Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA RELIGIUSITAS DALAM PERSPEKTIF ANAK JALANAN

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui religiusitas pada kehidupan anak jalanan serta mengetahui faktor yang melatarbelakangi mereka menjadi anak jalanan di kota Probolinggo. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak jalanan masih menerapakan religiusitas di dalam kehidupan sehari-harinya meskipun mereka jarang beribadah seperti sholat, mengaji dan puasa wajib tetapi mereka masih sering melakukan hal-hal keagamaan yang terkadang bagi orang-orang adalah hal yang sepele seperti selalu bersyukur, berdo’a agar tetap diberikan kesehatan dan berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, berdo’a sebelum pergi, berdo’a sebelum makan, mendo’akan kebaikan untuk keluarganya, serta masih tetap menghormati ibunya dengan selalu mencium tangannya ketika akan pergi, memiliki sopan santun yang tinggi terhadap orang yang lebih tua dan selalu mengucapkan salam ketika pergi dan pulang ke rumah.Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi para responden menjadi anak jalanan yang pertama adalah responden menjadi korban dari perceraian kedua orang tuanya.Yang kedua, responden bukanlah seseorang yang menempuh pendidikan hingga tinggi, sehingga responden kesulitan dalam mencari pekerjaan yang layak dan memutuskan untuk mengamen.Kata Kunci: religiusitas, faktor yang melatarbelakangi, anak jalanan.
Title: MAKNA RELIGIUSITAS DALAM PERSPEKTIF ANAK JALANAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui religiusitas pada kehidupan anak jalanan serta mengetahui faktor yang melatarbelakangi mereka menjadi anak jalanan di kota Probolinggo.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak jalanan masih menerapakan religiusitas di dalam kehidupan sehari-harinya meskipun mereka jarang beribadah seperti sholat, mengaji dan puasa wajib tetapi mereka masih sering melakukan hal-hal keagamaan yang terkadang bagi orang-orang adalah hal yang sepele seperti selalu bersyukur, berdo’a agar tetap diberikan kesehatan dan berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, berdo’a sebelum pergi, berdo’a sebelum makan, mendo’akan kebaikan untuk keluarganya, serta masih tetap menghormati ibunya dengan selalu mencium tangannya ketika akan pergi, memiliki sopan santun yang tinggi terhadap orang yang lebih tua dan selalu mengucapkan salam ketika pergi dan pulang ke rumah.
Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi para responden menjadi anak jalanan yang pertama adalah responden menjadi korban dari perceraian kedua orang tuanya.
Yang kedua, responden bukanlah seseorang yang menempuh pendidikan hingga tinggi, sehingga responden kesulitan dalam mencari pekerjaan yang layak dan memutuskan untuk mengamen.
Kata Kunci: religiusitas, faktor yang melatarbelakangi, anak jalanan.

Related Results

STRATEGI PEMBERDAYAAN KEUANGAN ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG
STRATEGI PEMBERDAYAAN KEUANGAN ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG
Tujuan Penelitian adalah mencari model pemberdayaan keuangan anak jalanan merupakan usaha   untuk membuat anak jalanan menjadi berdaya melalui upaya pembelajaran sehingga mereka ma...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
PERAN RELIGIUSITAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DARING PADA MAHASISWA
PERAN RELIGIUSITAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DARING PADA MAHASISWA
Pandemi Covid-19 sejak setahun lebih yang lalu tak kian surut di Indonesia. Karena itu, sebagian besar aktivitas masih dilakukan secara daring terutama di bidang Pendidikan yaitu s...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Perlindungan anak terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, sebagai bagian utama peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, karena anak adalah kelompok strategis berkelanjutan...
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur)
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur)
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (Studi Kasus di Rumah Singgah Sanggar Anak Akar, Jakarta Timur)                                                                                      ...
Konseling Pastoral Sebagai Kebutuhan Pendampingan Bagi Anak Jalanan Di Kelurahan Maro-Distrik Meruake
Konseling Pastoral Sebagai Kebutuhan Pendampingan Bagi Anak Jalanan Di Kelurahan Maro-Distrik Meruake
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral sangat urgen dan membawa dampak bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berusaha u...

Back to Top