Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Rangkaian Seri Dan Paralel Terhadap Tegangan Pada Piezoelektrik

View through CrossRef
Abstrak Background: Piezoelektrik didefinisikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh kristal pada bahan-bahan tertentu yang menghasilkan energi listrik jika diberi beban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh rangkaian pieoelektrik secara seri dan paralel jika diberikan beban sebesar 60 kg, 70 kg, dan 80 kg. Tegangan rata-rata yang dihasilkan oleh rangkaian seri pada beban 60 kg sebesar 3,025 volt, pada beban 70 kg sebesar 3,569 volt, dan pada beban 80 kg sebesar 3,818 volt, sedangkan untuk rangkaian paralel pada beban 60 kg menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 1,824 volt dan pada beban 70 kg sebesar 2,455 volt dan untuk beban 80 kg menghasilkan tegangan sebesar 3,138 volt.Piezoelektrik yang dirangkai secara rangkaian seri menghasilkan tegangan rata-rata lebih besar dari pada rangkaian pararel yang masing-masing sebesar 3,470 volt pada rangkaian seri dan 2,472 volt pada rangkaian paralel. Abstract Background: Piezoelectric is defined as the ability of crystal to generate electricity on any certain material when it given a load. This study about to compared the voltage that generated by piezoelectric circuit when it given a load of 60 kg, 70 kg, and 80 kg. The average voltage produced by series circuit at 60 kg load is 3,025 volts, at 70 kg is 3,569 volts, at 80 kg is 3,818 volts, while the parallel circuit at 60 kg load produces an average voltage of 1,824 volts, and at load 70 kg produces 2,455 volt and for load of 80 kg produces a voltage of 3,138 volts.A piezoelectric that assembled in series produces a higher total average voltage than the parallel circuit, wich are 3,470 Volts in series and of 2,472 volts in parallel circuits.
Title: Pengaruh Rangkaian Seri Dan Paralel Terhadap Tegangan Pada Piezoelektrik
Description:
Abstrak Background: Piezoelektrik didefinisikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh kristal pada bahan-bahan tertentu yang menghasilkan energi listrik jika diberi beban.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh rangkaian pieoelektrik secara seri dan paralel jika diberikan beban sebesar 60 kg, 70 kg, dan 80 kg.
Tegangan rata-rata yang dihasilkan oleh rangkaian seri pada beban 60 kg sebesar 3,025 volt, pada beban 70 kg sebesar 3,569 volt, dan pada beban 80 kg sebesar 3,818 volt, sedangkan untuk rangkaian paralel pada beban 60 kg menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 1,824 volt dan pada beban 70 kg sebesar 2,455 volt dan untuk beban 80 kg menghasilkan tegangan sebesar 3,138 volt.
Piezoelektrik yang dirangkai secara rangkaian seri menghasilkan tegangan rata-rata lebih besar dari pada rangkaian pararel yang masing-masing sebesar 3,470 volt pada rangkaian seri dan 2,472 volt pada rangkaian paralel.
Abstract Background: Piezoelectric is defined as the ability of crystal to generate electricity on any certain material when it given a load.
This study about to compared the voltage that generated by piezoelectric circuit when it given a load of 60 kg, 70 kg, and 80 kg.
The average voltage produced by series circuit at 60 kg load is 3,025 volts, at 70 kg is 3,569 volts, at 80 kg is 3,818 volts, while the parallel circuit at 60 kg load produces an average voltage of 1,824 volts, and at load 70 kg produces 2,455 volt and for load of 80 kg produces a voltage of 3,138 volts.
A piezoelectric that assembled in series produces a higher total average voltage than the parallel circuit, wich are 3,470 Volts in series and of 2,472 volts in parallel circuits.

Related Results

Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
Analisis Karakteristrik Dioda Berbasis Eksperimen di Laboratorium Fisika Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Analisis Karakteristrik Dioda Berbasis Eksperimen di Laboratorium Fisika Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Sebagai penyearah arus, dioda mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Sebagai komponen perangkat elektronik, karakteristik dioda sangat penting untuk diketahui. Di...
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR
Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemen...
RANCANG BANGUN BATTERY PACK LITHIUM 144V/220AH UNTUK MOBIL LISTRIK
RANCANG BANGUN BATTERY PACK LITHIUM 144V/220AH UNTUK MOBIL LISTRIK
Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) semakin pesat dalam berbagai aspek, didorong oleh kebutuhan akan solusi transportasi yang ramah lingkungan dan efisie...
Perancangan dan Simulasi Sistem Charging Station Dengan mempertimbangkan Tegangan Masuk pada Buck-Boost Converter
Perancangan dan Simulasi Sistem Charging Station Dengan mempertimbangkan Tegangan Masuk pada Buck-Boost Converter
Pembuatan  Charger Station dengan mengimplementasikan Buck-Boost Converter dengan sumber energi yang dihasilkan panel surya bertujuan untuk memudahkan masyarakat pada saat berwisat...
FINITE ELEMENT SIMULATION OF MEMS PIEZOELECTRIC ENERGY SCAVENGER BASED ON PZT THIN FILM
FINITE ELEMENT SIMULATION OF MEMS PIEZOELECTRIC ENERGY SCAVENGER BASED ON PZT THIN FILM
Vibration energy harvesting has been progressively developed in the advancement of technology and widely used by a lot of researchers around the world. There is a very high demand ...
Evaluasi Pentanahan Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 70 kV Menggunakan Electro Magnetic Transient Program (EMTP)
Evaluasi Pentanahan Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 70 kV Menggunakan Electro Magnetic Transient Program (EMTP)
Sistem transmisi merupakan sistem yang sering mengalami gangguan sambaran petir dan dapat menyebabkan back flashover (BFO) apabila terdapat sambaran langsung pada kawat tanah maupu...

Back to Top