Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)

View through CrossRef
<p><strong>Abstrak. </strong>Salah satu pemanfaatan lahan yang memiliki dampak negative terhadap kualitas lahan adalah kegiatan penambangan. Dengan ekploitasi lahan yang intensif menyebabkan permukaan lahan (lansekap) menjadi tidak beraturan. Limbah sisa hasil tambang yang berada dipermukaan lahan seperti batuan sisa bahan tambang (<em>overburden</em>), sisa bahan tambang yang berbentuk pasir (<em>tailing</em>) dan air asam tambang serta limbah batuan yang mengandung logam berat sering menimbulkan kualitas lahan menjadi <em>stress</em>. Bahan sisa limbah hasil tambang memiliki kandungan bahan organik dan kelembaban tanah yang sangat rendah, tanah mudah padat. Lapisan tanah atas pada lahan bekas tambang sangat heterogen dan memiliki berat isi tinggi, bersifat toksik dan hara makro menjadi tidak tersedia bagi tanaman sehingga tanaman tidak tumbuh dan berproduksi serta memiliki populasi mikroba tanah rendah. Pengelolaan lansekap pada lahan bekas tambang tidak terlepas dari tindakan konservasi tanah, karena selain memperbaiki tanah untuk media tumbuh tanaman, juga mengurangi dampak negative terhadap erosi dan aliran permukaan. Salah satu pendekatan dalam pengelolaan lansekap adalah meningkatkan kualitas tanah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pencegahan degradasi lahan dan membangun sumber bahan organik <em>in-situ</em>, melalui rotasi tanaman, sistim pengolahan tanah, penggunaan mulsa tanaman, tanaman penutup tanah dan pertanaman berlereng. Pemanfaatan sumberdaya lokal menjadi penting dalam rangka meningkatkan kualitas lahan bekas tambang. Namun hal terpenting bahwa pembenah tanah harus potential memperbaiki sifat fisik, kimia dan mikrobiologi tanah, serta bahan pembenah tanah atau ameliorant merupakan sumberdaya lokal.  </p><p><em><strong>Abstract. </strong>One use of land that has a negative impact on the quality of land is mining. With the intensive exploitation of land which causes the surface of the land (landscape) becomes irregular. Residual waste that is surface mined land as mine waste rock material (overburden), residual minerals in the form of sand (tailings) and acid mine drainage and waste rock containing heavy metals often cause the quality of land to become stressed. Waste material mined residual organic matter and soil moisture is very low, easy to soil solid. A layer of topsoil on mined lands is very heterogeneous and have a high bulk density, toxic and macro nutrients unavailable to plants so that the plants do not grow and produce, and have low soil microbial populations. Landscape management on mined land can not be separated from soil conservation measures, because in addition to improve the soil for plant growth media, also reduces the negative impact on erosion and runoff. One approach in the management of the landscape is improving soil quality that are environmentally friendly and sustainable. Prevention of land degradation and build a sources of organic material in-situ, through crop rotation, tillage systems, crop mulching, cover crops and crop cycle. Utilization of local resources to be important in order to improve the quality of mined lands. But the most important thing, that soil ameliorant should be potential improve to soil physical, chemical and biological , as well as ameliorant material are a local resource.</em></p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)
Description:
<p><strong>Abstrak.
</strong>Salah satu pemanfaatan lahan yang memiliki dampak negative terhadap kualitas lahan adalah kegiatan penambangan.
Dengan ekploitasi lahan yang intensif menyebabkan permukaan lahan (lansekap) menjadi tidak beraturan.
Limbah sisa hasil tambang yang berada dipermukaan lahan seperti batuan sisa bahan tambang (<em>overburden</em>), sisa bahan tambang yang berbentuk pasir (<em>tailing</em>) dan air asam tambang serta limbah batuan yang mengandung logam berat sering menimbulkan kualitas lahan menjadi <em>stress</em>.
Bahan sisa limbah hasil tambang memiliki kandungan bahan organik dan kelembaban tanah yang sangat rendah, tanah mudah padat.
Lapisan tanah atas pada lahan bekas tambang sangat heterogen dan memiliki berat isi tinggi, bersifat toksik dan hara makro menjadi tidak tersedia bagi tanaman sehingga tanaman tidak tumbuh dan berproduksi serta memiliki populasi mikroba tanah rendah.
Pengelolaan lansekap pada lahan bekas tambang tidak terlepas dari tindakan konservasi tanah, karena selain memperbaiki tanah untuk media tumbuh tanaman, juga mengurangi dampak negative terhadap erosi dan aliran permukaan.
Salah satu pendekatan dalam pengelolaan lansekap adalah meningkatkan kualitas tanah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pencegahan degradasi lahan dan membangun sumber bahan organik <em>in-situ</em>, melalui rotasi tanaman, sistim pengolahan tanah, penggunaan mulsa tanaman, tanaman penutup tanah dan pertanaman berlereng.
Pemanfaatan sumberdaya lokal menjadi penting dalam rangka meningkatkan kualitas lahan bekas tambang.
Namun hal terpenting bahwa pembenah tanah harus potential memperbaiki sifat fisik, kimia dan mikrobiologi tanah, serta bahan pembenah tanah atau ameliorant merupakan sumberdaya lokal.
  </p><p><em><strong>Abstract.
</strong>One use of land that has a negative impact on the quality of land is mining.
With the intensive exploitation of land which causes the surface of the land (landscape) becomes irregular.
Residual waste that is surface mined land as mine waste rock material (overburden), residual minerals in the form of sand (tailings) and acid mine drainage and waste rock containing heavy metals often cause the quality of land to become stressed.
Waste material mined residual organic matter and soil moisture is very low, easy to soil solid.
A layer of topsoil on mined lands is very heterogeneous and have a high bulk density, toxic and macro nutrients unavailable to plants so that the plants do not grow and produce, and have low soil microbial populations.
Landscape management on mined land can not be separated from soil conservation measures, because in addition to improve the soil for plant growth media, also reduces the negative impact on erosion and runoff.
One approach in the management of the landscape is improving soil quality that are environmentally friendly and sustainable.
Prevention of land degradation and build a sources of organic material in-situ, through crop rotation, tillage systems, crop mulching, cover crops and crop cycle.
Utilization of local resources to be important in order to improve the quality of mined lands.
But the most important thing, that soil ameliorant should be potential improve to soil physical, chemical and biological , as well as ameliorant material are a local resource.
</em></p>.

Related Results

Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p>Kegiatan penambangan timah telah secara nyata mengakibatkan kerusakan lingkungan biofisik lahan dan s...
Desain Teknis Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang PT. Gunung Kulalet
Desain Teknis Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang PT. Gunung Kulalet
Abstrak. Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi isu krusial dalam upaya pelestarian lingkungan serta peningkatan nilai ekonomi kawasan pasca-tambang. Penelitian ini bertujuan untu...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Lahan pasca tambang timah merupakan lahan kritis yang berpotensi sebagai lahan pertanian.  Nenas Badau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan pasca tam...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek...
PENYULUHAN MASYARAKAT MELALUI PERHITUNGAN KELAYAKAN USAHA ALTERNATIF BUDIDAYA UDANG BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN BEKAS SAWAH
PENYULUHAN MASYARAKAT MELALUI PERHITUNGAN KELAYAKAN USAHA ALTERNATIF BUDIDAYA UDANG BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN BEKAS SAWAH
Ratusan petani di Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi sawah yang sudah puluhan tahun tergenang air berakibat lahan seluas 198 hektar tidak da...
Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Bermanfaat Bagi Masyarakat di Masa Pandemi
Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Bermanfaat Bagi Masyarakat di Masa Pandemi
Barang bekas diantaranya botol minuman bekas, koran-koran bekas, kain bekas dan sampah plastik bekas seperti kantong plastik kresek. Diantara barang bekas tersebut maka barang beka...

Back to Top