Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengukuran Kinerja Keuangan Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Tahun Anggaran 2013-2017

View through CrossRef
Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 24 tahun 2014 menjelaskan bahwa pengelolaan penerimaan negara bukan pajak untuk pejabat fungsional disebut honorarium dan layanan profesional untuk pangeran. Dan biaya untuk honorarium dan layanan transportasi di setiap kantor urusan agama berbeda, dilihat dari tipologi atau jumlah pernikahan dan rujukan yang terjadi di kantor setiap bulan. Peraturan tersebut digunakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Cileunyi Kabupaten Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembayaran honorarium untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama di Kabupaten Cileunyi, Kabupaten Bandung dan hambatan dan solusi untuk hambatan dalam pengelolaan pembayaran honorarium untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama di Kabupaten Cileunyi, Bandung. Teori yang digunakan oleh peneliti adalah model teori implementasi kebijakan yang disajikan oleh van meter dan van horn di mana ia menyatakan bahwa keberhasilan suatu kebijakan dapat diukur oleh 6 (enam) faktor, yaitu: (1) ukuran dan tujuan kebijakan, (2) sumber daya, (3) karakteristik lembaga pelaksana, (4) komunikasi antar organisasi, (5) sikap atau kecenderungan pelaksana, (6) lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan karyawan KUA Kabupaten Cileunyi Kabupaten Bandung, yang berjumlah 5 (lima) responden dan di Kementerian Agama Kementerian Bandung sebanyak 4 (empat) responden serta studi literatur. Teknik pengolahan data menggunakan triangulasi untuk mengolah data, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembayaran honor untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama, Kabupaten Cileunyi, Kabupaten Bandung sudah mulai berjalan dengan cukup baik. ini dapat dilihat dari tujuan kebijakan yang dapat mencapai target, karakteristik pelaksana yang juga cukup baik, dan lingkungan ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung implementasi kebijakan ini. Dengan kendala kurangnya sosialisasi mengenai ketentuan kebijakan dan sarana dan prasarana sumber daya yang dirasakan tidak mencukupi untuk KUA Kabupaten Cileunyi. Dan solusi untuk hambatan ini adalah untuk mengambil tindakan dan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat terkait pembayaran
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Pengukuran Kinerja Keuangan Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Tahun Anggaran 2013-2017
Description:
Peraturan Menteri Agama (PMA) No.
24 tahun 2014 menjelaskan bahwa pengelolaan penerimaan negara bukan pajak untuk pejabat fungsional disebut honorarium dan layanan profesional untuk pangeran.
Dan biaya untuk honorarium dan layanan transportasi di setiap kantor urusan agama berbeda, dilihat dari tipologi atau jumlah pernikahan dan rujukan yang terjadi di kantor setiap bulan.
Peraturan tersebut digunakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Cileunyi Kabupaten Bandung.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembayaran honorarium untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama di Kabupaten Cileunyi, Kabupaten Bandung dan hambatan dan solusi untuk hambatan dalam pengelolaan pembayaran honorarium untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama di Kabupaten Cileunyi, Bandung.
Teori yang digunakan oleh peneliti adalah model teori implementasi kebijakan yang disajikan oleh van meter dan van horn di mana ia menyatakan bahwa keberhasilan suatu kebijakan dapat diukur oleh 6 (enam) faktor, yaitu: (1) ukuran dan tujuan kebijakan, (2) sumber daya, (3) karakteristik lembaga pelaksana, (4) komunikasi antar organisasi, (5) sikap atau kecenderungan pelaksana, (6) lingkungan ekonomi, sosial dan politik.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan karyawan KUA Kabupaten Cileunyi Kabupaten Bandung, yang berjumlah 5 (lima) responden dan di Kementerian Agama Kementerian Bandung sebanyak 4 (empat) responden serta studi literatur.
Teknik pengolahan data menggunakan triangulasi untuk mengolah data, wawancara dan observasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembayaran honor untuk layanan profesional dan transportasi di Kantor Urusan Agama, Kabupaten Cileunyi, Kabupaten Bandung sudah mulai berjalan dengan cukup baik.
ini dapat dilihat dari tujuan kebijakan yang dapat mencapai target, karakteristik pelaksana yang juga cukup baik, dan lingkungan ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung implementasi kebijakan ini.
Dengan kendala kurangnya sosialisasi mengenai ketentuan kebijakan dan sarana dan prasarana sumber daya yang dirasakan tidak mencukupi untuk KUA Kabupaten Cileunyi.
Dan solusi untuk hambatan ini adalah untuk mengambil tindakan dan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat terkait pembayaran.

Related Results

Determinasi Kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Aceh
Determinasi Kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Aceh
Kapasitas pemerintah daerah terlihat dari capaian kinerja yang dilaksanakan dalam satu periode. Capaian kinerja yang dicapai sangat tergantung dari anggaran yang tercermin dari per...
PENGAWASAN PENGGUNAAN KEUANGAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
PENGAWASAN PENGGUNAAN KEUANGAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
Sistem pengawasan sangat menentukan kemandirian satuan otonomi. Untuk menghindari agarpengawasan tidak melemahkan otonomi, maka sistem pengawasan ditentukan secara spesifikbaik lin...
Analisis Efektivitas Anggaran Belanja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lahat
Analisis Efektivitas Anggaran Belanja Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lahat
ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the expenditure budget at the Lahat Regency Regional Financial Board (BKD Lahat Regency) which can affect budget perform...
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN MENGGUNAKAN IKPA
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN MENGGUNAKAN IKPA
Kementerian keuangan menetapkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebagai alat ukur kinerja pengelolaan anggaran kementerian atau lembaga. IKPA pun berfungsi sebagai me...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
PENGARUH PENYERAPAN ANGGARAN BANTUAN UMKM TERHADAP KINERJA KEUANGAN UMKM PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN ENREKANG
PENGARUH PENYERAPAN ANGGARAN BANTUAN UMKM TERHADAP KINERJA KEUANGAN UMKM PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN ENREKANG
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kabupaten Enrekang,Untuk mengetahui penga...

Back to Top