Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
View through CrossRef
Abstract: Hypertension and anxiety are among the group of the most common chronic disease worldwide, and according to numerous studies they are oftentimes associated each other. Patients suffered from chronic illnesses, such as hypertension, may have negative emotion that increases the risk of mental disorders, most commonly anxiety disorder. This study was aimed to assess the difference of anxiety degree between uncontrolled and controlled hypertensive patients. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. Subjects were divided into two groups: controlled and uncontrolled hypertensive patients. Measurement of blood pressure parameter was performed by using office blood pressure monitoring. Anxiety parameter was classified based on the scoring of the Generalized Anxiety Disorder Scale (GAD-7). Data were analyzed by using the Mann-Whitney test. Subjects consisted of 60 hypertensive patients (35 males and 25 females), aged 30-70 years (mean 56.48 years). There were 35 controlled hypertension patients and 22 uncontrolled hypertensive patients. The results showed that the difference in anxiety degree based on GAD-7 between controlled hypertensive and uncontrolled hypertensive groups obtained a p-value of 0.000. In conclusion, there was a significant difference in anxiety degree between uncontrolled and controlled hypertensive patients. Screening for anxiety among hypertensive patients is a simple and cost-effective tool that may improve outcomes.Keywords: anxiety, uncontrolled hypertension, controlled hypertension Abstrak: Hipertensi dan ansietas merupakan kelompok penyakit kronik yang paling umum di seluruh dunia. Berdasarkan banyak penelitian kedua penyakit ini saling berhubungan satu sama lain. Penyandang hipertensi mungkin memiliki emosi negatif yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental berupa ansietas. Ansietas dan dukungan sosial rendah akan menghambat proses penyembuhan terutama dalam mengontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui apakah terdapat perbedaan derajat ansietas antara penyandang hipertensi belum terkontrol dengan hipertensi terkontrol. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok penyandang hipertensi belum terkontrol dan hipertensi terkontrol. Pengukuran parameter tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat Oscillometric digital dengan cara Office Blood Pressure Monitoring (OBPM). Parameter ansietas diklasifikasikan berdasarkan skala Generalized Anxiety Disorder Scale (GAD-7). Adanya perbedaan derajat ansietas antara kedua kelompok dinilai dengan uji Mann-Whitney. Subyek penelitian terdiri dari 60 penyandang hipertensi (35 laki-laki dan 25 perempuan) berusia 30-70 tahun (rerata 56,48 tahun). Terdapat 25 penyandang hipertensi yang belum terkontrol dan 35 penyandang hipertensi terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan derajat ansietas berdasarkan GAD-7 antara kedua kelompok (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna dalam derajat ansietas antara penyandang hipertensi yang belum terkontrol dengan yang terkontrol. Skrining ansietas pada penyandang hipertensi merupakan modalitas penting dalam penatalaksanaan penyandang hipertensi.Kata kunci: ansietas, hipertensi belum terkontrol, hipertensi terkontrol
Title: Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
Description:
Abstract: Hypertension and anxiety are among the group of the most common chronic disease worldwide, and according to numerous studies they are oftentimes associated each other.
Patients suffered from chronic illnesses, such as hypertension, may have negative emotion that increases the risk of mental disorders, most commonly anxiety disorder.
This study was aimed to assess the difference of anxiety degree between uncontrolled and controlled hypertensive patients.
This was an observational analytical study with a cross-sectional design.
Subjects were divided into two groups: controlled and uncontrolled hypertensive patients.
Measurement of blood pressure parameter was performed by using office blood pressure monitoring.
Anxiety parameter was classified based on the scoring of the Generalized Anxiety Disorder Scale (GAD-7).
Data were analyzed by using the Mann-Whitney test.
Subjects consisted of 60 hypertensive patients (35 males and 25 females), aged 30-70 years (mean 56.
48 years).
There were 35 controlled hypertension patients and 22 uncontrolled hypertensive patients.
The results showed that the difference in anxiety degree based on GAD-7 between controlled hypertensive and uncontrolled hypertensive groups obtained a p-value of 0.
000.
In conclusion, there was a significant difference in anxiety degree between uncontrolled and controlled hypertensive patients.
Screening for anxiety among hypertensive patients is a simple and cost-effective tool that may improve outcomes.
Keywords: anxiety, uncontrolled hypertension, controlled hypertension Abstrak: Hipertensi dan ansietas merupakan kelompok penyakit kronik yang paling umum di seluruh dunia.
Berdasarkan banyak penelitian kedua penyakit ini saling berhubungan satu sama lain.
Penyandang hipertensi mungkin memiliki emosi negatif yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental berupa ansietas.
Ansietas dan dukungan sosial rendah akan menghambat proses penyembuhan terutama dalam mengontrol tekanan darah.
Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui apakah terdapat perbedaan derajat ansietas antara penyandang hipertensi belum terkontrol dengan hipertensi terkontrol.
Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang.
Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok penyandang hipertensi belum terkontrol dan hipertensi terkontrol.
Pengukuran parameter tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat Oscillometric digital dengan cara Office Blood Pressure Monitoring (OBPM).
Parameter ansietas diklasifikasikan berdasarkan skala Generalized Anxiety Disorder Scale (GAD-7).
Adanya perbedaan derajat ansietas antara kedua kelompok dinilai dengan uji Mann-Whitney.
Subyek penelitian terdiri dari 60 penyandang hipertensi (35 laki-laki dan 25 perempuan) berusia 30-70 tahun (rerata 56,48 tahun).
Terdapat 25 penyandang hipertensi yang belum terkontrol dan 35 penyandang hipertensi terkontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan derajat ansietas berdasarkan GAD-7 antara kedua kelompok (p=0,000).
Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna dalam derajat ansietas antara penyandang hipertensi yang belum terkontrol dengan yang terkontrol.
Skrining ansietas pada penyandang hipertensi merupakan modalitas penting dalam penatalaksanaan penyandang hipertensi.
Kata kunci: ansietas, hipertensi belum terkontrol, hipertensi terkontrol.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Latar belakang. Hipertensi pada anak masih mendapat perhatian yang serius karena dapat menimbulkan cacat menetap dan berakibat kematian. Prevalensi hipertensi anak tidak diketahui ...
KEBUTUHAN PELAYANAN SOSIAL PENYANDANG CACAT
KEBUTUHAN PELAYANAN SOSIAL PENYANDANG CACAT
Penyandang cacat tubuh pada dasarnya memiliki kemampuan dan potensi yang dapatdikembangkan agar dapat mandiri. Untuk dapat mandiri penyandang cacat memerlukan rehabilitasisosial da...
Naskah Kebijakan Pengembangan Riset Teknologi Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pengembangan Riset Teknologi Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk stigma dan diskriminasi sehingga belum dapat berkontribusi aktif secara optimal dalam pembangunan....
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tahap pra sekola...
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Gampong Meunasah Tambo Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Gampong Meunasah Tambo Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen
Hipertensi adalah kelainan atau ketidakseimbangan hemodinamik yang terjadi sehingga menyebabkan tekanan darah (sistol dan diastol) meningkat melebihi batas normal (> 130/80 mmHg...
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
Hak anak adalah hak dasar yang wajib diberikan dan didapatkan oleh anak meliputi anak usia dini dan juga remaja. Hak anak ini berlaku baik bagi anak penyandang disabilitas maupun a...

