Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

A PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF SERAPAN BAHASA SUNDA

View through CrossRef
Abstrak             Tulisan ini membahas vokatif serapan dalam bahasa Sunda. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak, yakni menyimak penggunaan vokatif serapan bahasa Sunda oleh para tokoh dalam buku fiksi berbahasa Sunda. Analisis data menggunakan metode padan, yakni padan referensial dan translasional dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data yang digunakan sebanyak tujuh buah buku fiksi berbahasa Sunda sebagai sampel. Berdasarkan sumber data dan kriteria data yang ditentukan ditemukan dua puluh kalimat yang memuat empat belas vokatif serapan yang dituturkan penutur kepada mitra tutur. Keempat belas vokatif serapan yang sudah diadaptasi dalam bahasa Sunda ini adalah (1) Nyonya, (2) Babah, (3) Engko, dan (4) Ko dari bahasa Tionghoa; (5) Enon, (6) Non, dan (7) Mandor dari bahasa Portugis; (8) Embok, (9) Mas, dan (10) Lurah dari bahasa Jawa; (11) Tuan dari bahasa Indonesia/Melayu, (12) Sobat dan (13) Ketib dari bahasa Arab; (14) Lebé dari bahasa Tamil. Berdasarkan jenisnya, vokatif serapan ini ada enam, yaitu (1) vokatif kekerabatan, (2) vokatif penghormatan, (3) vokatif keakraban, (4) vokatif keagamaan, (5) vokatif profesi, dan (6) vokatif jabatan dalam pemerintah. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur dalam penggunaan vokatif serapan ini ada sembilan, yaitu (1) pembantu-majikan, (2) pembantu-anak majikan, (3) ketetanggaan, (4) pejabat pemerintah-warga, (5) warga-pejabat pemerintah, (6) pembeli-pedagang, (7) kenalan baru, (8) antara pejabat pemerintah, dan (9) kenalan lama. Penggunaan tingkat tutur dalam penggunaan vokatif serapan ada dua kode, yaitu kode akrab dan kode hormat dengan penggunaan yang seimbang. Kata Kunci: vokatif serapan, sosiolinguistik, adaptasi, hubungan sosial, tingkat tutur
Lintas Budaya Nusantara
Title: A PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF SERAPAN BAHASA SUNDA
Description:
Abstrak             Tulisan ini membahas vokatif serapan dalam bahasa Sunda.
Penelitian bersifat deskriptif kualitatif.
Penyediaan data menggunakan metode simak, yakni menyimak penggunaan vokatif serapan bahasa Sunda oleh para tokoh dalam buku fiksi berbahasa Sunda.
Analisis data menggunakan metode padan, yakni padan referensial dan translasional dengan pendekatan sosiolinguistik.
Sumber data yang digunakan sebanyak tujuh buah buku fiksi berbahasa Sunda sebagai sampel.
Berdasarkan sumber data dan kriteria data yang ditentukan ditemukan dua puluh kalimat yang memuat empat belas vokatif serapan yang dituturkan penutur kepada mitra tutur.
Keempat belas vokatif serapan yang sudah diadaptasi dalam bahasa Sunda ini adalah (1) Nyonya, (2) Babah, (3) Engko, dan (4) Ko dari bahasa Tionghoa; (5) Enon, (6) Non, dan (7) Mandor dari bahasa Portugis; (8) Embok, (9) Mas, dan (10) Lurah dari bahasa Jawa; (11) Tuan dari bahasa Indonesia/Melayu, (12) Sobat dan (13) Ketib dari bahasa Arab; (14) Lebé dari bahasa Tamil.
Berdasarkan jenisnya, vokatif serapan ini ada enam, yaitu (1) vokatif kekerabatan, (2) vokatif penghormatan, (3) vokatif keakraban, (4) vokatif keagamaan, (5) vokatif profesi, dan (6) vokatif jabatan dalam pemerintah.
Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur dalam penggunaan vokatif serapan ini ada sembilan, yaitu (1) pembantu-majikan, (2) pembantu-anak majikan, (3) ketetanggaan, (4) pejabat pemerintah-warga, (5) warga-pejabat pemerintah, (6) pembeli-pedagang, (7) kenalan baru, (8) antara pejabat pemerintah, dan (9) kenalan lama.
Penggunaan tingkat tutur dalam penggunaan vokatif serapan ada dua kode, yaitu kode akrab dan kode hormat dengan penggunaan yang seimbang.
Kata Kunci: vokatif serapan, sosiolinguistik, adaptasi, hubungan sosial, tingkat tutur.

Related Results

Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi keterancaman punahnya bahasa Sunda di lingkungan keluarga Sunda. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan dominansi penggunaan baha...
VOKATIF PROFESI BAHASA SUNDA
VOKATIF PROFESI BAHASA SUNDA
ABSTRAK Penelitian ini mencoba mengungkapkan vokatif profesi bahasa Sunda dalam perspektif morfologi dan sintaksis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan dat...
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA
Penggunaan vokatif nama diri, baik berbentuk utuh maupun penggalan, terhadap mitra tutur dalam tingkat tutur bahasa Sunda dapat terjadi, baik dalam tingkat tutur kode akrab maupun ...
FUNGSI SOSIAL VOKATIF DALAM KOMUNIKASI VERBAL ORANG SUNDA
FUNGSI SOSIAL VOKATIF DALAM KOMUNIKASI VERBAL ORANG SUNDA
Vokatif merupakan salah satu unsur bahasa yang secara universal berperan penting dalam menjalankan fungsi sosial bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia di mana pun ...
DIMENSI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF KEHORMATAN UTUH DALAM CERITA REKAAN BERBAHASA SUNDA
DIMENSI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF KEHORMATAN UTUH DALAM CERITA REKAAN BERBAHASA SUNDA
ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Penganalisisan data menggunakan metod...
Analisis Kata Serapan Bahasa Asing pada Cerpen Kompas "Elisa Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya" Karya Zaenal Radar T
Analisis Kata Serapan Bahasa Asing pada Cerpen Kompas "Elisa Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya" Karya Zaenal Radar T
Bahasa merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia karena bahasa digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi  satu sama lain. Bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupa...

Back to Top