Javascript must be enabled to continue!
Struktur Morfologis dan Makna Kata Majemuk Berunsur Kata Tatsu, Ritsu atau Tateru (立) Dalam Kamus Tagaini Jisho
View through CrossRef
Kata majemuk ialah hasil dari proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar, baik yang bebas maupun yang terikat, sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki indentitas leksikal yang berbeda maupun baru. Kata majemuk dibagi menjadi 3, yaitu kata majemuk nomina, kata majemuk verba dan kata majemuk adjektiva. Kemudian, diperoleh 18 data kata majemuk nomina dan 7 data kata majemuk verba. Kata majemuk nomina terbentuk berstruktur N + V sebanyak 13 data, dan struktur V + N sebanyak 5 data. Sedangkan kata majemuk verba ditemukan berstruktur V + V sebanyak 5 data, dan struktur N + V sebanyak 2 data. Selain itu, kata majemuk tersebut diklasifikasikan pula berdasarkan makna unsur pembentuknya dan diperoleh hasil, yaitu (1) terbentuk oleh salah satu makna unsur pembentuknya sebanyak 10 data, (2) terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 9 data, dan (3) tidak terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 6 data.
Title: Struktur Morfologis dan Makna Kata Majemuk Berunsur Kata Tatsu, Ritsu atau Tateru (立) Dalam Kamus Tagaini Jisho
Description:
Kata majemuk ialah hasil dari proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar, baik yang bebas maupun yang terikat, sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki indentitas leksikal yang berbeda maupun baru.
Kata majemuk dibagi menjadi 3, yaitu kata majemuk nomina, kata majemuk verba dan kata majemuk adjektiva.
Kemudian, diperoleh 18 data kata majemuk nomina dan 7 data kata majemuk verba.
Kata majemuk nomina terbentuk berstruktur N + V sebanyak 13 data, dan struktur V + N sebanyak 5 data.
Sedangkan kata majemuk verba ditemukan berstruktur V + V sebanyak 5 data, dan struktur N + V sebanyak 2 data.
Selain itu, kata majemuk tersebut diklasifikasikan pula berdasarkan makna unsur pembentuknya dan diperoleh hasil, yaitu (1) terbentuk oleh salah satu makna unsur pembentuknya sebanyak 10 data, (2) terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 9 data, dan (3) tidak terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 6 data.
Related Results
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lai...
Analisis Komponen Kamus Arab-Indonesia Karya Mahmud Yunus Perspektif Ali Al-Qasimy / Analysis of the Components of Kamus Arab-Indonesia by Mahmud Yunus Based on Ali Al-Qasimy's Perspective
Analisis Komponen Kamus Arab-Indonesia Karya Mahmud Yunus Perspektif Ali Al-Qasimy / Analysis of the Components of Kamus Arab-Indonesia by Mahmud Yunus Based on Ali Al-Qasimy's Perspective
Dictionaries serve as a reference for individuals to understand word meanings, expand vocabulary, preserve languages, and support the ever-evolving global transmission of knowledge...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
ANALISIS KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA DALAM TEKS ILMIAH SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN MATA KULIAH SINTAKSIS
ANALISIS KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA DALAM TEKS ILMIAH SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN MATA KULIAH SINTAKSIS
Penelitian ini dilakukan untuk mewujudkan bahan pembelajaran berbasis penelitian. Yang dimaksudkan bahan pembelajaran berbasis penelitian adalah bahan pembelajaran yang dikembangka...
REDUPLIKASI DAN KATA MAJEMUK DALAM BAHASA MANGGARAI DIALEK KOLANG DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
REDUPLIKASI DAN KATA MAJEMUK DALAM BAHASA MANGGARAI DIALEK KOLANG DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Bahasa Manggarai dialek Kolang (BMDK) merupakan salah satu dialek yang termasuk dalam kelompok dialek ( KD) Manggarai S > H (Verheijen, 1930). Kelompok dialek S > H masih be...
PENERJEMAHAN KATA MAJEMUK NOMINA BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA
PENERJEMAHAN KATA MAJEMUK NOMINA BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA
Dalam proses penerjemahan kata majemuk nomina bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, berbagai masalah dapat muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kata majemuk nomina...
PELESAPAN FUNGSI SINTAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA
PELESAPAN FUNGSI SINTAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis fungsi sintaksis yang dilesapkan dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kategori sintaksis yang menjadi ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

