Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Transformasi Estetika dan Makna Magis Musik Sirompak : Studi Deskriptif terhadap Peran Gasiang Tangkurak dalam Karya Musik Tradisi Minangkabau

View through CrossRef
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi estetika dan makna magis dari musik Sirompak, khususnya Gasiang Tangkurak, dalam karya musik tradisi Minangkabau. Musik Sirompak yang awalnya memiliki fungsi ritual magis, kini telah mengalami rekontekstualisasi yang signifikan melalui pengaruh modernitas dan inovasi musik, menjadi bagian dari pertunjukan artistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis estetika dari perspektif etnomusikologi dan filsafat seni, serta mengintegrasikan teori simbolisme musik, budaya sebagai teks, dan ritus dalam studi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gasiang Tangkurak, yang dahulu digunakan dalam konteks spiritual dan ritual, kini menjadi inspirasi dalam komposisi musik yang lebih modern dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Perubahan ini juga mencakup hibridisasi unsur musik, di mana Gasiang Tangkurak dipengaruhi oleh aransemen musik pop dan keroncong. Meskipun ada pergeseran dari fungsi magis ke estetika modern, makna simbolik dan kekuatan spiritual yang terkandung dalam musik tersebut masih dapat ditemukan, baik dalam struktur musik maupun dalam pengaruhnya terhadap pendengarnya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa musik tradisional dapat terus beradaptasi dan berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan spiritualnya. Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan mengenai integrasi elemen musik tradisional dalam komposisi kontemporer serta performativitasnya dalam ruang urban.
Title: Transformasi Estetika dan Makna Magis Musik Sirompak : Studi Deskriptif terhadap Peran Gasiang Tangkurak dalam Karya Musik Tradisi Minangkabau
Description:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi estetika dan makna magis dari musik Sirompak, khususnya Gasiang Tangkurak, dalam karya musik tradisi Minangkabau.
Musik Sirompak yang awalnya memiliki fungsi ritual magis, kini telah mengalami rekontekstualisasi yang signifikan melalui pengaruh modernitas dan inovasi musik, menjadi bagian dari pertunjukan artistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis estetika dari perspektif etnomusikologi dan filsafat seni, serta mengintegrasikan teori simbolisme musik, budaya sebagai teks, dan ritus dalam studi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gasiang Tangkurak, yang dahulu digunakan dalam konteks spiritual dan ritual, kini menjadi inspirasi dalam komposisi musik yang lebih modern dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Perubahan ini juga mencakup hibridisasi unsur musik, di mana Gasiang Tangkurak dipengaruhi oleh aransemen musik pop dan keroncong.
Meskipun ada pergeseran dari fungsi magis ke estetika modern, makna simbolik dan kekuatan spiritual yang terkandung dalam musik tersebut masih dapat ditemukan, baik dalam struktur musik maupun dalam pengaruhnya terhadap pendengarnya.
Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa musik tradisional dapat terus beradaptasi dan berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan spiritualnya.
Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan mengenai integrasi elemen musik tradisional dalam komposisi kontemporer serta performativitasnya dalam ruang urban.

Related Results

Basirompak: Dokumenter Tradisi dan Ritual Sirompak Taeh di Nagari 50 Kota
Basirompak: Dokumenter Tradisi dan Ritual Sirompak Taeh di Nagari 50 Kota
Minangkabau sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia yang memiliki kesenian tradisi, kegiatan tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat. Dari sekian banyak tradisi di Minangk...
Gasiang Tangkurak/Sirompak Sebagai Inspirasi Karya Musik Dalam Seni Pertunjukan Tradisi Minangkabau
Gasiang Tangkurak/Sirompak Sebagai Inspirasi Karya Musik Dalam Seni Pertunjukan Tradisi Minangkabau
This study aims to find sirompak music as a traditional Minangkabau music performance that uses gasian tangkorak as inspiration for making works. characteristic and gives rise to c...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Literary works are considered the result of human reflection on the realist world. However, some literary works contain not only realist but also topics of magic, such as in the sh...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
PERBANDINGAN ESTETIKA WABI SABI PADA HAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN MASAOKA SHIKI DALAM BUKU WABI SABI KARYA MARK REIBSTEIN
PERBANDINGAN ESTETIKA WABI SABI PADA HAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN MASAOKA SHIKI DALAM BUKU WABI SABI KARYA MARK REIBSTEIN
Penelitian ini meneliti tentang perbandingan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki pada buku Wabi Sabi karya Mark Reibstein. Penelitian ini bertujuan m...
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...

Back to Top