Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Fikih Muamalah pada Akad Hotel Syariah terhadap Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Pariwisata Syariah

View through CrossRef
Abstrak. Penelitian ini menganalisis penerapan fikih muamalah dalam transaksi hotel syariah, khususnya terkait dengan akad ijarah dan kemungkinan akad lainnya, seperti akad bai. Berdasarkan Fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pariwisata Syariah, hanya akad ijarah yang diizinkan dalam pariwisata syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif dan kajian fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad bai tidak dapat diterapkan dalam hotel syariah, meskipun sebelumnya dianggap sebagai alternatif akad ijarah. Namun, akad salam ditemukan sebagai alternatif yang sesuai dengan prinsip syariah dan tidak bertentangan dengan akad ijarah. Pernyataan Ketua Dewan Syariah Nasional Perwakilan Jawa Barat juga mendukung penggunaan akad salam dalam konteks ini. Dengan demikian, akad ijarah tetap menjadi akad utama yang digunakan dalam hotel syariah, dan akad bai tidak sesuai dengan praktik yang dianjurkan dalam fatwa tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun ada multiakad, tidak ada pertentangan antara akad ijarah dan salam dalam praktik hotel syariah. Abstract. This study analyzed the application of mujahideen fiqh in Islamic hotel transactions, especially related to looted contracts and other possible accounts, such as charitable deeds. Based on the DSN Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 on Sharia Tourism, only looted accounts are allowed in sharia tourism. This study uses an empirical juridical approach with qualitative methods and an all-out fiqh study. Research results showed that the academy could not be applied in sharia hotels, although it was previously considered an alternative to the looted academy. However, akadhalam was found to be an alternative that conforms to sharia principles and does not contradict looted acadjas. The statement of the Chairman of the National Sharia Council of West Java also supports the use of salamat in this context. Thus, the looted academy remains the main deed used in Islamic hotels, and the deed does not comply with the recommended practice in the fatwa. This study also shows that although there is a multi-acad, there is no contradiction between looting and salutation in the practice of sharia hotels.
Title: Analisis Fikih Muamalah pada Akad Hotel Syariah terhadap Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Pariwisata Syariah
Description:
Abstrak.
Penelitian ini menganalisis penerapan fikih muamalah dalam transaksi hotel syariah, khususnya terkait dengan akad ijarah dan kemungkinan akad lainnya, seperti akad bai.
Berdasarkan Fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pariwisata Syariah, hanya akad ijarah yang diizinkan dalam pariwisata syariah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif dan kajian fikih muamalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad bai tidak dapat diterapkan dalam hotel syariah, meskipun sebelumnya dianggap sebagai alternatif akad ijarah.
Namun, akad salam ditemukan sebagai alternatif yang sesuai dengan prinsip syariah dan tidak bertentangan dengan akad ijarah.
Pernyataan Ketua Dewan Syariah Nasional Perwakilan Jawa Barat juga mendukung penggunaan akad salam dalam konteks ini.
Dengan demikian, akad ijarah tetap menjadi akad utama yang digunakan dalam hotel syariah, dan akad bai tidak sesuai dengan praktik yang dianjurkan dalam fatwa tersebut.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun ada multiakad, tidak ada pertentangan antara akad ijarah dan salam dalam praktik hotel syariah.
Abstract.
This study analyzed the application of mujahideen fiqh in Islamic hotel transactions, especially related to looted contracts and other possible accounts, such as charitable deeds.
Based on the DSN Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 on Sharia Tourism, only looted accounts are allowed in sharia tourism.
This study uses an empirical juridical approach with qualitative methods and an all-out fiqh study.
Research results showed that the academy could not be applied in sharia hotels, although it was previously considered an alternative to the looted academy.
However, akadhalam was found to be an alternative that conforms to sharia principles and does not contradict looted acadjas.
The statement of the Chairman of the National Sharia Council of West Java also supports the use of salamat in this context.
Thus, the looted academy remains the main deed used in Islamic hotels, and the deed does not comply with the recommended practice in the fatwa.
This study also shows that although there is a multi-acad, there is no contradiction between looting and salutation in the practice of sharia hotels.

Related Results

PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
Perbandingan Fiqh Tentang Akad Tidak Bernama
Perbandingan Fiqh Tentang Akad Tidak Bernama
Abstract This paper uses a type of qualitative research with a library research focus. The discussion of this paper, first discusses the meaning of contract in a comparative ...
ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD IJARAH DI PERBANKAN SYARIAH BERDASARKAN REGULASI DAN FATWA
ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD IJARAH DI PERBANKAN SYARIAH BERDASARKAN REGULASI DAN FATWA
Abstract: The jarah contract in Indonesia is regulated by various regulations, such as the fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) and regula...
Metodologi Pengeluaran Fatwa di Jawatankuasa Fatwa Negeri Johor
Metodologi Pengeluaran Fatwa di Jawatankuasa Fatwa Negeri Johor
In the discipline of Islamic law research, strong proofing and clear Istinbat method are key pillars in the construction of Islamic law based on the application of the science of u...
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Abstract. Handling non-performing financing at BTN Syariah The ‎trend of halal tourism is currently experiencing rapid ‎development and ‎this has The trend of halal tourism is ‎cur...
Analisis Fikih Muamalah terhadap Praktik Multi Akad pada Tabugan Paket Lebaran di Kampung Tugu Laksana
Analisis Fikih Muamalah terhadap Praktik Multi Akad pada Tabugan Paket Lebaran di Kampung Tugu Laksana
Abstract. This research was carried out with the aim of analyzing the implementation of hybrid-contract practices on savings packages in Kampung Tugu Laksana. The method used in th...
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Abstract. Service work in muamalah fiqh is included in the Ijarah Al-amal contract, in which the provisions must determine how much nominal wages will be given to workers. However,...
PARIWISATA HALAL YANG DITERAPKAN SYARIAH HOTEL SOLO DI SURAKARTA DALAM PENANGANAN COVID-19
PARIWISATA HALAL YANG DITERAPKAN SYARIAH HOTEL SOLO DI SURAKARTA DALAM PENANGANAN COVID-19
Wisata halal adalah bagian dari wisata yang ditujukan kepada keluarga muslim yang menganut atau menaati syariat Islam. Tujuan penelitian mengetahui pariwisata halal yang diterapkan...

Back to Top