Javascript must be enabled to continue!
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NAHWU DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
View through CrossRef
Abstrak
Nahwu adalah pelajaran yang berhubungan dengan kata, keterangan serta fungsinya dalam sebuah kalimat. Nahwu bukanlah bahasa, tetapi sebuah kaidah atau aturan yang akan mempermudah pembelajaran bahasa. Madrasah diniyah At Tahdzibiyyah adalah salah satu madrasah diniyah di Kota Malang Jawa Timur. Madrasah diniyah ini menyatu dengan Lembaga Tinggi Pesantren Luhur. Peneliti mengamati banyak santri putri yang yang merasa kesulitan ketika mempelajari Nahwu. Sebagian santri putri merasa kesulitan ketika belajar nahwu dengan buku yang biasa digunakan. Karena buku tersebut menggunakan bahasa arab secara mutlak. Maka peneliti ingin mengembangkan buku ajar nahwu dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah borg and Goll. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif yang dikumpulkan dengan cara wawancara, angket dan tes. Adapun hasilnya adalah : 1. Proses pengembangan bahan ajar dimulai dengan analisis kesalahan, perencanaan, dan pengembangan materi. Setelah itu diujikan ke ahli untuk mengetahui kebenarannya, kemudian di ujikan kepada 5 santri putri setelah itu perbaikan produk. Setelah itu diujikan kepada seluruh santri, perbaikan produk. Kemudian pre test, produk diterapkan dan post test. Materi yang dikembagkan terdiri dari 3 bab (Naibul Fail, Mubtada’ khabar da amil-amil) terdapat lima 5. Yaitu mengmati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.
Kata Kunci : Bahan ajar, nahwu, saintifik
Abstract
Nahwu is a subject related to words, their meanings, and their functions in a sentence. Nahwu is not a language itself, but rather a set of rules or guidelines that facilitates language learning. Madrasah Diniyah At-Tahdzibiyyah is one of the diniyah schools in Malang, East Java. This diniyah school is part of the Pesantren Luhur Higher Institution. The researcher observed that many female students found it difficult to learn Nahwu. Some of these female students struggled when learning Nahwu using the book commonly used, as it employs Arabic language in its entirety. Therefore, the researcher intends to develop a Nahwu teaching book with a scientific approach. This study uses research and development methods with the Borg and Gall steps. The data obtained in this study are both quantitative and qualitative, collected through interviews, questionnaires, and tests. The results are as follows: 1. The development process began with error analysis, planning, and material development. Afterward, it was tested by experts to verify its accuracy, then tested on 5 female students, followed by product revision. The product was then tested with all the students, followed by further product revision. Next, a pre-test was conducted, the product was applied, and a post-test was performed. The developed material consists of 3 chapters (Naibul Fail, Mubtada’ Khabar, and Amil-Amil) and includes five activities: observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating.
Key Word : Teaching materials, Nahwu, scientific approach.
Title: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NAHWU DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
Description:
Abstrak
Nahwu adalah pelajaran yang berhubungan dengan kata, keterangan serta fungsinya dalam sebuah kalimat.
Nahwu bukanlah bahasa, tetapi sebuah kaidah atau aturan yang akan mempermudah pembelajaran bahasa.
Madrasah diniyah At Tahdzibiyyah adalah salah satu madrasah diniyah di Kota Malang Jawa Timur.
Madrasah diniyah ini menyatu dengan Lembaga Tinggi Pesantren Luhur.
Peneliti mengamati banyak santri putri yang yang merasa kesulitan ketika mempelajari Nahwu.
Sebagian santri putri merasa kesulitan ketika belajar nahwu dengan buku yang biasa digunakan.
Karena buku tersebut menggunakan bahasa arab secara mutlak.
Maka peneliti ingin mengembangkan buku ajar nahwu dengan pendekatan saintifik.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah borg and Goll.
Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif yang dikumpulkan dengan cara wawancara, angket dan tes.
Adapun hasilnya adalah : 1.
Proses pengembangan bahan ajar dimulai dengan analisis kesalahan, perencanaan, dan pengembangan materi.
Setelah itu diujikan ke ahli untuk mengetahui kebenarannya, kemudian di ujikan kepada 5 santri putri setelah itu perbaikan produk.
Setelah itu diujikan kepada seluruh santri, perbaikan produk.
Kemudian pre test, produk diterapkan dan post test.
Materi yang dikembagkan terdiri dari 3 bab (Naibul Fail, Mubtada’ khabar da amil-amil) terdapat lima 5.
Yaitu mengmati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.
Kata Kunci : Bahan ajar, nahwu, saintifik
Abstract
Nahwu is a subject related to words, their meanings, and their functions in a sentence.
Nahwu is not a language itself, but rather a set of rules or guidelines that facilitates language learning.
Madrasah Diniyah At-Tahdzibiyyah is one of the diniyah schools in Malang, East Java.
This diniyah school is part of the Pesantren Luhur Higher Institution.
The researcher observed that many female students found it difficult to learn Nahwu.
Some of these female students struggled when learning Nahwu using the book commonly used, as it employs Arabic language in its entirety.
Therefore, the researcher intends to develop a Nahwu teaching book with a scientific approach.
This study uses research and development methods with the Borg and Gall steps.
The data obtained in this study are both quantitative and qualitative, collected through interviews, questionnaires, and tests.
The results are as follows: 1.
The development process began with error analysis, planning, and material development.
Afterward, it was tested by experts to verify its accuracy, then tested on 5 female students, followed by product revision.
The product was then tested with all the students, followed by further product revision.
Next, a pre-test was conducted, the product was applied, and a post-test was performed.
The developed material consists of 3 chapters (Naibul Fail, Mubtada’ Khabar, and Amil-Amil) and includes five activities: observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating.
Key Word : Teaching materials, Nahwu, scientific approach.
Related Results
تحديد مصطلح النحو ودور تاريخه في تطوير تعليم اللغة العربية
تحديد مصطلح النحو ودور تاريخه في تطوير تعليم اللغة العربية
كان هدف هذا البحث تكشف على سبعة مباحث، وهي تعريف علم النحو، وتحديد مصطلح النحو ومدلولاته وقسمه، ووقت وضع علم النحو، وكان وضعه عربيا محضا، أو متأثرا بغيره من ثقافات أمم أخرى غير الع...
Study Of The Basrah And Kuffah Schools In The Book Of Syarh Ibn Aqil: A Comparative Perspective
Study Of The Basrah And Kuffah Schools In The Book Of Syarh Ibn Aqil: A Comparative Perspective
The Alfiyyah book is a book of naḥwu used in various institutions in Indonesia, from Islamic boarding schools to universities. This book is recommended by many scholars, one of whi...
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Abstract:. Implementation of the 2013 Curriculum essentially sets out three main things, namely the application of integrated thematic learning, the use of scientific approaches to...
Model pembelajaran Nahwu di Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung
Model pembelajaran Nahwu di Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung
Arabic is the language used in the Qur'an and hadith which is a guide to life for a Muslim, therefore a Muslim is obliged to learn Arabic, and Arabic cannot be understood well exce...
INTEGRASI LAHAN BASAH DALAM BAHAN AJAR BIPA SEBAGAI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING
INTEGRASI LAHAN BASAH DALAM BAHAN AJAR BIPA SEBAGAI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING
Bahan ajar BIPA yang relevan dengan kehidupan mahasiswa asing merupakan kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan lahan basah kepada mahasiswa asing yang berkuliah di Kalimantan S...
Bahan Ajar Modul Berbasis Technopreneurship Pada P5 Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar
Bahan Ajar Modul Berbasis Technopreneurship Pada P5 Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar
Pembelajaran akan lebih bermakna apabila guru bisa mengajak siswa untuk praktik langsung terhadap apa yang peserta didik pelajari sebelumnya khususnya pembelajarn P5 di kurikulum m...
Inovasi Bahan Ajar Interaktif Berbasis Multimedia Untuk Pengajaran Analisis Anion
Inovasi Bahan Ajar Interaktif Berbasis Multimedia Untuk Pengajaran Analisis Anion
Kesiapan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas baik dan kompeten menghadapi perubaahan dunia dalam era revolusi industri dunia keempat harus didukung, yaitu melal...
Strategi Pengembangan Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Barat
Strategi Pengembangan Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Barat
Bahan ajar muatan lokal Bahasa sasak adalah buku sumber belajar yang di gunakan oleh guru dan siswa di SMP Negeri 3 Lingsar, dimana dalam buku bahan ajar tersebut secara tampilan c...

