Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Dan Modifikasi Proses Pemisahan Dan Pemurnian Etanol Hasil Fermentasi

View through CrossRef
Evaluasi dan modifikasi proses merupakan salah satu usaha untuk penghematan energy, yang dapat dilakukan untuk teknologi pinch. Evaluasi proses dilakukan terhadao tiga buah konfigurasi proses. Setiap konfigurasi proses terbentuk dari penggabungan proses Danish Distilleries dengan tiga buah sistem tiga kolom pemisahan etanol 95%. Konfigurasi proses 1 merupakanpenggabunagn proses Danish Distilleries dengan sistem pemisahan Othmer, penggabungan proses Danish Distilleris dengan proses Barbet sebagai konfigurasi proses 2 dan penggabungan proses Danish Distilleris dengan sistem pemisahan pada tekanan vakum sebagai proses 3. Kapasitas produksi etanol 95% ditetapkan 4x107 liter/tahun.hasil evaluasi proses menunjukkan kebutuhan kukus minimum/terkecil dicapai oleh proses 2, kemudian proses 1 dan proses 3, masing-masing mengonsumsi 3,23; 4,11; 4,79 kgkukus 3 atm/liter etanol. Evaluasi lebih lanjut dengan, ∆Tmin = 10 0C, peningkatan efisiensi energy diperoleh pada konfigurasi proses 1 sebesar 2,11% ( jika evaluasi melibatkan reboiler kolom pelucutan dan reboiler kolom pelucutan asetaldehid) dan 2,02% (jika tidak melibatkan) dan konfigurasi proses 2 ( jika evaluasi tidak melibatkan reboiler kolom pelucutan dan reboiler kolom pelucutan asetaldehid) dan 3 terjadi penurunan efisiensi energy. Kata kunci : evaluasi, modifikasi proses, teknologi pinch
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Evaluasi Dan Modifikasi Proses Pemisahan Dan Pemurnian Etanol Hasil Fermentasi
Description:
Evaluasi dan modifikasi proses merupakan salah satu usaha untuk penghematan energy, yang dapat dilakukan untuk teknologi pinch.
Evaluasi proses dilakukan terhadao tiga buah konfigurasi proses.
Setiap konfigurasi proses terbentuk dari penggabungan proses Danish Distilleries dengan tiga buah sistem tiga kolom pemisahan etanol 95%.
Konfigurasi proses 1 merupakanpenggabunagn proses Danish Distilleries dengan sistem pemisahan Othmer, penggabungan proses Danish Distilleris dengan proses Barbet sebagai konfigurasi proses 2 dan penggabungan proses Danish Distilleris dengan sistem pemisahan pada tekanan vakum sebagai proses 3.
Kapasitas produksi etanol 95% ditetapkan 4x107 liter/tahun.
hasil evaluasi proses menunjukkan kebutuhan kukus minimum/terkecil dicapai oleh proses 2, kemudian proses 1 dan proses 3, masing-masing mengonsumsi 3,23; 4,11; 4,79 kgkukus 3 atm/liter etanol.
Evaluasi lebih lanjut dengan, ∆Tmin = 10 0C, peningkatan efisiensi energy diperoleh pada konfigurasi proses 1 sebesar 2,11% ( jika evaluasi melibatkan reboiler kolom pelucutan dan reboiler kolom pelucutan asetaldehid) dan 2,02% (jika tidak melibatkan) dan konfigurasi proses 2 ( jika evaluasi tidak melibatkan reboiler kolom pelucutan dan reboiler kolom pelucutan asetaldehid) dan 3 terjadi penurunan efisiensi energy.
 Kata kunci : evaluasi, modifikasi proses, teknologi pinch.

Related Results

Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
Pencarian sumber- sumber energi alternatif terutama berasal dari tumbuhan multiguna yang berbasis lokal dan berkelanjutan terus digalakan. Salah satu bahan bakar nabati (BBN) yang ...
PENGARUH TEKANAN KOLOM DISTILASI TERHADAP TINGKAT KEMURNIAN ETANOL DAN SUHU TOP PRODUCT (DISTILAT) MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5
PENGARUH TEKANAN KOLOM DISTILASI TERHADAP TINGKAT KEMURNIAN ETANOL DAN SUHU TOP PRODUCT (DISTILAT) MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD 7.1.5
Etanol yang diproduksi dari bahan baku gula atau glukosa dapat dilakukan dengan proses fermentasi. Pada  proses fermentasi ini, tingkat kemurnian etanol yang dihasilkan berkisar an...
PENINGKATAN KUALITAS MINYAK KELAPA TRADISIONAL DENGAN TEKNOLOGI PEMURNIAN SEDERHANA
PENINGKATAN KUALITAS MINYAK KELAPA TRADISIONAL DENGAN TEKNOLOGI PEMURNIAN SEDERHANA
Pemanfaatan kelapa sebagai minyak telah dilakukan masyarakat, namun sebagian besar baru menghasilkan minyak kelapa mentah (crude coconut oil) yang belum layak untuk diperdagangkan ...
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pe...
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir
ABSTRAK. Penelitian Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir ini bertujuan untuk melihat kualitas sosis Salami (sosis fermentasi) denga...
PENGARUH PENAMBAHAN NPK DAN UREA PADA PEMBUATAN ETANOL DARI AIR TEBU MELALUI PROSES FERMENTASI
PENGARUH PENAMBAHAN NPK DAN UREA PADA PEMBUATAN ETANOL DARI AIR TEBU MELALUI PROSES FERMENTASI
Tebu merupakan tanaman yang terdapat zat gula dalam batangnya dan merupakan bahan baku pembuatan  gula kristal. Kebutuhan bahan bakar setiap tahun semakin meningkat, sehingga dibut...

Back to Top