Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
View through CrossRef
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial. Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang padat, serta tuntutan praktik dapat memicu stres pada mahasiswa. Stres yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi pelbagai aspek kesehatan, salah satunya kualitas tidur. Tidur menjadi kebutuhan mendasar yang berperan krusial dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, serta fungsi kognitif. Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa mengalami kualitas tidur yang buruk karena tekanan akademik, kebiasaan begadang, juga pola hidup yang tak teratur. Kondisi tersebut dapat berdampak kepada penurunan konsentrasi, gangguan emosi, dan prestasi akademik. Karenanya, penting guna mengetahui korelasi antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa sebagai dasar dalam upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.Tujuan: Studi berikut bertujuan guna mengkaji korelasi dari tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahaiswa guna memperoleh gambaran kondisi psikologis dan pola tidur mahasiswa Metode: Studi berikut memanfaatkan desain penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional. Sampelnya tersusun atas 80 mahasiswa keperawatan yang terpilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat stres diukur melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan kualitas tidur pengukurannya memanfaatkan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis datanya dijalankan melalui pengujian korelasi Spearman Rank dengan derajat signifikansinya 0,05. Hasil: Temuan studi memperlihatkan bahwasanya mayoritas mahasiswa berada pada tingkat stres normal (67,5%), namun masih terdapat mahasiswa dengan stres ringan hingga berat. Sebagian besar respondennya mempunyai kualitas tidur buruk (62,5%). Hasil pengujian korelasi Spearman Rank mendapati terdapatnya korelasi secara signifikan dari tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa (r = 0,832; p = 0,000). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwasanya adanya korelasi secara signifikan dari tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Makin tingginya tingkat stres yang mahasiswa alami, menjadikan kualitas tidurnya makin buruk. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya manajemen stres dan penerapan kebiasaan tidur sehat untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.
Kata Kunci: Tingkat Stres, Kualitas Tidur, Mahasiswa
Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya
Title: Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Description:
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial.
Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang padat, serta tuntutan praktik dapat memicu stres pada mahasiswa.
Stres yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi pelbagai aspek kesehatan, salah satunya kualitas tidur.
Tidur menjadi kebutuhan mendasar yang berperan krusial dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, serta fungsi kognitif.
Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa mengalami kualitas tidur yang buruk karena tekanan akademik, kebiasaan begadang, juga pola hidup yang tak teratur.
Kondisi tersebut dapat berdampak kepada penurunan konsentrasi, gangguan emosi, dan prestasi akademik.
Karenanya, penting guna mengetahui korelasi antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa sebagai dasar dalam upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.
Tujuan: Studi berikut bertujuan guna mengkaji korelasi dari tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahaiswa guna memperoleh gambaran kondisi psikologis dan pola tidur mahasiswa Metode: Studi berikut memanfaatkan desain penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional.
Sampelnya tersusun atas 80 mahasiswa keperawatan yang terpilih menggunakan teknik total sampling.
Tingkat stres diukur melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan kualitas tidur pengukurannya memanfaatkan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
Analisis datanya dijalankan melalui pengujian korelasi Spearman Rank dengan derajat signifikansinya 0,05.
Hasil: Temuan studi memperlihatkan bahwasanya mayoritas mahasiswa berada pada tingkat stres normal (67,5%), namun masih terdapat mahasiswa dengan stres ringan hingga berat.
Sebagian besar respondennya mempunyai kualitas tidur buruk (62,5%).
Hasil pengujian korelasi Spearman Rank mendapati terdapatnya korelasi secara signifikan dari tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa (r = 0,832; p = 0,000).
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwasanya adanya korelasi secara signifikan dari tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa.
Makin tingginya tingkat stres yang mahasiswa alami, menjadikan kualitas tidurnya makin buruk.
Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya manajemen stres dan penerapan kebiasaan tidur sehat untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.
Kata Kunci: Tingkat Stres, Kualitas Tidur, Mahasiswa.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Latar Belakang: Gangguan kualitas tidur seseorang sangat salah satunya dipengaruhi oleh posisi tidur. Posisi tidur yang baik menurut Rosulullah SAW adalah posisi tidur miring kanan...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
ABSTRACT Medical students are a subgroup of the general population who are prone to sleep deprivation, possibly due to high learning intensity, clinical tasks including night shift...
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Mahasiswa sering mengalami gangguan tidur akibat aktivitas yang padat, yang dapat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan ...
Kualitas tidur dan gejala gangguan saluran pernapasan atas pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020
Kualitas tidur dan gejala gangguan saluran pernapasan atas pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020
Tidur dapat mempengaruhi sistem imun serta diatur oleh irama sirkadian yang menentukan waktu untuk tidur dan homeostasis tidur yang menentukan durasi tidur. Deprivasi tidur dan ins...
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TANAH TINGGI KOTA BINJAI TAHUN 2023
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TANAH TINGGI KOTA BINJAI TAHUN 2023
Diabetes mellitus merupakan penyakit degenerative yang peningkatannya terjadi dengan cepat dan dapat menyerang hampir seluruh masyarakat. Penderita diabetes memiliki gejala yang m...

