Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN ESTETIKA WABI SABI PADA HAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN MASAOKA SHIKI DALAM BUKU WABI SABI KARYA MARK REIBSTEIN

View through CrossRef
Penelitian ini meneliti tentang perbandingan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki pada buku Wabi Sabi karya Mark Reibstein. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika wabi sabi pada buku cerita anak Wabi Sabi karya Mark Reibstein yang meliputi, (1) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Matsuo Basho, (2) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Masaoka Shiki, (3) Persamaan dan perbedaan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena menggunakan data deskriptif kata yang berupa media cetak yaitu buku. Penelitian ini diteliti menggunakan teori wabi sabi oleh Beth Kempton dan Kobayashi Hinata. Hasil dari penelitian ini adalah estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho menunjukan kesederhanaan, kesepian, keheningan, nuansa gelap musim gugur, musim dingin, pagi, siang, dan malam hari. Sedangkan estetika wabi sabi pada haiku karya Masaoka Shiki menunjukan kesederhanaan, kesepian, nuansa gelap, musim gugur, tanda-tanda penuaan, dan sore hari. Persamaan yang ditemukan adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung estetika wabi dan sabi dengan empat haiku karya Matsuo Basho dan lima haiku karya Masaoka Shiki. Persamaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung keterangan waktu pada musim gugur. Perbedaan yang ditemukan adalah tidak semua haiku karya Matsuo Basho mengandung estetika wabi dan sabi sedangkan haiku karya Masaoka Shiki semuanya mengandung estetika wabi dan sabi. Perbedaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho lebih mengekspresikan pada situasi yang menggambarkan nuansa Buddha, sedangkan haiku karya Masaoka Shiki lebih berfokus pada kondisi alam. Kata Kunci: Wabi Sabi; Haiku; Buku
Title: PERBANDINGAN ESTETIKA WABI SABI PADA HAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN MASAOKA SHIKI DALAM BUKU WABI SABI KARYA MARK REIBSTEIN
Description:
Penelitian ini meneliti tentang perbandingan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki pada buku Wabi Sabi karya Mark Reibstein.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika wabi sabi pada buku cerita anak Wabi Sabi karya Mark Reibstein yang meliputi, (1) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Matsuo Basho, (2) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Masaoka Shiki, (3) Persamaan dan perbedaan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena menggunakan data deskriptif kata yang berupa media cetak yaitu buku.
Penelitian ini diteliti menggunakan teori wabi sabi oleh Beth Kempton dan Kobayashi Hinata.
Hasil dari penelitian ini adalah estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho menunjukan kesederhanaan, kesepian, keheningan, nuansa gelap musim gugur, musim dingin, pagi, siang, dan malam hari.
Sedangkan estetika wabi sabi pada haiku karya Masaoka Shiki menunjukan kesederhanaan, kesepian, nuansa gelap, musim gugur, tanda-tanda penuaan, dan sore hari.
Persamaan yang ditemukan adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung estetika wabi dan sabi dengan empat haiku karya Matsuo Basho dan lima haiku karya Masaoka Shiki.
Persamaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung keterangan waktu pada musim gugur.
Perbedaan yang ditemukan adalah tidak semua haiku karya Matsuo Basho mengandung estetika wabi dan sabi sedangkan haiku karya Masaoka Shiki semuanya mengandung estetika wabi dan sabi.
Perbedaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho lebih mengekspresikan pada situasi yang menggambarkan nuansa Buddha, sedangkan haiku karya Masaoka Shiki lebih berfokus pada kondisi alam.
Kata Kunci: Wabi Sabi; Haiku; Buku.

Related Results

MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
Abstrak: Tulisan ini memaparkan hasil analisis majas yang terkandung dalam Haiku (puisi Jepang) karya Matsuo Basho dalam buku Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Haiku-h...
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
Abstrak Bushido adalah etika moral yang awalnya diterapkan kaum samurai sejak zaman Edo (1603-1868). Terdapat tiga sumber utama dalam aturan moral bushido antara lain ajaran Budha ...
Meaning's Comparison of Two Autumn Haiku Written by Masaoka Shiki and Takarai Kikaku
Meaning's Comparison of Two Autumn Haiku Written by Masaoka Shiki and Takarai Kikaku
Every country has its own culture. Japan has a close culture of art, both modern and traditional. One of the Japanese arts in literature is poetry. Poetry in Japanese literature is...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Estetika Wabi-Sabi dan Kenyamanan Interior Pendekatan Berbasis Data terhadap Desain Holistik
Estetika Wabi-Sabi dan Kenyamanan Interior Pendekatan Berbasis Data terhadap Desain Holistik
Konsep Wabi-Sabi dalam desain interior menekankan estetika ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keterhubungan dengan alam, yang semakin relevan dalam menciptakan ruang yang nyaman...
Sensing Retreat: Wabi-sabi-inspired retreat design for comfort and wellness
Sensing Retreat: Wabi-sabi-inspired retreat design for comfort and wellness
<p><strong>The wellness retreat industry is rapidly growing, driven by rising stress levels, a desire for digital detox, and an increased focus on holistic health. Well...
''Ku Only Live Twice'': Ian Fleming's Use of Haiku Poetry
''Ku Only Live Twice'': Ian Fleming's Use of Haiku Poetry
Ian Fleming uses Japanese-style haiku in his 1964 novel You Only Live Twice, skilfully weaving short haiku poems into the prose to chart Bond’s mission to kill Blofeld in the Castl...

Back to Top