Javascript must be enabled to continue!
PEMAKAIAN PESTISIDA KIMIA TERHADAP KADAR ENZIM CHOLINESTERASE DAN RESIDU PESTISIDA DALAM TANAH
View through CrossRef
Dewasa ini jumlah pestisida terdaftar semakin meningkat, di Indonesia tahun jumlah pestisida terdaftar sejumlah 1082 nama dagang menjadi lebih dari 1500 nama dagang tahun 2006. Hal tersebut menunjukkan peningkatan penggunaan pestisida oleh petani. Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani dan lingkungan. Data di Kabupaten Tuban, keracunan berat 0% , keracunan sedang 16%, keracunan ringan 30% dan normal 54%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemakaian pestisida kimia terhadap kadar enzim cholinesterase dan residu pestisida dalam tanah.Desain penelitian bersifat deskriptif, berdasarkan waktunya menggunakan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Pemilihan informan dilakukan secara accidental sebanyak 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden berpengatahuan kurang mengalami keracunan 64%, keracunan karena sikap kurang 68%, keracunan karena toksisitas pestisida sedang 80%, keracunan karena dosis tidak sesuai anjuran 80%, keracunan karena masa kerja lama 72%, keracunan karena lama penyemprotan per hari baik 56%, keracunan karena frekuensi penyemprotan baik 72%, keracunan karena waktu penyemprotan baik 68%, keracunan karena posisi penyemprotan buruk 80%, keracunan karena penggunaan APD buruk 80%, keracunan karena perilaku merokok buruk 48%, keracunan karena perilaku makan/minum buruk 72%. Kesimpulan penelitian adalah karakteristik pemakaian meliputi pengetahuan, sikap, jenis pestisida, toksisitas, dosis, masa kerja petani, lama penyemprotan per hari, frekuensi penyemprotan tiap minggu, waktu, posisi petani, penggunaan APD, merokok, makan/minum. Perlu diadakan pelatihan, penyuluhan dan pembinaan mengenai aplikasi pestisida yang baik dan benar serta pemeriksaan kesehatan petani dan pemeriksaan residu pestisida
Title: PEMAKAIAN PESTISIDA KIMIA TERHADAP KADAR ENZIM CHOLINESTERASE DAN RESIDU PESTISIDA DALAM TANAH
Description:
Dewasa ini jumlah pestisida terdaftar semakin meningkat, di Indonesia tahun jumlah pestisida terdaftar sejumlah 1082 nama dagang menjadi lebih dari 1500 nama dagang tahun 2006.
Hal tersebut menunjukkan peningkatan penggunaan pestisida oleh petani.
Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani dan lingkungan.
Data di Kabupaten Tuban, keracunan berat 0% , keracunan sedang 16%, keracunan ringan 30% dan normal 54%.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemakaian pestisida kimia terhadap kadar enzim cholinesterase dan residu pestisida dalam tanah.
Desain penelitian bersifat deskriptif, berdasarkan waktunya menggunakan desain studi cross sectional.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara.
Pemilihan informan dilakukan secara accidental sebanyak 25 responden.
Hasil penelitian menunjukkan responden berpengatahuan kurang mengalami keracunan 64%, keracunan karena sikap kurang 68%, keracunan karena toksisitas pestisida sedang 80%, keracunan karena dosis tidak sesuai anjuran 80%, keracunan karena masa kerja lama 72%, keracunan karena lama penyemprotan per hari baik 56%, keracunan karena frekuensi penyemprotan baik 72%, keracunan karena waktu penyemprotan baik 68%, keracunan karena posisi penyemprotan buruk 80%, keracunan karena penggunaan APD buruk 80%, keracunan karena perilaku merokok buruk 48%, keracunan karena perilaku makan/minum buruk 72%.
Kesimpulan penelitian adalah karakteristik pemakaian meliputi pengetahuan, sikap, jenis pestisida, toksisitas, dosis, masa kerja petani, lama penyemprotan per hari, frekuensi penyemprotan tiap minggu, waktu, posisi petani, penggunaan APD, merokok, makan/minum.
Perlu diadakan pelatihan, penyuluhan dan pembinaan mengenai aplikasi pestisida yang baik dan benar serta pemeriksaan kesehatan petani dan pemeriksaan residu pestisida.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Pesticide Residue Monitoring on Agriculture in Indonesia
Pesticide Residue Monitoring on Agriculture in Indonesia
<p class="JSDLAbstrak"><strong>Abstra</strong><strong>ct. </strong>Most agricultural producers use pesticides to prevent pests and increase yield and ...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
CARA PEMBUATAN BIOPESTISIDA DAUN PEPAYA
CARA PEMBUATAN BIOPESTISIDA DAUN PEPAYA
Pada umumnya penduduk Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong bermata pencaharian sebagai petani. Bercocok tanam merupakan andalan utama penopang kehidupan mereka,...
PENGARUH RESIDU BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN NPK TERHADAP NISBAH DISPERSI TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS)
PENGARUH RESIDU BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN NPK TERHADAP NISBAH DISPERSI TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS)
Penurunan kualitas tanah akibat degradasi menjadi tantangan utama dalam budidaya tanaman jagung (Zea mays L.). Salah satu indikator penting dalam menilai stabilitas tanah adalah di...
Karakterisasi Bakteri Perakaran Vegetasi Kedelai, Singkong dan Rumput
Karakterisasi Bakteri Perakaran Vegetasi Kedelai, Singkong dan Rumput
Tanah merupakan faktor lingkungan yang penting, sebab selain mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman yang tumbuh diatasnya, tanah juga memiliki hubungan timbal balik dengan ...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
PERANAN KEAMANAN PESTISIDA DI BIDANG PERTANIAN BAGI PETANI DAN LINGKUNGAN
PERANAN KEAMANAN PESTISIDA DI BIDANG PERTANIAN BAGI PETANI DAN LINGKUNGAN
Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik (mikroba) dan virus yang digunakan untuk memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit yang merusak tanaman, ba...

