Javascript must be enabled to continue!
Perlawanan Penyintas Body Shaming Melalui Media Sosial
View through CrossRef
As the era progresses, technological advances bring ease in accessing information from various media, one of which is social media. One of the most popular social media is Instagram. Instagram is a social media that allows their users to share information in the form of images, videos or writings. But social media is often used as a means to mock individuals with the action of body shaming. Body shaming is an act of commenting on all aspects of one's body. Body shaming action occurs due to the ideal body standardization. The ideal body standardization differs from one place and culture, more often experienced by women. However some people resist the actions of body shaming experienced. Some body shaming survivors have courage to resist such an act by direct or social media resistance. The purpose of this research is to find out the form of resistance by the survivors of body shaming through Instagram. The study uses phenomenological research methods with qualitative descriptive approach. Research data is derived from depth interviews on five interviewees, observations, document studies and literature studies. The conclusion is the form of resistance of the survivors of body shaming through social media Instagram divided into two, open resistance and closed resistance. Adapted to the characteristics of body shaming survivors. The open resistance is characterized by an open interaction between the Group One and the other group. While hidden resistance is characterized by a closed interaction, indirect inter-group. Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi menghadirkan kemudahan dalam mengakses informasi dari berbagai media, salah satunya media sosial. Salah satu media sosial yang digemari adalah Instagram. Instagram merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi dalam bentuk gambar, video maupun tulisan. Namun, media sosial kerap dijadikan sarana untuk mengejek individu dengan tindakan body shaming. Body shaming merupakan tindakan mengomentari segala aspek dalam tubuh seseorang. Tindakan body shaming terjadi karena standarisasi tubuh ideal. Standarisasi tubuh ideal berbeda-beda tergantung dari tempat dan budaya dan lebih sering dialami oleh perempuan. Namun, beberapa orang melawan dari tindakan body shaming yang dialami dan mereka disebut dengan penyintas. Beberapa penyintas body shaming berani melakukan tindakan perlawanan secara langsung maupun melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlawanan yang dilakukan oleh penyintas body shaming melalui Instagram. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam, pengamatan langsung, studi dokumen dan studi kepustakaan. Kesimpulan penelitian ini adalah bentuk perlawanan penyintas body shaming melalui media sosial Instagram terbagi menjadi dua, yaitu bentuk perlawanan terbuka dan bentuk perlawanan tertutup disesuaikan dengan karakteristik penyintas body shaming. Perlawanan terbuka dikarakteristikkan dengan adanya interaksi terbuka antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Sementara perlawanan tersembunyi ditandai dengan adanya interaksi tertutup atau tidak langsung antar kelompok
Title: Perlawanan Penyintas Body Shaming Melalui Media Sosial
Description:
As the era progresses, technological advances bring ease in accessing information from various media, one of which is social media.
One of the most popular social media is Instagram.
Instagram is a social media that allows their users to share information in the form of images, videos or writings.
But social media is often used as a means to mock individuals with the action of body shaming.
Body shaming is an act of commenting on all aspects of one's body.
Body shaming action occurs due to the ideal body standardization.
The ideal body standardization differs from one place and culture, more often experienced by women.
However some people resist the actions of body shaming experienced.
Some body shaming survivors have courage to resist such an act by direct or social media resistance.
The purpose of this research is to find out the form of resistance by the survivors of body shaming through Instagram.
The study uses phenomenological research methods with qualitative descriptive approach.
Research data is derived from depth interviews on five interviewees, observations, document studies and literature studies.
The conclusion is the form of resistance of the survivors of body shaming through social media Instagram divided into two, open resistance and closed resistance.
Adapted to the characteristics of body shaming survivors.
The open resistance is characterized by an open interaction between the Group One and the other group.
While hidden resistance is characterized by a closed interaction, indirect inter-group.
Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi menghadirkan kemudahan dalam mengakses informasi dari berbagai media, salah satunya media sosial.
Salah satu media sosial yang digemari adalah Instagram.
Instagram merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi dalam bentuk gambar, video maupun tulisan.
Namun, media sosial kerap dijadikan sarana untuk mengejek individu dengan tindakan body shaming.
Body shaming merupakan tindakan mengomentari segala aspek dalam tubuh seseorang.
Tindakan body shaming terjadi karena standarisasi tubuh ideal.
Standarisasi tubuh ideal berbeda-beda tergantung dari tempat dan budaya dan lebih sering dialami oleh perempuan.
Namun, beberapa orang melawan dari tindakan body shaming yang dialami dan mereka disebut dengan penyintas.
Beberapa penyintas body shaming berani melakukan tindakan perlawanan secara langsung maupun melalui media sosial.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlawanan yang dilakukan oleh penyintas body shaming melalui Instagram.
Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam, pengamatan langsung, studi dokumen dan studi kepustakaan.
Kesimpulan penelitian ini adalah bentuk perlawanan penyintas body shaming melalui media sosial Instagram terbagi menjadi dua, yaitu bentuk perlawanan terbuka dan bentuk perlawanan tertutup disesuaikan dengan karakteristik penyintas body shaming.
Perlawanan terbuka dikarakteristikkan dengan adanya interaksi terbuka antara kelompok satu dengan kelompok lainnya.
Sementara perlawanan tersembunyi ditandai dengan adanya interaksi tertutup atau tidak langsung antar kelompok.
Related Results
Tijelo u opusu Janka Polića Kamova
Tijelo u opusu Janka Polića Kamova
The doctoral disertation is dedicated to the concept of the body in the works of Janko Polić Kamov. The body is approached as a signifier system on the basis of which numerous and ...
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
ABSTRACT
Parenting self-efficacy is parents' confidence in their competence in carrying out their role as parents, especially in parenting. A mother who has high self-confidence c...
Komunikasi Verbal Body Shaming di Media Sosial Twitter terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Komunikasi Verbal Body Shaming di Media Sosial Twitter terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Bullying of body shaming is increasingly prevalent on Twitter. With the existence of social media, bullying often occurs in cyberspace. Verbal communication is...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI
HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI
Tujuan: Remaja putri cenderung mengalami ketidakpuasan terhadap bagian tubuh dan penampilannya, yang disebabkan oleh sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bentuk tubuh, sehingga ...
Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
Gambaran Harga Diri Remaja Yang Mengalami Body Shaming
ABSTRAKLatar Belakang: Harga diri merupakan sikap individu berdasarkan persepsi tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap po...
Body-shaming among Gym-Goers: Lived Experiences of Filipino Young Adult Men
Body-shaming among Gym-Goers: Lived Experiences of Filipino Young Adult Men
Various factors affect why people exercise and go to the gyms (e.g., physical, mental, etc.), or what makes them stay and continue with it. Body-shaming is common in the Philippine...
The Relationship Between Body Shaming and Self-esteem in Students
The Relationship Between Body Shaming and Self-esteem in Students
Beauty standards of a person’s ideal body shape, whether male or female and regardless of age, often result in body shaming of those who do not comply with these ideal standards. I...

