Javascript must be enabled to continue!
Penggunaan Limbah Mortar Sebagai Pengganti Agregat Halus dan Additive Bestmittel
View through CrossRef
Keterbatasan sumber daya alam dalam menyediakan material pembentuk beton merupakan persoalan penting. Disisi lain, pembongkaran bangunan dan infrasturktur sipil yang terdiri dari material mortar menimbulkan limbah mortar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik agregat sebagai bahan penyusun beton dan menetukan nilai kuat tekan beton. Metode yang digunakan yaitu metode DOE (Departement Of Environment) dengan jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan variasi sampel limbah mortar 50% dan 100% dengan penambahan additive bestmittel 0,6% terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan subsitusi limbah mortar pada campuran beton mempengaruhi nilai kuat tekan karakteristik beton. Dimana nilai kuat tekan beton dengan subsitusi limbah mortar 50% dan 100% masing-masing diperoleh kuat tekan karakteristik 166.22 kg/cm2 dan 181.11 kg/cm2 jika dibandingkan dengan nilai kuat tekan tanpa limbah mortar diperoleh 196.04 kg/cm2. Nilai kuat tekan limbah mortar 100% mengalami peningkatan sebesar 5.20% dari hasil kuat tekan yang direncanakan. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya penggunaan zat additive bestmittel yang berfungsi menjadikan beton lebih cepat keras dan meningkatkan mutu/kekuatan beton.
Politeknik Pratama Purwokerto
Title: Penggunaan Limbah Mortar Sebagai Pengganti Agregat Halus dan Additive Bestmittel
Description:
Keterbatasan sumber daya alam dalam menyediakan material pembentuk beton merupakan persoalan penting.
Disisi lain, pembongkaran bangunan dan infrasturktur sipil yang terdiri dari material mortar menimbulkan limbah mortar.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik agregat sebagai bahan penyusun beton dan menetukan nilai kuat tekan beton.
Metode yang digunakan yaitu metode DOE (Departement Of Environment) dengan jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan variasi sampel limbah mortar 50% dan 100% dengan penambahan additive bestmittel 0,6% terhadap berat semen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan subsitusi limbah mortar pada campuran beton mempengaruhi nilai kuat tekan karakteristik beton.
Dimana nilai kuat tekan beton dengan subsitusi limbah mortar 50% dan 100% masing-masing diperoleh kuat tekan karakteristik 166.
22 kg/cm2 dan 181.
11 kg/cm2 jika dibandingkan dengan nilai kuat tekan tanpa limbah mortar diperoleh 196.
04 kg/cm2.
Nilai kuat tekan limbah mortar 100% mengalami peningkatan sebesar 5.
20% dari hasil kuat tekan yang direncanakan.
Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya penggunaan zat additive bestmittel yang berfungsi menjadikan beton lebih cepat keras dan meningkatkan mutu/kekuatan beton.
.
Related Results
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
Pemanfaatan material lokal, walaupun mampu mengurangi biaya mobilisasi dan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat, tetap harus lolos pengujian terhadap sp...
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai perekat pasangan batu bata, batako, plesteran dan sebagainya. Saat ini mortar masih menggunakan agregat halus atau pa...
Penambahan Limbah Mortar dan Additive Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton
Penambahan Limbah Mortar dan Additive Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton
Seiring dengan kemajuan zaman, teknologi dibidang konstruksi bangunan mengalami perkembangan pesat, Sehingga diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi...
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu komponen struktur yang paling sering digunakan sampai saat ini, baik untuk bangunan gedung, jembatan maupun dermaga. Beton merupa...
PERANCANGAN ALAT UJI TARIK MORTAR MENGGUNAKAN TENAGA PENGGERAK MOTOR LISTRIK
PERANCANGAN ALAT UJI TARIK MORTAR MENGGUNAKAN TENAGA PENGGERAK MOTOR LISTRIK
ABSTRACTMechanic characteristics of hard mortar are: compressive strength, flexural strength, tensile strength, and adhesion power. In the meantime, at Building Material Laboratory...
Study Penggunaan Serbuk Kaca Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus Pengaruh Terhadap Sifat Mekanik Beton
Study Penggunaan Serbuk Kaca Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus Pengaruh Terhadap Sifat Mekanik Beton
Beton adalah bagian dari bangunan yang kita jumpai pada proses pembangunan seperti bangunan gedung, jalan dan jembatan. Perencanaan suatu beton dituntut adanya hasil perencanaan ya...
EFEK KADAR LUMPUR TERHADAP KEKUATAN BETON GEOPOLIMER
EFEK KADAR LUMPUR TERHADAP KEKUATAN BETON GEOPOLIMER
Abstract
It has been tested the effects of claycontent (material through sieve No. 200) on the coarse aggregate and fine aggregate on the characteristics of geopolymer...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...

