Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kombinasi Program Motor Lesson, Roprioceptive Neuromuscular Facility Dan Latihan Core Stability Terhadap Peningkatan Keseimbangan Duduk Untuk Berdiri Dan Postural Kekuatan Otot Penderita Stroke

View through CrossRef
Epidemiologi stroke global berubah dengan cepat. Meskipun angka kematian akibat stroke yang distandarisasi oleh usia telah menurun di seluruh dunia dalam dua dekade terakhir, jumlah absolut orang yang mengalami stroke setiap tahun, hidup dengan konsekuensi stroke, dan meninggal akibat stroke meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise terhadap peningkatan keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke. Penelitian ini termasuk penelitian pra eksperimen yang melibatkan variabel perlakuan yaitu kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise, sedangkan variabel respons adalah keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke. Populasi target adalah penderita stroke RS di Kota Makassar, sedangkan sampel penelitian ini adalah pasien stroke RS di Kota Makassar sebanyak 45 orang, pada saat penelitian berlangsung. Penelitian ini menggunakan berg Balance Scale, dan Manual Muscle Testing untuk Keseimbangan duduk ke Berdiri dan Kekuatan otot sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan frekuensi 1 kali seminggu selama 3 bulan. Hasil penelitian MRP, PNF dan Core Stability,mean keseimbangan nilai pretest sebesar 0,64 ± 0,484 (skala 0-4), dan nilai post test sebesar 3,04 ± 0,767 (skala 0-4), dan nilai p sebesar 0,000 atau < 0,05, mean kekuatan otot nilai pretest sebesar 0,64 ± 0,484 (skala 0-5), dan nilai post test sebesar 3,42 ± 0,583 (skala 0-5), dan nilai p sebesar 0,000 atau <0,05. Kesimpulannya, Kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke.
Title: Kombinasi Program Motor Lesson, Roprioceptive Neuromuscular Facility Dan Latihan Core Stability Terhadap Peningkatan Keseimbangan Duduk Untuk Berdiri Dan Postural Kekuatan Otot Penderita Stroke
Description:
Epidemiologi stroke global berubah dengan cepat.
Meskipun angka kematian akibat stroke yang distandarisasi oleh usia telah menurun di seluruh dunia dalam dua dekade terakhir, jumlah absolut orang yang mengalami stroke setiap tahun, hidup dengan konsekuensi stroke, dan meninggal akibat stroke meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise terhadap peningkatan keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke.
Penelitian ini termasuk penelitian pra eksperimen yang melibatkan variabel perlakuan yaitu kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise, sedangkan variabel respons adalah keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke.
Populasi target adalah penderita stroke RS di Kota Makassar, sedangkan sampel penelitian ini adalah pasien stroke RS di Kota Makassar sebanyak 45 orang, pada saat penelitian berlangsung.
Penelitian ini menggunakan berg Balance Scale, dan Manual Muscle Testing untuk Keseimbangan duduk ke Berdiri dan Kekuatan otot sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan frekuensi 1 kali seminggu selama 3 bulan.
Hasil penelitian MRP, PNF dan Core Stability,mean keseimbangan nilai pretest sebesar 0,64 ± 0,484 (skala 0-4), dan nilai post test sebesar 3,04 ± 0,767 (skala 0-4), dan nilai p sebesar 0,000 atau < 0,05, mean kekuatan otot nilai pretest sebesar 0,64 ± 0,484 (skala 0-5), dan nilai post test sebesar 3,42 ± 0,583 (skala 0-5), dan nilai p sebesar 0,000 atau <0,05.
Kesimpulannya, Kombinasi pemberian motor relearning program, proprioceptive neuromuscular facilitation dan core stability exercise berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan duduk ke berdiri dan kekuatan otot postural penderita stroke.
.

Related Results

Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic
Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic
Stroke non hemoragik merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh iskemik, trombosis, emboli dan penyempitan lumen. Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke adalah mengal...
Fisioterapi pada pasien dengan Tetraparesis Ensefalitis: laporan kasus
Fisioterapi pada pasien dengan Tetraparesis Ensefalitis: laporan kasus
Penatalaksanaan pasien ensefalitis memerlukan kerjasama dari Tim Rehabilitasi untuk segera mengembalikan fungsi serta mengurangi kecacatan dan komplikasi, berupa dekubitus, penurun...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Abstract. Stroke occurs when blood vessel in the brain is blocked, causing blood flow to the brain to be disrupted. Hemiparesis is one of the symptoms of stroke, which is paralysis...
PENGARUH SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP KEKUATAN OTOT QUADRICEPS DAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA
PENGARUH SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP KEKUATAN OTOT QUADRICEPS DAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA
Latar Belakang; Proses menua hilangnya secara perlahan kemampuan jaringan tubuh dengan penurunan kekuatan kurang lebih 1,5 – 5 % tiap tahunnya. Kekuatan otot tertinggi terjadi pada...

Back to Top