Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

A EKSPLOITASI MURIA

View through CrossRef
Abstrak                       Paper ini menjelaskan persoalan rusaknya lingkungan di Desa Tempur, yang berada di lereng Gunung Muria, Jepara dimana desa ini memiliki dua tanaman pokok, yaitu pohon jati dan kopi. Persoalan penebangan pohon jati secara tradisional yang kemudian berakibat pada rusaknya berbagai tanaman lainnya, termasuk kopi menjadi perdebatan antara kepentingan kapitalisme kolonial dengan persoalan lingkungan. Pada tataran lokal, rusaknya lingkungan tidak pernah menjadi persoalan yang serius. Hal ini karena ekonomi jati dan kopi, bukan merupakan aset ekonomi utama yang langsung bagi komunitas lokal, terlebih saat industri mulai memasuki Jepara pada akhir abad XIX.                         Dengan menggunakan kajian sejarah lokal, rusaknya lingkungan akibat penebangan pohon jati dan berakibat rusaknya pohon kopi menjadi variable penting untuk menjelaskan dua kepentingan pokok, yaitu kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan. Dua kepentingan itu melibatkan pemerintah kolonial dan komunitas desa yang terlibat langsung dalam proses rusaknya lingkungan lereng Gunung Muria.                         Hasil temuan kajian ini menunjukkan bahwa komunitas desa sebagai objek rusaknya lingkungan lereng gunung, memiliki kemampuan adaptif secara ekonomi dengan melakukan konversi pekerjaan, dari pekebun menjadi buruh industri di kota. Reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, hanya sebagai penyelamat kepentingan kolonial.                        Kata kunci: Muria, eksploitasi, perubahan ekologi, adaptif, Jepara  
Title: A EKSPLOITASI MURIA
Description:
Abstrak                       Paper ini menjelaskan persoalan rusaknya lingkungan di Desa Tempur, yang berada di lereng Gunung Muria, Jepara dimana desa ini memiliki dua tanaman pokok, yaitu pohon jati dan kopi.
Persoalan penebangan pohon jati secara tradisional yang kemudian berakibat pada rusaknya berbagai tanaman lainnya, termasuk kopi menjadi perdebatan antara kepentingan kapitalisme kolonial dengan persoalan lingkungan.
Pada tataran lokal, rusaknya lingkungan tidak pernah menjadi persoalan yang serius.
Hal ini karena ekonomi jati dan kopi, bukan merupakan aset ekonomi utama yang langsung bagi komunitas lokal, terlebih saat industri mulai memasuki Jepara pada akhir abad XIX.
                        Dengan menggunakan kajian sejarah lokal, rusaknya lingkungan akibat penebangan pohon jati dan berakibat rusaknya pohon kopi menjadi variable penting untuk menjelaskan dua kepentingan pokok, yaitu kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan.
Dua kepentingan itu melibatkan pemerintah kolonial dan komunitas desa yang terlibat langsung dalam proses rusaknya lingkungan lereng Gunung Muria.
                        Hasil temuan kajian ini menunjukkan bahwa komunitas desa sebagai objek rusaknya lingkungan lereng gunung, memiliki kemampuan adaptif secara ekonomi dengan melakukan konversi pekerjaan, dari pekebun menjadi buruh industri di kota.
Reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, hanya sebagai penyelamat kepentingan kolonial.
                       Kata kunci: Muria, eksploitasi, perubahan ekologi, adaptif, Jepara  .

Related Results

TINJAUAN GEOLOGI KELAUTAN PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA TERHADAP RENCANA TAPAK KONSTRUKSI PLTN
TINJAUAN GEOLOGI KELAUTAN PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA TERHADAP RENCANA TAPAK KONSTRUKSI PLTN
Semenanjung Muria terletak di pantai utara Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini akan dikembangkan menjadi daerah tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Secara...
Dampak Perilaku Maladaptif Bagi Anak yang Dijadikan Pengemis oleh Orang Tua Sebagai Bentuk Eksploitasi Di Makam KH. Syekh Asnawi Caringin
Dampak Perilaku Maladaptif Bagi Anak yang Dijadikan Pengemis oleh Orang Tua Sebagai Bentuk Eksploitasi Di Makam KH. Syekh Asnawi Caringin
Eksploitasi umumnya dilakukan di kota-kota besar. Hal ini tidak terkecuali terjadi pula di kawasan wisata ziarah makam KH. Syekh Asnawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui g...
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN GUNUNG MURIA MENGGUNAKAN ANALISA DATA GRAVITASI
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN GUNUNG MURIA MENGGUNAKAN ANALISA DATA GRAVITASI
A geophysical survey using gravity method was carried out in Muria  volcano. This research aimed to interpret the subsurface geology condition of the research area based on gravity...
Analisis Putusan Hakim No: 1321/PID.SUS/2021/PN.Medan dalam Tindak Pidana Ekspliotasi Seksual Terhadap Anak
Analisis Putusan Hakim No: 1321/PID.SUS/2021/PN.Medan dalam Tindak Pidana Ekspliotasi Seksual Terhadap Anak
Eksploitasi anak adalah tingkah laku yang diperbuat secara sewenang-sewenangnya terhadap seseorang yang belum dewasa dengan tujuan keuntungan pribadi tanpa memikirkan psikis anak d...
Tingkat Eksploitasi Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Desa Pemangkat Kabupaten Sambas
Tingkat Eksploitasi Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Desa Pemangkat Kabupaten Sambas
Kerang darah (Tegillarca granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang berpotensi dan bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan sebagai mineral dan sumber protein untuk memenuh...
Analisis Nilai Religius Cerita Rakyat “Masjid Sunan Muria” di Kabupaten Kudus
Analisis Nilai Religius Cerita Rakyat “Masjid Sunan Muria” di Kabupaten Kudus
Folklore is part of cultural history that reflects the past and thoughts of the community, passed down from generation to generation orally or in writing, and contains various valu...
PENYELESAIAN SENGKETA PENGELOLAAN MAKAM SUNAN MURIA
PENYELESAIAN SENGKETA PENGELOLAAN MAKAM SUNAN MURIA
Horizontal conflict often occurs in people who have different interests. What often happens is a dispute over land ownership rights. But there are also conflicts in the form of tom...

Back to Top