan kemampuan yang dimiliki, serta menjalankan hubungan interpersonal dengan baik. ABSTRACTBackground: Self-esteem is an individual's attitude based on the perception of how he appreciates and evaluates himself as a whole, which is a positive or negative attitude towards himself. Self-esteem is divided into six components, namely overall self-esteem, social competence, problem-solving abilities, intellectual abilities, self-efficacy and a sense of worth in the eyes of others. Self-esteem is part of one's self-concept that must be improved so that one's quality becomes better. Body shaming can reduce adolescent self-esteem which is influenced by one factor such as weight gain. The purpose of this study is to describe the self-esteem of adolescents who experience Body Shaming. Methods: This research is a quantitative research with a descriptive survey approach. The population of this study was 2,453 students at Ngudi Waluyo University Ungaran. The sample in this study were 96 students with proportionate random sampling technique. Measuring self-esteem using Coopersmith self-esteem questionnaire. Results: The results showed that 53 students (55.2%) had low self-esteem, 27 students (28.1%) moderate self-esteem, and 16 students (16.7%) had high self-esteem. Conclusion: Most of the students' self-esteem who experienced body shaming was in the low self-esteem category of 53 students (55.2%). Suggestion: Students are expected to increase their self-esteem when responding to body shaming by thinking positively, realizing their strengths and abilities, and carrying out good interpersonal relationships. Keywords : Self esteem, Teen, Body shaming
Universitas Ngudi Waluyo
Title: Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
Description:
ABSTRAKLatar Belakang: Harga diri merupakan sikap individu berdasarkan persepsi tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap positif atau negatif terhadap dirinya.
Harga diri terbagi atas enam komponen yaitu harga diri keseluruhan, kompetensi sosial, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan intelektual, kemampuan diri dan rasa berharga di mata orang lain.
Harga diri menjadian bagian dari konsep diri seseorang yang harus ditingkatkan agar kualitas seseorang menajdi lebih baik.
Body shaming dapat menurunkan harga diri remaja yang dipengaruhi oleh salah satu faktor seperti kenaikan berat badan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran harga diri remaja yang mengalami Body Shaming.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif.
Populasi penelitian ini adalah 2.
453 mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran.
Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 96 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel proportionate random sampling.
Alat ukur harga diri menggunakan kuesioner selfesteem coopersmith.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami harga diri rendah sebanyak 53 mahasiswa (55,2%), harga diri sedang 27 mahasiswa (28,1%), dan mahasiswa dengan harga diri tinggi sejumlah 16 mahasiswa (16,7%).
Simpulan: Sebagian besar harga diri mahasiswa yang mengalami body shaming adalah kategori harga diri rendah sebesar 53 mahasiswa (55,2%).
Saran: Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan harga diri saat menyikapi body shaming dengan cara berpikir positif, menyadari kelebihan dan kemampuan yang dimiliki, serta menjalankan hubungan interpersonal dengan baik.
ABSTRACTBackground: Self-esteem is an individual's attitude based on the perception of how he appreciates and evaluates himself as a whole, which is a positive or negative attitude towards himself.
Self-esteem is divided into six components, namely overall self-esteem, social competence, problem-solving abilities, intellectual abilities, self-efficacy and a sense of worth in the eyes of others.
Self-esteem is part of one's self-concept that must be improved so that one's quality becomes better.
Body shaming can reduce adolescent self-esteem which is influenced by one factor such as weight gain.
The purpose of this study is to describe the self-esteem of adolescents who experience Body Shaming.
Methods: This research is a quantitative research with a descriptive survey approach.
The population of this study was 2,453 students at Ngudi Waluyo University Ungaran.
The sample in this study were 96 students with proportionate random sampling technique.
Measuring self-esteem using Coopersmith self-esteem questionnaire.
Results: The results showed that 53 students (55.
2%) had low self-esteem, 27 students (28.
1%) moderate self-esteem, and 16 students (16.
7%) had high self-esteem.
Conclusion: Most of the students' self-esteem who experienced body shaming was in the low self-esteem category of 53 students (55.
2%).
Suggestion: Students are expected to increase their self-esteem when responding to body shaming by thinking positively, realizing their strengths and abilities, and carrying out good interpersonal relationships.
Keywords : Self esteem, Teen, Body shaming.
Related Results
Perlawanan Penyintas Body Shaming Melalui Media Sosial
Perlawanan Penyintas Body Shaming Melalui Media Sosial
As the era progresses, technological advances bring ease in accessing information from various media, one of which is social media. One of the most popular social media is Instagra...
Tijelo u opusu Janka Polića Kamova
Tijelo u opusu Janka Polića Kamova
The doctoral disertation is dedicated to the concept of the body in the works of Janko Polić Kamov. The body is approached as a signifier system on the basis of which numerous and ...
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
ABSTRACT
Parenting self-efficacy is parents' confidence in their competence in carrying out their role as parents, especially in parenting. A mother who has high self-confidence c...
HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI
HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI
Tujuan: Remaja putri cenderung mengalami ketidakpuasan terhadap bagian tubuh dan penampilannya, yang disebabkan oleh sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bentuk tubuh, sehingga ...
Komunikasi Verbal Body Shaming di Media Sosial Twitter terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Komunikasi Verbal Body Shaming di Media Sosial Twitter terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Bullying of body shaming is increasingly prevalent on Twitter. With the existence of social media, bullying often occurs in cyberspace. Verbal communication is...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...

