Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
View through CrossRef
Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tahap pra sekolah (3-6 tahun). Terapi bermain mewarnai merupakan salah tindakan non farmakologi untuk mengatasi masalah ansietas akibat dampak hospitalisasi pada anak demam tifoidTujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai untuk mengontrol tingkat ansietas anak pra sekolah dengan Demam Tifoid yang mendapat perawatan di Rumah sakit.Metodologi Penelitian: Menggunakan laporan studi kasus dari 2 anak yang dirawat di Rumah Sakit yang mengalami masalah ansietas dengan penerapan terapi bermain mewarnai dan penilaian Skala FIS (Face Image Scale) sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.Hasil: Studi Kasus ini menujukkan hasil bahwa masalah keperawatan ansietas pada pasien pertama dan kedua dapat teratasi pada hari keempat perawatan. Terapi bermain mewarnai dapat mengontrol ansietas pada anak usia pra sekolah dengan demam tifoid yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dari tingkat ansietas sedang dengan skor FIS 4 menjadi skala FIS 1 (Sangat tidak ansietas) pada pasien 1 dan skala FIS 2 (Tidak ansietas) pada pasien kedua setelah 4 hari masa perawatan di Rumah Sakit.Kesimpulan: Penerapan terapi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah dengan demam tifoid yang dirawat di Rumah Saakit dapat mengontrol ansietas anak dan memberi kenyamanan pada anak sehingga dampak hospitalisasi dapat diminimalisir.Kata Kunci: Demam Tifoid pada Anak, Terapi Bermain Mewarnai, Ansietas, pada anak, Face Image Scale (FIS)
Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya
Title: PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Description:
Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi.
Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tahap pra sekolah (3-6 tahun).
Terapi bermain mewarnai merupakan salah tindakan non farmakologi untuk mengatasi masalah ansietas akibat dampak hospitalisasi pada anak demam tifoidTujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai untuk mengontrol tingkat ansietas anak pra sekolah dengan Demam Tifoid yang mendapat perawatan di Rumah sakit.
Metodologi Penelitian: Menggunakan laporan studi kasus dari 2 anak yang dirawat di Rumah Sakit yang mengalami masalah ansietas dengan penerapan terapi bermain mewarnai dan penilaian Skala FIS (Face Image Scale) sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.
Hasil: Studi Kasus ini menujukkan hasil bahwa masalah keperawatan ansietas pada pasien pertama dan kedua dapat teratasi pada hari keempat perawatan.
Terapi bermain mewarnai dapat mengontrol ansietas pada anak usia pra sekolah dengan demam tifoid yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dari tingkat ansietas sedang dengan skor FIS 4 menjadi skala FIS 1 (Sangat tidak ansietas) pada pasien 1 dan skala FIS 2 (Tidak ansietas) pada pasien kedua setelah 4 hari masa perawatan di Rumah Sakit.
Kesimpulan: Penerapan terapi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah dengan demam tifoid yang dirawat di Rumah Saakit dapat mengontrol ansietas anak dan memberi kenyamanan pada anak sehingga dampak hospitalisasi dapat diminimalisir.
Kata Kunci: Demam Tifoid pada Anak, Terapi Bermain Mewarnai, Ansietas, pada anak, Face Image Scale (FIS).
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungBackground: Typhoid fever is still a public health problem with as many as 22 million ...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Optimalisasi Pelaksanaan Program Terapi Bermain Pada Anak di Rumah Sakit
Optimalisasi Pelaksanaan Program Terapi Bermain Pada Anak di Rumah Sakit
Hospitalisasi pada anak bertujuan untuk memberikan perawatan dan pengobatan kepada anak. Selama dirawat di rumah sakit anak juga mengalami beberapa dampak akibat hospitalisasi yait...
Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S.typhi) dan Salmonella enterica serovar enteridis (S.enteridis) yang me...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
PENGARUH TERAPI BERMAIN CLAY TERHADAP KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN
PENGARUH TERAPI BERMAIN CLAY TERHADAP KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN
Pendahuluan Hospitalisasi pada anak merupakan suatu proses karena suatu alasan yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai anak dapat...

