Javascript must be enabled to continue!
PEMETAAN MANAJEMEN SANGGAR SENI DI KABUPATEN MALINAU
View through CrossRef
Pembangunan pariwisata budaya merupakan salah satu program prioritas pembangunan di KabupatenMalinau. Aktivitas kesenian yang dilakukan oleh sanggar-sanggar seni ditentukan penerapan manajemenpada setiap sanggar seni masing-masing. Penelitian ini memaparkan keberadaan sanggar-sanggar seni yangada di Kabupaten Malinau, memetakan penerapan manajemen sanggar seni, serta untuk mengetahuipemahaman komunitas Sanggar Seni di Kabupaten Malinau tentang arti dan makna manajemen. Penelitimenggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancaradan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa sanggar seni di Kabupaten Malinau menerapkan empat fungsimanajemen. Perencanaan dilakukan untuk mempersiapkan pertunjukan sesuai permintaan masyarakatataupun pemerintah daerah. Pada proses pengorganisasian, semua sanggar sudah memiliki struktur organisasimeskipun masih bersifat sederhana sesuai dengan kebutuhan sanggar. Pengarahan sanggar seni di KabupatenMalinau menggelar pertunjukan seni berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah.Pengawasan dilakukan dengan menetapkan standar pertunjukan yakni gerakan tari sesuai dengan standar aslidari gerakan tarian yang diadopsi oleh sanggar.Di Kabupaten Malinau terdapat 56 sanggar seni yang menyebar di 12 kecamatan. Pengelolaan sanggarsanggartersebut menerapkan empat fungsi manajemen, dan masih menggunakan manajemen tradisional,serta belum mengenal adanya penerapan Manajemen Seni Pertunjukan secara profesional. namun selalu siapmenampilkan pergelaran seni sesuai permintaan.Kata Kunci: Pemetaan, Manajemen dan Sanggar Seni.
Title: PEMETAAN MANAJEMEN SANGGAR SENI DI KABUPATEN MALINAU
Description:
Pembangunan pariwisata budaya merupakan salah satu program prioritas pembangunan di KabupatenMalinau.
Aktivitas kesenian yang dilakukan oleh sanggar-sanggar seni ditentukan penerapan manajemenpada setiap sanggar seni masing-masing.
Penelitian ini memaparkan keberadaan sanggar-sanggar seni yangada di Kabupaten Malinau, memetakan penerapan manajemen sanggar seni, serta untuk mengetahuipemahaman komunitas Sanggar Seni di Kabupaten Malinau tentang arti dan makna manajemen.
Penelitimenggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancaradan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sanggar seni di Kabupaten Malinau menerapkan empat fungsimanajemen.
Perencanaan dilakukan untuk mempersiapkan pertunjukan sesuai permintaan masyarakatataupun pemerintah daerah.
Pada proses pengorganisasian, semua sanggar sudah memiliki struktur organisasimeskipun masih bersifat sederhana sesuai dengan kebutuhan sanggar.
Pengarahan sanggar seni di KabupatenMalinau menggelar pertunjukan seni berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah.
Pengawasan dilakukan dengan menetapkan standar pertunjukan yakni gerakan tari sesuai dengan standar aslidari gerakan tarian yang diadopsi oleh sanggar.
Di Kabupaten Malinau terdapat 56 sanggar seni yang menyebar di 12 kecamatan.
Pengelolaan sanggarsanggartersebut menerapkan empat fungsi manajemen, dan masih menggunakan manajemen tradisional,serta belum mengenal adanya penerapan Manajemen Seni Pertunjukan secara profesional.
namun selalu siapmenampilkan pergelaran seni sesuai permintaan.
Kata Kunci: Pemetaan, Manajemen dan Sanggar Seni.
Related Results
Keberadaan Sanggar Seni Acharya Budaya dalam Pengembangan Seni Tari di Kabupaten Blitar
Keberadaan Sanggar Seni Acharya Budaya dalam Pengembangan Seni Tari di Kabupaten Blitar
Sanggar adalah sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai tujuan agar peserta didiknya memiliki keterampilan, keahlian, dan pengetahuan yang nantinya hal tersebut berguna sebagai bek...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Praksis Seni Pada Sanggar Swargaloka Jakarta Timur Menurut Perspektif Pierre Bourdieu
Praksis Seni Pada Sanggar Swargaloka Jakarta Timur Menurut Perspektif Pierre Bourdieu
Penelitian ini berjudul Praksis Seni pada Sanggar Swargaloka Jakarta Timur menurut perspektif Pierre Bourdieu yang dilakukan berdasarkan permasalahan empiris di lapangan saat ini y...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
Peran Sanggar Pesona Nusantara Dalam Melestarikan Kesenian Di Kabupaten Lahat
Peran Sanggar Pesona Nusantara Dalam Melestarikan Kesenian Di Kabupaten Lahat
Sanggar Pesona Nusantara adalah sanggar kesenian tertua yang ada di Kabupaten Lahat yangmasih tetap bertahan untuk mengajarkan seni tari dan lagu daerah. Tujuan dari penelitian ini...
Pengembangan Kampung Seni Melalui Sanggar Seni Lintas Generasi
Pengembangan Kampung Seni Melalui Sanggar Seni Lintas Generasi
Pada pelaksanaan KKN-PPM ini mengutamakan penerapan teori dan praktek seni teater berupa pelatihan-pelatihan berperan dan bermain Seni Teater Tradisional Ludruk secara utuh di se...

