Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NALAR KEBENARAN DALAM FILSAFAT ISLAM

View through CrossRef
Artikel ini membahas tentang kebenaran (ilmiah) atau intelektual dalam ranah Filsafat Islam. Filsafat Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang keberadaannya telah menimbulkan pro dan kontra.  Sebagian mereka yang berpikiran maju dan bersifat liberal cendrung mau menerima pemikiran filsafat Islam. Sedangkan bagi mereka yang bersifat tradisional yakni yang berpegang teguh pada doktrin ajaran al-Qur'an dan al-hadits secara tekstual, cenderung kurang mau menerima filsafat, bahkan menolaknya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan murni (library research) semua karya yang terkait dengan penelitian ini, penulis jadikan bahan rujukan untuk membaca dan menganalisis problem kebenaran ditinjau dari aspek Filsafat Islam. Nalar Kebenaran dalam Filsafat Islam dibagi menjadi : Bayani, burhani dan irfani. Pendekatan bayani dapat diartikan sebagai model metodologi berpikir yang didasarkan atas teks. Dalam hal ini teks sucilah yang memiliki otoritas penuh menentukan arah kebenaran. Fungsi akal hanya sebagai pengawal makna yang terkandung di dalamnya yang dapat diketehui melalui pencermatan hubungan antara makna dan lafaz. Pendekatan burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal. Akal menurut epistemologi ini mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk. Dalam pendekatan irfani lebih dikenal dengan istilah intuisi. Dengan intuisi, manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu. Ciri khas intuisi antara lain; dzauqi (rasa) yaitu melalui pengalaman langsung, ilmu huduri yaitu kehadiran objek dalam diri subjek, dan eksistensial yaitu tanpa melalui kategorisasi akan tetapi mengenalnya secara intim.
Community of Research Laboratory
Title: NALAR KEBENARAN DALAM FILSAFAT ISLAM
Description:
Artikel ini membahas tentang kebenaran (ilmiah) atau intelektual dalam ranah Filsafat Islam.
Filsafat Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang keberadaannya telah menimbulkan pro dan kontra.
  Sebagian mereka yang berpikiran maju dan bersifat liberal cendrung mau menerima pemikiran filsafat Islam.
Sedangkan bagi mereka yang bersifat tradisional yakni yang berpegang teguh pada doktrin ajaran al-Qur'an dan al-hadits secara tekstual, cenderung kurang mau menerima filsafat, bahkan menolaknya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan murni (library research) semua karya yang terkait dengan penelitian ini, penulis jadikan bahan rujukan untuk membaca dan menganalisis problem kebenaran ditinjau dari aspek Filsafat Islam.
Nalar Kebenaran dalam Filsafat Islam dibagi menjadi : Bayani, burhani dan irfani.
Pendekatan bayani dapat diartikan sebagai model metodologi berpikir yang didasarkan atas teks.
Dalam hal ini teks sucilah yang memiliki otoritas penuh menentukan arah kebenaran.
Fungsi akal hanya sebagai pengawal makna yang terkandung di dalamnya yang dapat diketehui melalui pencermatan hubungan antara makna dan lafaz.
Pendekatan burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal.
Akal menurut epistemologi ini mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk.
Dalam pendekatan irfani lebih dikenal dengan istilah intuisi.
Dengan intuisi, manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu.
Ciri khas intuisi antara lain; dzauqi (rasa) yaitu melalui pengalaman langsung, ilmu huduri yaitu kehadiran objek dalam diri subjek, dan eksistensial yaitu tanpa melalui kategorisasi akan tetapi mengenalnya secara intim.

Related Results

KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validas...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
ANALISIS PEMIKIRAN NALAR BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
ANALISIS PEMIKIRAN NALAR BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konte...
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Filsafat Ilmu merupakan salah satu cabang khusus dari Filsafat yang memiliki kedudukan dan posisi yang strategis dalam membangun paradigma ilmu di Indonesia. Penelitian ini akan me...
Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat
Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat
Penelitian ini berjudul Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Filsafat, Penelitian ini ...
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...

Back to Top