Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic

View through CrossRef
Stroke non hemoragik merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh iskemik, trombosis, emboli dan penyempitan lumen. Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke adalah mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh yang terpengaruh stroke, kelemahan ini bisa menimbulkan ketidak seimbangan dan kesulitan pada saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak. Komplikasi akibat immobilisasi dapat dicegah dan kecacatan lebih lanjut dapat dihindari, salah satu intervensi tersebut adalah latihan rentang gerak Range Of Motion (ROM).ROM adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing–masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan latihan ROM pasif dengan kekuatan otot ekstermitas atas pada pasien stroke non hemoragic di ruang rawat inap neurologi RSUD. dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden. Hasil penelitian didapat bahwa kekuatan otot responden di ruang rawat inap neurologi yaitu meningkat sebanyak 16 orang (88,9%). Latihan ROM Pasif yaitu dilakukansebanyak 16 orang (88,9%). Didapat nilai p=0,000 (α=0,05) dengan perbandingan p<0,05 maka dapat diputuskan Ha gagalditolak yang berarti artinya terdapat hubungan latihan range of motion (ROM) pasif dengan kekuatan otot ekstermitas atas pada pasien stroke non hemoragic di ruang rawat inap neurologi RSUD. dr. Pirngadi Medan. Diharapkan perawat dapat meningkatkan latihan ROM secara lebih intensif pada pasien stroke guna meningkatkan kekuatan otot pasien baik otot tangan maupun otot kaki pasien. Menggunakan standar operasional prosedur untuk penanganan khusus menggunakan ROM agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan seragam untuk semua masalah kekuatan otot.
Title: Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic
Description:
Stroke non hemoragik merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh iskemik, trombosis, emboli dan penyempitan lumen.
Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke adalah mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh yang terpengaruh stroke, kelemahan ini bisa menimbulkan ketidak seimbangan dan kesulitan pada saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak.
Komplikasi akibat immobilisasi dapat dicegah dan kecacatan lebih lanjut dapat dihindari, salah satu intervensi tersebut adalah latihan rentang gerak Range Of Motion (ROM).
ROM adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing–masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan latihan ROM pasif dengan kekuatan otot ekstermitas atas pada pasien stroke non hemoragic di ruang rawat inap neurologi RSUD.
dr.
Pirngadi Medan.
Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden.
Hasil penelitian didapat bahwa kekuatan otot responden di ruang rawat inap neurologi yaitu meningkat sebanyak 16 orang (88,9%).
Latihan ROM Pasif yaitu dilakukansebanyak 16 orang (88,9%).
Didapat nilai p=0,000 (α=0,05) dengan perbandingan p<0,05 maka dapat diputuskan Ha gagalditolak yang berarti artinya terdapat hubungan latihan range of motion (ROM) pasif dengan kekuatan otot ekstermitas atas pada pasien stroke non hemoragic di ruang rawat inap neurologi RSUD.
dr.
Pirngadi Medan.
Diharapkan perawat dapat meningkatkan latihan ROM secara lebih intensif pada pasien stroke guna meningkatkan kekuatan otot pasien baik otot tangan maupun otot kaki pasien.
Menggunakan standar operasional prosedur untuk penanganan khusus menggunakan ROM agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan seragam untuk semua masalah kekuatan otot.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Abstract. Stroke occurs when blood vessel in the brain is blocked, causing blood flow to the brain to be disrupted. Hemiparesis is one of the symptoms of stroke, which is paralysis...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...

Back to Top