Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penambahan Limbah Mortar dan Additive Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton

View through CrossRef
Seiring dengan kemajuan zaman, teknologi dibidang konstruksi bangunan mengalami perkembangan pesat, Sehingga diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi alam. Dengan memanfaatan limbah mortar sebagai alternatif material baru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik agregat sebagai bahan penyusun beton dan menetukan nilai kuat tekan beton. Metode yang digunakan yaitu metode DOE (Departement Of Environment) dengan jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan variasi sampel limbah mortar 50% dan 60% terhadap pasir dengan 0.6% additive bestmittell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan subsitusi limbah mortar  pada campuran beton mempengaruhi nilai kuat tekan karakteristik beton. Dimana nilai kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari diperoleh 196,04 kg/cm² untuk beton normal, sedangkan nilai kuat tekan beton setelah dilakukan  subsitusi limbah Mortar 50% dan 60% dengan additive bestmittel 0.6% diperoleh 105.11 kg/m³ dan 167.56 kg/cm². Nilai tersebut jika dibandingkan dengan mix design rencana yaitu 175 kg/m³ atau K-175, hanya  beton normal yang memenuhi sedangkan beton dengan llimbah mortar dengan additive tidak memenuhi. Penurunan nilai kuat tekan sebesar 90.93 kg/cm² dan 28.48 kg/cm² atau 46.38% dan 14.53% terhadap beton normal.
Title: Penambahan Limbah Mortar dan Additive Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton
Description:
Seiring dengan kemajuan zaman, teknologi dibidang konstruksi bangunan mengalami perkembangan pesat, Sehingga diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi alam.
Dengan memanfaatan limbah mortar sebagai alternatif material baru.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik agregat sebagai bahan penyusun beton dan menetukan nilai kuat tekan beton.
Metode yang digunakan yaitu metode DOE (Departement Of Environment) dengan jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan variasi sampel limbah mortar 50% dan 60% terhadap pasir dengan 0.
6% additive bestmittell.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan subsitusi limbah mortar  pada campuran beton mempengaruhi nilai kuat tekan karakteristik beton.
Dimana nilai kuat tekan karakteristik pada umur 28 hari diperoleh 196,04 kg/cm² untuk beton normal, sedangkan nilai kuat tekan beton setelah dilakukan  subsitusi limbah Mortar 50% dan 60% dengan additive bestmittel 0.
6% diperoleh 105.
11 kg/m³ dan 167.
56 kg/cm².
Nilai tersebut jika dibandingkan dengan mix design rencana yaitu 175 kg/m³ atau K-175, hanya  beton normal yang memenuhi sedangkan beton dengan llimbah mortar dengan additive tidak memenuhi.
Penurunan nilai kuat tekan sebesar 90.
93 kg/cm² dan 28.
48 kg/cm² atau 46.
38% dan 14.
53% terhadap beton normal.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Penggunaan Limbah Mortar Sebagai Pengganti Agregat Halus dan Additive Bestmittel
Penggunaan Limbah Mortar Sebagai Pengganti Agregat Halus dan Additive Bestmittel
Keterbatasan sumber daya alam dalam menyediakan material pembentuk beton merupakan persoalan penting. Disisi lain, pembongkaran bangunan dan infrasturktur sipil yang terdiri dari m...
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Beton merupakan material konstruksi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bagian bangunan yang kita temui selama proses pembangunan, seperti pada gedung, jalan, dan jembata...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Limbah keramik merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari perenovasian rumah maupun gedung di Kota Bukittinggi yang tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan kembali limbah keramik men...

Back to Top