Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

European Paper and Watermarks in the Qur'an Copies of Tubagus Mustofa Bakri

View through CrossRef
ABSTRACT A Quran copy written by Tubagus Mustofa Bakri (TMB) stored in the oldest mosque in Bogor, West Java, was claimed to have been existed since the 14th century and became a wide public attention. However, the use of European paper and the watermarks in this Quran copy could indicate the otherwise.  This study examines the use of European paper and watermarks in the Quran copy by TMB to confirm whether the reported time of publication (by the descendants of TMB) confirms with philological identifiers in the manuscript. This study employs a qualitative research design with descriptive analysis methods. Data were collected from direct observations in the field and interviews with key informants. The data were then analyzed using descriptive analysis method. Research finding indicates that there is information discrepancy regarding the time of Quran rewriting. Based on the analysis of the paper used, European paper only began to circulate in Nusantara around the 17th –18th century AD. The watermark in the Quran was also unique to the emblem produced between the 17th–18th centuries AD. The present study concludes that Quran copy made by Tubagus Mustofa Bakri was more likely copied between the 17–18th centuries, hence the claimed date of publication in the 14th century might not be accurate. With this finding, this study contributes in providing more accurate historical fact about Quran copy written by a prominent Islam preacher in West Java, Tubagus Mustofa Bakri.   Keyword: Quran, watermark, paper, European paper     ABSTRAK Salinan Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri diketahui sebagai Al-Qur’an yang ada sejak abad ke-14. Namun, peng­gunaan kertas Eropa dan tanda air (watermark) dalam manuskrip tersebut mengindikasikan perbedaan waktu. Penelitian ini mengkaji penggunaan kertas Eropa dan cap kertas yang terdapat dalam Al-Qur’an salinan Tubagus Mustofa Bakri (disingkat TMB), untuk menjawab pertanyaan: Apa­­kah terdapat kesesuaian antara waktu pembuatan Al-Qur’an sebagai­ma­na disampaikan oleh keturunan TMB dengan informasi filologisnya (jenis kertas dan watermark)? Penelitian ini menggunakan desain pene­litian kuali­tatif dengan model analisis deskriptif. Data penelitian dikum­pulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara terha­dap narasumber. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Data analisis menunjukkan adanya ketidak­sesuaian data terkait waktu penyalinan Al-Quran. Data filologis menunjukkab bahwa kertas yang digunakan Al-Qur’an ini adalah kertas Eropa yang mulai ber­edar di Nusantara sekitar abad ke 17–18 Masehi. Selain itu, konversi cap kertas yang terdapat pada kertas Al-Qur’an juga memperli­hatkan bahwa cap kertas tersebut merupakan ciri khas di abad ke 17–18 Masehi. Pene­litian menyimpulkan bahwa Al-Qur’an salinan Tubagus Mustofa Bakri diperkirakan ditulis pada sekitar abad ke-17–18 Masehi, bukan pada abad ke-14 Masehi sebagaimana informasi anak keturunan TMB. Dengan demi­kian, penelitian ini meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait fakta sejarah al-Qur’an yang disalin oleh penyebar Islam di Jawa Barat ini.  Kata kunci: Al-Quran, Cap Kertas, Kertas, Kertas Eropa
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: European Paper and Watermarks in the Qur'an Copies of Tubagus Mustofa Bakri
Description:
ABSTRACT A Quran copy written by Tubagus Mustofa Bakri (TMB) stored in the oldest mosque in Bogor, West Java, was claimed to have been existed since the 14th century and became a wide public attention.
However, the use of European paper and the watermarks in this Quran copy could indicate the otherwise.
  This study examines the use of European paper and watermarks in the Quran copy by TMB to confirm whether the reported time of publication (by the descendants of TMB) confirms with philological identifiers in the manuscript.
This study employs a qualitative research design with descriptive analysis methods.
Data were collected from direct observations in the field and interviews with key informants.
The data were then analyzed using descriptive analysis method.
Research finding indicates that there is information discrepancy regarding the time of Quran rewriting.
Based on the analysis of the paper used, European paper only began to circulate in Nusantara around the 17th –18th century AD.
The watermark in the Quran was also unique to the emblem produced between the 17th–18th centuries AD.
The present study concludes that Quran copy made by Tubagus Mustofa Bakri was more likely copied between the 17–18th centuries, hence the claimed date of publication in the 14th century might not be accurate.
With this finding, this study contributes in providing more accurate historical fact about Quran copy written by a prominent Islam preacher in West Java, Tubagus Mustofa Bakri.
   Keyword: Quran, watermark, paper, European paper     ABSTRAK Salinan Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri diketahui sebagai Al-Qur’an yang ada sejak abad ke-14.
Namun, peng­gunaan kertas Eropa dan tanda air (watermark) dalam manuskrip tersebut mengindikasikan perbedaan waktu.
Penelitian ini mengkaji penggunaan kertas Eropa dan cap kertas yang terdapat dalam Al-Qur’an salinan Tubagus Mustofa Bakri (disingkat TMB), untuk menjawab pertanyaan: Apa­­kah terdapat kesesuaian antara waktu pembuatan Al-Qur’an sebagai­ma­na disampaikan oleh keturunan TMB dengan informasi filologisnya (jenis kertas dan watermark)? Penelitian ini menggunakan desain pene­litian kuali­tatif dengan model analisis deskriptif.
Data penelitian dikum­pulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara terha­dap narasumber.
Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif.
Data analisis menunjukkan adanya ketidak­sesuaian data terkait waktu penyalinan Al-Quran.
Data filologis menunjukkab bahwa kertas yang digunakan Al-Qur’an ini adalah kertas Eropa yang mulai ber­edar di Nusantara sekitar abad ke 17–18 Masehi.
Selain itu, konversi cap kertas yang terdapat pada kertas Al-Qur’an juga memperli­hatkan bahwa cap kertas tersebut merupakan ciri khas di abad ke 17–18 Masehi.
Pene­litian menyimpulkan bahwa Al-Qur’an salinan Tubagus Mustofa Bakri diperkirakan ditulis pada sekitar abad ke-17–18 Masehi, bukan pada abad ke-14 Masehi sebagaimana informasi anak keturunan TMB.
Dengan demi­kian, penelitian ini meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait fakta sejarah al-Qur’an yang disalin oleh penyebar Islam di Jawa Barat ini.
 Kata kunci: Al-Quran, Cap Kertas, Kertas, Kertas Eropa.

Related Results

AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...
Bisnis Kentang Krispi Mustofa Sebagai Cemilan Yang Sehat
Bisnis Kentang Krispi Mustofa Sebagai Cemilan Yang Sehat
Pemanfaatan kentang menjadi olahan kentang enak dan bergizi, mengemas kentang Mustofa dengan kemasan yang menarik, dan pelabelan produk kentang Mustofa. Metode yang digunakan adala...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Seeing the high level of Qur'an illiteracy survivors in the village of Sakinah and the very limited number of teaching staff to read the Qur'an, it is necessary to have a Qur'an il...
Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an
Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an
Dalam susunan bahasa al-Qur’an, terdapat beberapa kata dengan makna yang sama tetapi berbeda dalam pengucapannya (baca: sinonim). Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi persoa...

Back to Top