Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN KEJADIAN KASUS STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA TAHUN 2025
View through CrossRef
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Faktor lingkungan, termasuk perilaku merokok dalam keluarga, berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi perilaku merokok dalam keluarga, kejadian stunting pada balita, serta menganalisis hubungan keduanya di wilayah kerja Puskesmas Botania tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 4.630 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 98 balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri berdasarkan indeks TB/U standar WHO Anthro 2005, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga termasuk kategori perilaku merokok ringan (78,6%) dan sisanya kategori berat (21,4%). Sebanyak 22 balita (22,4%) mengalami stunting, sedangkan 76 balita (77,6%) tidak mengalami stunting. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara perilaku merokok dalam keluarga dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,028; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok dalam keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita, baik melalui paparan asap rokok yang mengganggu metabolisme dan penyerapan nutrisi, maupun secara tidak langsung melalui alokasi pendapatan rumah tangga. Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga pengendalian perilaku merokok di lingkungan rumah tangga.
Title: HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN KEJADIAN KASUS STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA TAHUN 2025
Description:
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Faktor lingkungan, termasuk perilaku merokok dalam keluarga, berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi perilaku merokok dalam keluarga, kejadian stunting pada balita, serta menganalisis hubungan keduanya di wilayah kerja Puskesmas Botania tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian adalah 4.
630 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 98 balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri berdasarkan indeks TB/U standar WHO Anthro 2005, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga termasuk kategori perilaku merokok ringan (78,6%) dan sisanya kategori berat (21,4%).
Sebanyak 22 balita (22,4%) mengalami stunting, sedangkan 76 balita (77,6%) tidak mengalami stunting.
Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara perilaku merokok dalam keluarga dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,028; p < 0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok dalam keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita, baik melalui paparan asap rokok yang mengganggu metabolisme dan penyerapan nutrisi, maupun secara tidak langsung melalui alokasi pendapatan rumah tangga.
Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga pengendalian perilaku merokok di lingkungan rumah tangga.
Related Results
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
ABSTRACTÂ Stunting is the nutritional status of toddlers based on the height index for age. The maximum stunting standard according to World Health Organization (WHO) is 20% or one-...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACTÂ According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
ABSTRACTÂ Stunting is a condition of failure to thrive in children under five (infants under five years). In Indonesia, based on the results of Riskesdas in 2013 there were 37.2% of...
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD), ASI EKSKLUSIF, ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MEURAH DUA KECAMATAN MEURAH DUA KABUPATEN PIDIE JAYA
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD), ASI EKSKLUSIF, ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MEURAH DUA KECAMATAN MEURAH DUA KABUPATEN PIDIE JAYA
Abstrak: Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Asi Eksklusif, Antenatal Care (ANC) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Meurah Dua Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pi...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...

