Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Desain Teknis Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang PT. Gunung Kulalet

View through CrossRef
Abstrak. Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi isu krusial dalam upaya pelestarian lingkungan serta peningkatan nilai ekonomi kawasan pasca-tambang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain teknis pemanfaatan lahan bekas tambang PT Gunung Kulalet di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lahan ini sebelumnya digunakan untuk penambangan batu andesit dan kini akan dijadikan kawasan perumahan sesuai dengan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah. Kegiatan reklamasi dilakukan melalui penataan lahan yang diratakan untuk pembangunan pemukiman, serta revegetasi dengan penanaman pohon-pohon untuk memperbaiki kondisi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan bekas tambang di PT Gunung Kulalet memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemukiman. Desain teknis yang diusulkan meliputi penataan ulang topografi, pembangunan perumahan dan fasilitas pendukung, serta revegetasi dengan tanaman berkayu untuk meningkatkan stabilitas lereng dan mengurangi risiko erosi. Rencana ini juga mencakup pembuatan fasilitas sesuai dengan tata ruang yang berlaku. Dengan penerapan desain teknis yang tepat, lahan bekas tambang dapat direklamasi secara efektif, memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Luas Izin Usaha Pertambangan PT Gunung Kulalet adalah 3,5 Ha, dengan 2,47 Ha untuk kawasan perumahan, 0,53 Ha untuk revegetasi, dan 0,5 Ha sebagai void. Abstract. The utilization of ex-mining land is a crucial issue in efforts to preserve the environment and enhance the economic value of post-mining areas. This study aims to design a technical plan for the utilization of the former mining land of PT Gunung Kulalet in Baleendah District, Bandung Regency, West Java Province. The area, previously used for andesite mining, will be transformed into a residential area in accordance with the existing Spatial and Regional Plan. Reclamation activities were conducted in the past year by leveling the mined land into a residential area, along with revegetation activities such as tree planting. The findings indicate that the ex-mining land at PT Gunung Kulalet has the potential to be developed into a residential area. The proposed technical design includes the rearrangement of land topography, construction of housing and supporting facilities, and revegetation with woody plants to enhance slope stability and reduce the risk of erosion. The design also incorporates the development of housing in line with the existing spatial and regional plans. With the proper application of this technical design, the ex-mining land can be effectively reclaimed, bringing ecological and economic benefits to the local community. The technical design for PT Gunung Kulalet, which covers a 3.5 Ha Mining Business License area, involves land arrangement where 2.47 Ha will be used for residential purposes, 0.53 Ha for revegetation, and 0.5 Ha as void space.
Title: Desain Teknis Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang PT. Gunung Kulalet
Description:
Abstrak.
Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi isu krusial dalam upaya pelestarian lingkungan serta peningkatan nilai ekonomi kawasan pasca-tambang.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain teknis pemanfaatan lahan bekas tambang PT Gunung Kulalet di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Lahan ini sebelumnya digunakan untuk penambangan batu andesit dan kini akan dijadikan kawasan perumahan sesuai dengan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah.
Kegiatan reklamasi dilakukan melalui penataan lahan yang diratakan untuk pembangunan pemukiman, serta revegetasi dengan penanaman pohon-pohon untuk memperbaiki kondisi tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan bekas tambang di PT Gunung Kulalet memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemukiman.
Desain teknis yang diusulkan meliputi penataan ulang topografi, pembangunan perumahan dan fasilitas pendukung, serta revegetasi dengan tanaman berkayu untuk meningkatkan stabilitas lereng dan mengurangi risiko erosi.
Rencana ini juga mencakup pembuatan fasilitas sesuai dengan tata ruang yang berlaku.
Dengan penerapan desain teknis yang tepat, lahan bekas tambang dapat direklamasi secara efektif, memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Luas Izin Usaha Pertambangan PT Gunung Kulalet adalah 3,5 Ha, dengan 2,47 Ha untuk kawasan perumahan, 0,53 Ha untuk revegetasi, dan 0,5 Ha sebagai void.
Abstract.
The utilization of ex-mining land is a crucial issue in efforts to preserve the environment and enhance the economic value of post-mining areas.
This study aims to design a technical plan for the utilization of the former mining land of PT Gunung Kulalet in Baleendah District, Bandung Regency, West Java Province.
The area, previously used for andesite mining, will be transformed into a residential area in accordance with the existing Spatial and Regional Plan.
Reclamation activities were conducted in the past year by leveling the mined land into a residential area, along with revegetation activities such as tree planting.
The findings indicate that the ex-mining land at PT Gunung Kulalet has the potential to be developed into a residential area.
The proposed technical design includes the rearrangement of land topography, construction of housing and supporting facilities, and revegetation with woody plants to enhance slope stability and reduce the risk of erosion.
The design also incorporates the development of housing in line with the existing spatial and regional plans.
With the proper application of this technical design, the ex-mining land can be effectively reclaimed, bringing ecological and economic benefits to the local community.
The technical design for PT Gunung Kulalet, which covers a 3.
5 Ha Mining Business License area, involves land arrangement where 2.
47 Ha will be used for residential purposes, 0.
53 Ha for revegetation, and 0.
5 Ha as void space.

Related Results

Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)
Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan Dengan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ)
<p><strong>Abstrak. </strong>Salah satu pemanfaatan lahan yang memiliki dampak negative terhadap kualitas lahan adalah kegiatan penambangan. Dengan ekploitasi lah...
Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
Teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Bekas Tambang Timah
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p>Kegiatan penambangan timah telah secara nyata mengakibatkan kerusakan lingkungan biofisik lahan dan s...
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan
Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lin...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Lahan pasca tambang timah merupakan lahan kritis yang berpotensi sebagai lahan pertanian.  Nenas Badau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan pasca tam...
PENYULUHAN MASYARAKAT MELALUI PERHITUNGAN KELAYAKAN USAHA ALTERNATIF BUDIDAYA UDANG BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN BEKAS SAWAH
PENYULUHAN MASYARAKAT MELALUI PERHITUNGAN KELAYAKAN USAHA ALTERNATIF BUDIDAYA UDANG BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN BEKAS SAWAH
Ratusan petani di Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi sawah yang sudah puluhan tahun tergenang air berakibat lahan seluas 198 hektar tidak da...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...

Back to Top