Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN MEDAN DENAI
View through CrossRef
AbstractSlum has still been a problem in the City of Medan. However, the effort in dealing with it is suspected to be inadequate. Thus, study aims to find out the rate of slum in Denai District and slum handling pattern in Denai District. This research was conducted at the Denai District. The study was conducted in all villages identified slums in Denai District that is Tegal Sari Mandala II Village and Tegal Sari Mandala III Village. Data collection techniques in this study were observation and interview. The data analysis technique used is qualitative descriptive. The results showed that the rate of slum in Denai District in Tegal Sari Mandala II Village is mild slum and Tegal Sari Mandala III Village is mild slum. While slum handling pattern done in Denai District is restoration. Handling made in Tegal Sri Mandala II Village is improvement of drainage and culverts structures, concretes plates and waste facilities like waste cart. While handling made in Tegal Sri Mandala III Village is improvement of drainage structures, waste water management system and waste facilities. Generally, the handling effort has not succeeded in improving the slum status of the neighborhood.Keywords: Rate of Slum, Handling Pattern, Slum AbstrakPemukiman kumuh masih menjadi masalah di Kota Medan. Namun, upaya penanganannya disinyalir masih kurang memadai. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kekumuhan di Kecamatan Medan Denai dan pola penanganan permukiman kumuh di Kecamatan Medan Denai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Denai. Lokasi penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang teridentifikasi kumuh di Kecamatan Medan Denai yaitu 2 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan Tegal Sari Mandala III. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan yang terdapat di Kecamatan Medan Denai adalah Kelurahan Tegal Sari Mandala II masuk dalam kategori kumuh ringan, Kelurahan Tegal Sari Mandala III masuk dalam kategori kumuh ringan. Sedangkan pola penanganan yang dilakukan di Kecamatan Medan Denai adalah pemugaran. Penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala II adalah perbaikan struktur drainase dan gorong-gorong, plat beton dan sarana persampahan bak sampah. Sedangkan penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III adalah perbaikan struktur drainase, sistem pengelolaan air limbah dan sarana persampahan. Secara umum upaya yang telah dilakukan masih belum mampu meningkatkan status pemukiman tersebut menjadi tidak kumuh.Kata Kunci: Tingkat Kekumuhan, Pola Penanganan, Permukiman Kumuh
Title: ANALISIS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN MEDAN DENAI
Description:
AbstractSlum has still been a problem in the City of Medan.
However, the effort in dealing with it is suspected to be inadequate.
Thus, study aims to find out the rate of slum in Denai District and slum handling pattern in Denai District.
This research was conducted at the Denai District.
The study was conducted in all villages identified slums in Denai District that is Tegal Sari Mandala II Village and Tegal Sari Mandala III Village.
Data collection techniques in this study were observation and interview.
The data analysis technique used is qualitative descriptive.
The results showed that the rate of slum in Denai District in Tegal Sari Mandala II Village is mild slum and Tegal Sari Mandala III Village is mild slum.
While slum handling pattern done in Denai District is restoration.
Handling made in Tegal Sri Mandala II Village is improvement of drainage and culverts structures, concretes plates and waste facilities like waste cart.
While handling made in Tegal Sri Mandala III Village is improvement of drainage structures, waste water management system and waste facilities.
Generally, the handling effort has not succeeded in improving the slum status of the neighborhood.
Keywords: Rate of Slum, Handling Pattern, Slum AbstrakPemukiman kumuh masih menjadi masalah di Kota Medan.
Namun, upaya penanganannya disinyalir masih kurang memadai.
Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kekumuhan di Kecamatan Medan Denai dan pola penanganan permukiman kumuh di Kecamatan Medan Denai.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Denai.
Lokasi penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang teridentifikasi kumuh di Kecamatan Medan Denai yaitu 2 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan Tegal Sari Mandala III.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara.
Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan yang terdapat di Kecamatan Medan Denai adalah Kelurahan Tegal Sari Mandala II masuk dalam kategori kumuh ringan, Kelurahan Tegal Sari Mandala III masuk dalam kategori kumuh ringan.
Sedangkan pola penanganan yang dilakukan di Kecamatan Medan Denai adalah pemugaran.
Penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala II adalah perbaikan struktur drainase dan gorong-gorong, plat beton dan sarana persampahan bak sampah.
Sedangkan penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III adalah perbaikan struktur drainase, sistem pengelolaan air limbah dan sarana persampahan.
Secara umum upaya yang telah dilakukan masih belum mampu meningkatkan status pemukiman tersebut menjadi tidak kumuh.
Kata Kunci: Tingkat Kekumuhan, Pola Penanganan, Permukiman Kumuh.
Related Results
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Bandar Lampung adalah 4.365,26 Ha, dimana 44,55 Ha kawasan kumuh berat, 2.073,...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 –...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Pesisir Di Kecamatan Abeli
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Pesisir Di Kecamatan Abeli
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks kekumuhan permukiman pesisir dan menganalisis kondisi eksisting permukiman di Kecamatan Abeli Kota Kendari dengan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Efektifitas Perencanaan Penanganan dalam Upaya Percepatan Pengentasan Permukiman Kumuh
Efektifitas Perencanaan Penanganan dalam Upaya Percepatan Pengentasan Permukiman Kumuh
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas perencanaan penanganan dalam upaya percepatan pengentasan permukiman kumuh di Kelurahan Madawat Kabupaten Sikka. Jenis penel...
Permukiman Kumuh Perkotaan: Penyebab, Dampak Dan Solusi
Permukiman Kumuh Perkotaan: Penyebab, Dampak Dan Solusi
Permukiman kumuh perkotaan dapat dikatakan sebagai wilayah permukiman yang tidak layak huni, baik dari aspek fisik maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pen...

