Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PANJANG RUNWAY PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI

View through CrossRef
Bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan bandar udara tersibuk kedua di Indonesia. Bandar Udara ini melayani penumpang sebanyak kurang lebih 65.779 jiwa per harinya. Jumlah penumpang tersebut  diangkut dengan menggunakan rata-rata 421 pesawat udara setiap harinya. Bandar Udara ini selama periode 10 bulan hingga Oktober 2019 mampu melayani penumpang sebesar 19. 900 penumpang yang didominasi oleh penumpang Internasional dan dilayani oleh Maskapai Internasional dengan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas yang memadai agar dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah dengan menngkatkan Panjang runway dari 3000 m menjadi 3400 m. Dalam penelitian ini akan dievaluasi mengenai kebutuhan Panjang runway yang melayani pesawat Boeing 777. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metoda evaluasi kebutuhan Panjang runway untuk melayani kebutuhan pesawat Boeing 777 dibandingkan dengan Panjang runway existing yang sudah ada. Adapun pengumpulan data merupakan pengumpulan data primer yang diperoleh melalui data dari pabrikasi pesawat Boeing, dan data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari hasil analisis diperoleh panjang runway untuk keperluan tinggal landas adalah sebesar 3700 m. Perhitungan kebutuhan panjang untuk tinggal landas ini menggunakan grafik dengan asumsi tidak ada angin (zero wind), adalah sebesar 27, 58 % lebih Panjang dari panjang runway akibat faktor koreksi temperatur, ketinggian, slope karena pengaruh faktor lingkungan.   Keyword : Panjang Runway, Boeing 777, factor koreksi  
Universitas Hindu Indonesia
Title: ANALISIS PANJANG RUNWAY PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI
Description:
Bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan bandar udara tersibuk kedua di Indonesia.
Bandar Udara ini melayani penumpang sebanyak kurang lebih 65.
779 jiwa per harinya.
Jumlah penumpang tersebut  diangkut dengan menggunakan rata-rata 421 pesawat udara setiap harinya.
Bandar Udara ini selama periode 10 bulan hingga Oktober 2019 mampu melayani penumpang sebesar 19.
900 penumpang yang didominasi oleh penumpang Internasional dan dilayani oleh Maskapai Internasional dengan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777.
Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas yang memadai agar dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan.
Salah satunya adalah dengan menngkatkan Panjang runway dari 3000 m menjadi 3400 m.
Dalam penelitian ini akan dievaluasi mengenai kebutuhan Panjang runway yang melayani pesawat Boeing 777.
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metoda evaluasi kebutuhan Panjang runway untuk melayani kebutuhan pesawat Boeing 777 dibandingkan dengan Panjang runway existing yang sudah ada.
Adapun pengumpulan data merupakan pengumpulan data primer yang diperoleh melalui data dari pabrikasi pesawat Boeing, dan data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dari hasil analisis diperoleh panjang runway untuk keperluan tinggal landas adalah sebesar 3700 m.
Perhitungan kebutuhan panjang untuk tinggal landas ini menggunakan grafik dengan asumsi tidak ada angin (zero wind), adalah sebesar 27, 58 % lebih Panjang dari panjang runway akibat faktor koreksi temperatur, ketinggian, slope karena pengaruh faktor lingkungan.
  Keyword : Panjang Runway, Boeing 777, factor koreksi  .

Related Results

Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Performa tinggal landas dan mendarat merupakan aspek penting dalam pengoperasian pesawat terbang, terutama terkait kebutuhan panjang landasan (runway requirement). Faktor-faktor se...
Pengembangan Sisi Udara Bandar Udara Nunukan sebagai Bandar Udara untuk Pertahanan Nasional
Pengembangan Sisi Udara Bandar Udara Nunukan sebagai Bandar Udara untuk Pertahanan Nasional
Nunukan airport is one of the pioneer airports in the border region. Aside from being a pioneer airports, this airport has important role for the defense and security interests of ...
EVALUASI KAPASITAS PARKING STAND BANDAR UDARA ABDULRACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
EVALUASI KAPASITAS PARKING STAND BANDAR UDARA ABDULRACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
Bandar udara Abdulrachman Saleh merupakan bandar udara enclave sipil yang hanya melayani penerbangan domestik. Setiap tahun pergerakan pesawat udara di bandar udara Abdulrachman Sa...
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
PERAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
Apron Movement Control (AMC) merupakan personil Bandar Udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab kegiatan operasi penerbangan, pengaw...
DESKRIPSI DESAIN BALI MODERN PADA BANDARA I GUSTI NGURAH RAI BALI
DESKRIPSI DESAIN BALI MODERN PADA BANDARA I GUSTI NGURAH RAI BALI
Bandara Ngurah Rai didesain dengan gaya arsitektur yang futuristik, hemat energi, simpel dan efisien. Namun, tetap mengadopsi arsitektur budaya Bali pada bagian interior dan ekster...

Back to Top