Javascript must be enabled to continue!
Peran Balai Pemasyarakatan Terhadap Klien Anak Putus Sekolah
View through CrossRef
Kehadiran anak-anak putus sekolah sebagai populasi yang rentan di masyarakat memerlukan perhatian khusus dalam konteks sistem pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran balai pemasyarakatan dalam memahami, mendukung, dan merehabilitasi klien anak putus sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap petugas pemasyarakatan, psikolog, dan klien anak putus sekolah yang berada dalam pengawasan balai pemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balai pemasyarakatan memiliki peran yang penting dalam memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak putus sekolah. Mereka berperan sebagai fasilitator rehabilitasi sosial, edukator, dan konselor. Selain itu, balai pemasyarakatan juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi klien, termasuk mendukung pendidikan formal atau non-formal. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh balai pemasyarakatan, termasuk masalah kelebihan populasi dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, peningkatan dukungan dari pemerintah dan masyarakat perlu dipertimbangkan agar peran balai pemasyarakatan dalam membantu anak-anak putus sekolah dapat lebih efektif. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran balai pemasyarakatan dalam menangani klien anak putus sekolah dan menyediakan dasar untuk perbaikan sistem pemasyarakatan dalam mendukung perkembangan anak-anak yang terlibat dalam pelanggaran hukum, namun memerlukan perhatian khusus dalam hal pendidikan dan rehabilitasi sosial mereka.
PT General Software
Title: Peran Balai Pemasyarakatan Terhadap Klien Anak Putus Sekolah
Description:
Kehadiran anak-anak putus sekolah sebagai populasi yang rentan di masyarakat memerlukan perhatian khusus dalam konteks sistem pemasyarakatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran balai pemasyarakatan dalam memahami, mendukung, dan merehabilitasi klien anak putus sekolah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap petugas pemasyarakatan, psikolog, dan klien anak putus sekolah yang berada dalam pengawasan balai pemasyarakatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa balai pemasyarakatan memiliki peran yang penting dalam memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak putus sekolah.
Mereka berperan sebagai fasilitator rehabilitasi sosial, edukator, dan konselor.
Selain itu, balai pemasyarakatan juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi klien, termasuk mendukung pendidikan formal atau non-formal.
Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh balai pemasyarakatan, termasuk masalah kelebihan populasi dan keterbatasan sumber daya.
Oleh karena itu, peningkatan dukungan dari pemerintah dan masyarakat perlu dipertimbangkan agar peran balai pemasyarakatan dalam membantu anak-anak putus sekolah dapat lebih efektif.
Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran balai pemasyarakatan dalam menangani klien anak putus sekolah dan menyediakan dasar untuk perbaikan sistem pemasyarakatan dalam mendukung perkembangan anak-anak yang terlibat dalam pelanggaran hukum, namun memerlukan perhatian khusus dalam hal pendidikan dan rehabilitasi sosial mereka.
Related Results
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
Studi Korelasi Kecemasan Dan Konsep Diri Pada Klien Pemasyarakatan
Studi Korelasi Kecemasan Dan Konsep Diri Pada Klien Pemasyarakatan
Abstrak
Latar Belakang: Persepsi sosial masyarakat terhadap narapidana (klien pemasyarakatan) cenderung negatif. Tidak hanya masyarakat, klien pemasyarakatan sendiri memiliki k...
Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Tadoloiyo
Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Tadoloiyo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apa saja yang menjadi faktor penyebab anak putus Sekolah di Desa Tadoloiyo Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, (2) upaya orang...
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
“BADIKLAT” (BAPAS HADIR LEBIH DEKAT)
Latar Belakang : Praktik bimbingan kemasyarakatan makro berfokus pada pelayanan sosial komunitas dan analisis kebijakan reintegrasi sosial dengan pendekatan ekologi. Hal ini bertuj...
PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi Kasus di Desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas)
PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi Kasus di Desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas)
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus anak putus sekolah di desa Sarang Burung Kuala Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, oleh karena itu peneliti bertujuan unt...
Anak Putus Sekolah: Kajian Antropologi Pendidikan pada Keluarga Nelayan di Aceh Utara
Anak Putus Sekolah: Kajian Antropologi Pendidikan pada Keluarga Nelayan di Aceh Utara
This study examines school dropouts from fishing families based on anthropological perspective in Bangka Jaya Village, Dewantara District, North Aceh. The purpose of this study is ...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN
Sistem pembinaan bagi narapidana telah berubah dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan, perusahaan dari rumah penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan, bukan semata-mat...

