Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Self-Regulated Learning terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir
View through CrossRef
Abstract. Self-regulated learning means that these skills do not develop spontaneously, meaning that self-regulated learning in individuals can change or not persist. These changes can be caused by increased academic demands. For final year students, a thesis is a task that must be completed and there are demands for completion, namely to do it independently and graduate on time. These academic demands can cause academic stress. Therefore, independent learning is needed in the learning process. The aim of this research is to determine the level of self-regulated learning and academic stress and to determine the effect of self-regulated learning on academic stress in final year students working on their thesis. The research method used is a quantitative method with data analysis using a simple linear regression test. The total sample was 203 respondents (68% female and 32% male) final year students who were working on their thesis. The sampling technique used is convenience sampling. Data were obtained using the self-regulated learning scale and the Student-Life Stress Inventory (SLSI). The research results showed that there was an influence between self-regulated learning and academic stress on final year students working on their thesis (T test 0.000<0.05 and R2 value 0.451). Independent learning is at a low level and academic stress is at a high level. This is a suggestion for future researchers to expand the amount of research in various faculties and universities to provide programs that can increase learning independence and reduce academic stress.
Abstrak. Self-regulated learning merupakan keterampilan tidak berkembang secara spontan, artinya self-regulated learning pada individu dapat berubah-ubah atau tidak menetap. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh tuntutan akademik yang meningkat. Pada mahasiswa tingkat akhir skripsi merupakan tugas yang harus dijalani dalam penyelesaiannya terdapat tuntutan, yaitu dilakukan secara mandiri dan lulus tepat waktu. Adanya tuntutan akademik tersebut dapat menyebabkan stres akademik. Oleh karena itu, self-regulated learning dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-regulated learning dan stres akademik dan mengetahui pengaruh self-regulated learning terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Jumlah sampel 203 responden (68% Perempuan dan 32% laki-laki) mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Teknik sampling yang menggunakan adalah convenience sampling. Data diperoleh menggunakan skala self-regulated learning dan Student-Life Stress Inventory (SLSI). Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh antara self-regulated learning dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi (Uji T 0.000<0.05 dan nilai R2 0.451). Self-regulated learning berada di tingkat rendah dan stres akademik berada di tingkat tinggi. Adapun saran bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel penelitian di berbagai fakultas dan universitas dapat memberikan program yang dapat meningkatkan self-regulated learning dan menurunkan stres akademik.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengaruh Self-Regulated Learning terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Description:
Abstract.
Self-regulated learning means that these skills do not develop spontaneously, meaning that self-regulated learning in individuals can change or not persist.
These changes can be caused by increased academic demands.
For final year students, a thesis is a task that must be completed and there are demands for completion, namely to do it independently and graduate on time.
These academic demands can cause academic stress.
Therefore, independent learning is needed in the learning process.
The aim of this research is to determine the level of self-regulated learning and academic stress and to determine the effect of self-regulated learning on academic stress in final year students working on their thesis.
The research method used is a quantitative method with data analysis using a simple linear regression test.
The total sample was 203 respondents (68% female and 32% male) final year students who were working on their thesis.
The sampling technique used is convenience sampling.
Data were obtained using the self-regulated learning scale and the Student-Life Stress Inventory (SLSI).
The research results showed that there was an influence between self-regulated learning and academic stress on final year students working on their thesis (T test 0.
000<0.
05 and R2 value 0.
451).
Independent learning is at a low level and academic stress is at a high level.
This is a suggestion for future researchers to expand the amount of research in various faculties and universities to provide programs that can increase learning independence and reduce academic stress.
Abstrak.
Self-regulated learning merupakan keterampilan tidak berkembang secara spontan, artinya self-regulated learning pada individu dapat berubah-ubah atau tidak menetap.
Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh tuntutan akademik yang meningkat.
Pada mahasiswa tingkat akhir skripsi merupakan tugas yang harus dijalani dalam penyelesaiannya terdapat tuntutan, yaitu dilakukan secara mandiri dan lulus tepat waktu.
Adanya tuntutan akademik tersebut dapat menyebabkan stres akademik.
Oleh karena itu, self-regulated learning dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-regulated learning dan stres akademik dan mengetahui pengaruh self-regulated learning terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana.
Jumlah sampel 203 responden (68% Perempuan dan 32% laki-laki) mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi.
Teknik sampling yang menggunakan adalah convenience sampling.
Data diperoleh menggunakan skala self-regulated learning dan Student-Life Stress Inventory (SLSI).
Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh antara self-regulated learning dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi (Uji T 0.
000<0.
05 dan nilai R2 0.
451).
Self-regulated learning berada di tingkat rendah dan stres akademik berada di tingkat tinggi.
Adapun saran bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel penelitian di berbagai fakultas dan universitas dapat memberikan program yang dapat meningkatkan self-regulated learning dan menurunkan stres akademik.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
SELF REGULATED LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA
SELF REGULATED LEARNING DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA
Stres akademik merupakan respons individu terhadap kejadian yang menekan ketika menghadapi tuntutan akademik yang mempengaruhi fisiologis, kognitif, emosi, dan perilaku dari indivi...
Pengaruh Self efficacy dan Manajemen Waktu Terhadap Stres Akademik Pada Siswa
Pengaruh Self efficacy dan Manajemen Waktu Terhadap Stres Akademik Pada Siswa
Abstrak Kehidupan di lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang eksplorasi bagi individu untuk menyalurkan kreasinya. Namun terkadang, berbagai tuntutan akademik yang banyak, tuga...
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial. Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang p...
Locus of Control dan Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
Locus of Control dan Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyusun tugas akhir sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana. Dalam prosesnya, terkadang mahasiswa harus berhadapan dengan beberap...
Pengaruh Stres Akademik Terhadap Academic Help-Seeking Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Universitas Negeri Padang
Pengaruh Stres Akademik Terhadap Academic Help-Seeking Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Universitas Negeri Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres akademik terhadap perilaku academic help-seeking pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi di Universita...
PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA (STUDI DILAKUKAN PADA MAHASISWA SEMESTER 8 PRODI KEPERAWATAN STIKES WIRA MEDIKA BALI)
PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA (STUDI DILAKUKAN PADA MAHASISWA SEMESTER 8 PRODI KEPERAWATAN STIKES WIRA MEDIKA BALI)
Selama proses penyusunan skripsi mahasiswa ditantang dan dilatih untuk melakukan serangkaian kegiatan yang bersifat ilmiah yang menguji suatu teori dan memecahkan suatu permasalaha...

