Javascript must be enabled to continue!
Morbus hansen tipe borderline lepromatous pada seorang anak dengan riwayat narakontak erat kusta tipe mulibasiler: laporan kasus
View through CrossRef
Background: Leprosy is a chronic granulomatous disease caused by Mycobacterium leprae and Mycobaterium lepromatosis. Children are one of the populations at risk of M. leprae transmission. Prompt treatment is needed to avoid complications of disability in children with leprosy. Therefore, this study aims to describe a pediatric patient who had borderline lepromatous morbus hansen with a history of close contact multibacillary leprosy.
Case: A 16 years old girl, complained red spots on the right and left legs that are numb. Dermatological examination found multiple erythema macules-patches, firm boundaries, rounded to geographic shapes, discrete distribution on the face and right and left anterior and posterior extremities. Thickening of the right ulnar nerve, right and left common peronial nerve, decreased sensation of touch, pain and temperature were found. Histopathological examination found a non-caseating granulomata lesion, consistent with borderline tuberculoid leprosy type. Slit skin smear found acid fast bacilli (AFB) in the right earlobe 25-30 AFB/1 visual field (VF) (bacterial index (IB): +4)) fragmented, in the left earlobe>100 smear/1 VF (IB: +5) fragmented, and morphological index (IM): 0. The patient was diagnosed with borderline lepromatous (BL) leprosy and given multidrug therapy (MDT) for multibacillary (MB) leprosy. After 6th package of MDT, leprosy reactions or side effects of treatment were not found.
Conclusion: The highest risk of transmission of leprosy is close contact with leprosy patients, especially the multibacillary type of leprosy. In this case, a child with BL type leprosy was treated with an adult dose of MDT MB according to the patient's age and body weight.
Latar belakang: Morbus hansen (MH) merupakan penyakit granulomatosa kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan Mycobaterium lepromatosis. Anak-anak merupakan salah satu populasi berisiko terhadap transmisi M. leprae. Terapi lebih dini diperlukan untuk menghindari komplikasi kecacatan pada anak dengan morbus hansen. Untuk itu, tujuan dari studi ini adalah memaparkan seorang pasien anak anak yang mengalami morbus hansen tipe borderline lepromatous dengan riwayat narakontak erat kusta tipe multibasiler.
Kasus: Seorang anak perempuan, 16 tahun, dengan keluhan utama bercak kemerahan pada kaki kanan dan kiri yang mati rasa. Pemeriksaan status dermatologis ditemukan makula hingga patch eritema multipel, batas tegas, bentuk bulat hingga geografika, tersebar diskret di lokasi wajah dan ekstremitas anterior et superior dextra et sinistra serta penebalan nervus ulnaris dekstra dan nervus peronius komunis dekstra et sinistra dan penurunan sensasi raba, nyeri dan suhu. Pemeriksaan histopatologi ditemukan kesan non-caseating granulomata lesion. Pemeriksaan bakteriologis dengan pengecatan Ziehl-Neelsen ditemukan basil tahan asam (BTA) pada cuping telinga kanan 25-30 BTA/1 lapang pandang (LP) (indeks bakteri (IB): +4)) fragmented, pada cuping telinga kiri >100 BTA/1 LP (IB: +5) fragmented, dan indeks morfologi (IM): 0. Pasien didiagnosis dengan MH tipe borderline lepromatous (BL) dan diberikan multidrug theraphy (MDT) untuk MH tipe multibasiler (MB). Evaluasi pada konsumsi MDT paket ke-VI tidak menunjukkan adanya reaksi kusta ataupun efek samping pengobatan.
Simpulan: Risiko tertinggi penularan kusta adalah kontak erat dengan pasien kusta terutama kusta tipe multibasiler. Pada kasus ini didapatkan anak dengan kusta tipe BL dan diterapi dengan MDT MB dosis dewasa menyesuaikan usia dan berat badan pasien.
Title: Morbus hansen tipe borderline lepromatous pada seorang anak dengan riwayat narakontak erat kusta tipe mulibasiler: laporan kasus
Description:
Background: Leprosy is a chronic granulomatous disease caused by Mycobacterium leprae and Mycobaterium lepromatosis.
Children are one of the populations at risk of M.
leprae transmission.
Prompt treatment is needed to avoid complications of disability in children with leprosy.
Therefore, this study aims to describe a pediatric patient who had borderline lepromatous morbus hansen with a history of close contact multibacillary leprosy.
Case: A 16 years old girl, complained red spots on the right and left legs that are numb.
Dermatological examination found multiple erythema macules-patches, firm boundaries, rounded to geographic shapes, discrete distribution on the face and right and left anterior and posterior extremities.
Thickening of the right ulnar nerve, right and left common peronial nerve, decreased sensation of touch, pain and temperature were found.
Histopathological examination found a non-caseating granulomata lesion, consistent with borderline tuberculoid leprosy type.
Slit skin smear found acid fast bacilli (AFB) in the right earlobe 25-30 AFB/1 visual field (VF) (bacterial index (IB): +4)) fragmented, in the left earlobe>100 smear/1 VF (IB: +5) fragmented, and morphological index (IM): 0.
The patient was diagnosed with borderline lepromatous (BL) leprosy and given multidrug therapy (MDT) for multibacillary (MB) leprosy.
After 6th package of MDT, leprosy reactions or side effects of treatment were not found.
Conclusion: The highest risk of transmission of leprosy is close contact with leprosy patients, especially the multibacillary type of leprosy.
In this case, a child with BL type leprosy was treated with an adult dose of MDT MB according to the patient's age and body weight.
Latar belakang: Morbus hansen (MH) merupakan penyakit granulomatosa kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan Mycobaterium lepromatosis.
Anak-anak merupakan salah satu populasi berisiko terhadap transmisi M.
leprae.
Terapi lebih dini diperlukan untuk menghindari komplikasi kecacatan pada anak dengan morbus hansen.
Untuk itu, tujuan dari studi ini adalah memaparkan seorang pasien anak anak yang mengalami morbus hansen tipe borderline lepromatous dengan riwayat narakontak erat kusta tipe multibasiler.
Kasus: Seorang anak perempuan, 16 tahun, dengan keluhan utama bercak kemerahan pada kaki kanan dan kiri yang mati rasa.
Pemeriksaan status dermatologis ditemukan makula hingga patch eritema multipel, batas tegas, bentuk bulat hingga geografika, tersebar diskret di lokasi wajah dan ekstremitas anterior et superior dextra et sinistra serta penebalan nervus ulnaris dekstra dan nervus peronius komunis dekstra et sinistra dan penurunan sensasi raba, nyeri dan suhu.
Pemeriksaan histopatologi ditemukan kesan non-caseating granulomata lesion.
Pemeriksaan bakteriologis dengan pengecatan Ziehl-Neelsen ditemukan basil tahan asam (BTA) pada cuping telinga kanan 25-30 BTA/1 lapang pandang (LP) (indeks bakteri (IB): +4)) fragmented, pada cuping telinga kiri >100 BTA/1 LP (IB: +5) fragmented, dan indeks morfologi (IM): 0.
Pasien didiagnosis dengan MH tipe borderline lepromatous (BL) dan diberikan multidrug theraphy (MDT) untuk MH tipe multibasiler (MB).
Evaluasi pada konsumsi MDT paket ke-VI tidak menunjukkan adanya reaksi kusta ataupun efek samping pengobatan.
Simpulan: Risiko tertinggi penularan kusta adalah kontak erat dengan pasien kusta terutama kusta tipe multibasiler.
Pada kasus ini didapatkan anak dengan kusta tipe BL dan diterapi dengan MDT MB dosis dewasa menyesuaikan usia dan berat badan pasien.
Related Results
Kadar IL-10 plasma berkorelasi positif dengan kadar IgM anti PGL-1 pada narakontak serumah pasien kusta tipe multibasiler
Kadar IL-10 plasma berkorelasi positif dengan kadar IgM anti PGL-1 pada narakontak serumah pasien kusta tipe multibasiler
Introduction: A healthy person who contacts people diagnosed with leprosy can be at a high risk of being infected with leprosy with a predominance of the subclinical stage. The MB ...
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Penderita Kusta di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Penderita Kusta di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli
Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae (ML), kusta dapat sangat progresif bila tidak ditangani dan dapat menyebabkan kurusakan pada kulit, saraf-saraf a...
Kusta dalam Lensa Teologi dan Medis: Pemahaman Interdisipliner dari Imamat 13
Kusta dalam Lensa Teologi dan Medis: Pemahaman Interdisipliner dari Imamat 13
Literatur medis modern mengungkap bahwa kusta adalah penyakit yang dapat diobati dan tidak mudah menular. Sebaliknya, literatur teologis, terutama dari teks-teks Alkitab, sering me...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KUSTA
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KUSTA
Penderita kusta di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kasus penyakitmencapai sekitar 1.749 kasus. Penderita kusta tertinggi ditemukan di KabupatenPurwakarta tahun 2014 dengan...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kusta Di Puskesmas Kalumata
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kusta Di Puskesmas Kalumata
Kusta merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial dan ekonomi. Di Kota Ternate, wilayah kerja Puskesmas Kalumata mencatat angka kejadian ...
Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Introduction: Reversal reaction (RR) is one of the morbidity burdens for Hansen's disease (MH) patients undergoing multi-drug therapy. Some risk factors for RR include age, stress,...

