Javascript must be enabled to continue!
Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kabupaten Bengkalis
View through CrossRef
ABSTRAK
Pokok permasalah pada masalah kemiskinan di Indonesia khususnya kabupaten Bengkalis. Kemiskinan adalah masalah klasik dan terjadi hamper di seluruh Negara di dunia. baik itu kemiskinan absolut maupun kemiskinan relatif. Masalah tentang masyarakat miskin ternyata sangat kompleks, sehingga meskipun sudah banyak program-program dalam upaya pengentasan kemiskinan, namun juga tak kunjung selesai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen pemberdayaan masyarakat di kabupaten bengkalis dan pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten Bengkalis. Metode penelitian menggunakan pedekatan kualitatif studi kepustakaan, jenis penelitian menggunakan studi literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pemberdayaan masyarakat di kabupaten bengkalis belum maksimal, hal ini terlihat dari lemahnya upaya pemerintah dalam upaya melinearisasi kebijakan hingga tingkat desa khususnya desa tradisional yang masih tertinggal, tentu butuh sentuhan-sentuhan khusus yang bisa di tuangkan ke dalam sebuah aturan/kebijakan. Dengan kata lain, factor administrasi dan organisasi sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pencapaian tujuan. Pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten bengkalis juga belum terlaksana dengan maksimal. Hal ini terlihat dari lemahnya upaya pemerintah dalam upaya menduplikasi strategi dari desa yang berhasil kepada desa-desa lainnya di kabupaten bengkalis. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten bengkalis perlu menanamkan kesadaran kepada masyarakat yang menjadi sasaran pemberdayaan terhadap pentingnya pemberdayaan tersebut agar dalam pelaksanaan, masyarakat sasaran pemberdayaan dapat lebih partisipasif.
Kata Kunci: Manajemen, pemberdayaan, masyarakat.desa.
Abstract:
The main problem in the problem of poverty in Indonesia, especially Bengkalis Regency. Poverty is a classic problem and occurs in almost all countries in the world. both absolute poverty and relative poverty. The problem of the poor turns out to be very complex, so that even though there have been many programs in poverty alleviation efforts, it has also not been finished. The purpose of this study was to find out how the management of community empowerment in Bengkulu Regency and village community empowerment in Bengkalis Regency. The research method uses a qualitative approach to literature study, this type of research uses literature studies by looking for theoretical references relevant to the case or problem found. The results of this study indicate that the management of community empowerment in Bengkulu Regency is not yet maximal, this can be seen from the weak efforts of the government in an effort to line up policies at the village level, especially traditional villages that are still lagging, naturally requiring special touches that can be poured into a rule / Policy. In other words, administrative and organizational factors greatly influence success in achieving goals. Empowerment of rural communities in the Bengkulu district has also not been carried out to the maximum. This can be seen from the weak efforts of the government in an effort to duplicate the strategy of the successful village to other villages in the Regency of Bengkulu. In an effort to empower the village community in Bengkulu Regency it is necessary to instill awareness to the people who are the target of empowerment of the importance of empowerment so that in the implementation, the target community of empowerment can be more participatory.
Keywords: Management, empowerment, community. Village
Title: Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kabupaten Bengkalis
Description:
ABSTRAK
Pokok permasalah pada masalah kemiskinan di Indonesia khususnya kabupaten Bengkalis.
Kemiskinan adalah masalah klasik dan terjadi hamper di seluruh Negara di dunia.
baik itu kemiskinan absolut maupun kemiskinan relatif.
Masalah tentang masyarakat miskin ternyata sangat kompleks, sehingga meskipun sudah banyak program-program dalam upaya pengentasan kemiskinan, namun juga tak kunjung selesai.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen pemberdayaan masyarakat di kabupaten bengkalis dan pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten Bengkalis.
Metode penelitian menggunakan pedekatan kualitatif studi kepustakaan, jenis penelitian menggunakan studi literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pemberdayaan masyarakat di kabupaten bengkalis belum maksimal, hal ini terlihat dari lemahnya upaya pemerintah dalam upaya melinearisasi kebijakan hingga tingkat desa khususnya desa tradisional yang masih tertinggal, tentu butuh sentuhan-sentuhan khusus yang bisa di tuangkan ke dalam sebuah aturan/kebijakan.
Dengan kata lain, factor administrasi dan organisasi sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pencapaian tujuan.
Pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten bengkalis juga belum terlaksana dengan maksimal.
Hal ini terlihat dari lemahnya upaya pemerintah dalam upaya menduplikasi strategi dari desa yang berhasil kepada desa-desa lainnya di kabupaten bengkalis.
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten bengkalis perlu menanamkan kesadaran kepada masyarakat yang menjadi sasaran pemberdayaan terhadap pentingnya pemberdayaan tersebut agar dalam pelaksanaan, masyarakat sasaran pemberdayaan dapat lebih partisipasif.
Kata Kunci: Manajemen, pemberdayaan, masyarakat.
desa.
Abstract:
The main problem in the problem of poverty in Indonesia, especially Bengkalis Regency.
Poverty is a classic problem and occurs in almost all countries in the world.
both absolute poverty and relative poverty.
The problem of the poor turns out to be very complex, so that even though there have been many programs in poverty alleviation efforts, it has also not been finished.
The purpose of this study was to find out how the management of community empowerment in Bengkulu Regency and village community empowerment in Bengkalis Regency.
The research method uses a qualitative approach to literature study, this type of research uses literature studies by looking for theoretical references relevant to the case or problem found.
The results of this study indicate that the management of community empowerment in Bengkulu Regency is not yet maximal, this can be seen from the weak efforts of the government in an effort to line up policies at the village level, especially traditional villages that are still lagging, naturally requiring special touches that can be poured into a rule / Policy.
In other words, administrative and organizational factors greatly influence success in achieving goals.
Empowerment of rural communities in the Bengkulu district has also not been carried out to the maximum.
This can be seen from the weak efforts of the government in an effort to duplicate the strategy of the successful village to other villages in the Regency of Bengkulu.
In an effort to empower the village community in Bengkulu Regency it is necessary to instill awareness to the people who are the target of empowerment of the importance of empowerment so that in the implementation, the target community of empowerment can be more participatory.
Keywords: Management, empowerment, community.
Village.
Related Results
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
Pemberdayaan adalah salah satu konsep didalam meningkatkan kualitas, baik kualitas sumberdaya manusia atau kualitas perekonomian. Masyarakat nelayan sebagai masyarakat yang memanfa...
Problematika Pendamping Desa Profesional dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kota Padangsidimpuan
Problematika Pendamping Desa Profesional dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kota Padangsidimpuan
<p>Professional village facilitators are facilitators who provide assistance to the community. Its presence is the demand of Law Number 6 of 2014 concerning Villages and the ...
PEMBERDAYAAN PEMERINTAHAN DESA WARU KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR MENUJU DESA MANDIRI
PEMBERDAYAAN PEMERINTAHAN DESA WARU KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR MENUJU DESA MANDIRI
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan aparat desa melalui penguasaan pengelolaan website desa. Website desa merupakan media informasi pro...


