Javascript must be enabled to continue!
KONSTRUKSI POSESIF DALAM BAHASA MELAYU TERNATE
View through CrossRef
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina. Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba    yang diulang. Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.
Title: KONSTRUKSI POSESIF DALAM BAHASA MELAYU TERNATE
Description:
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate.
Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina.
Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba    yang diulang.
Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.
Related Results
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
Peran Perubahan Karakter Tokoh Utama Dalam Membangun Suspense Pada Film “POSESIF”
Peran Perubahan Karakter Tokoh Utama Dalam Membangun Suspense Pada Film “POSESIF”
ABSTRAKFilm Posesif dikategorikan sebagai film romantic suspense pertama di perfilman Indonesia. Posesif menjadi salah satu dari banyak sisi kehidupan remaja yang dieksplorasi dan ...
Vitaliti Semasa Bahasa Melayu di Negara Brunei Darussalam
Vitaliti Semasa Bahasa Melayu di Negara Brunei Darussalam
Perdebatan mengenai “pertelingkahan bahasa Melayu dan bahasa Inggeris”
sentiasa wujud di alam Melayu. Walaupun bahasa Melayu merupakan bahasa rasmi/bahasa kebangsaan dan juga bahas...
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
ABSTRAK Makalah ini membincangkan usaha memartabatkan bahasa Melayu melalui pendidikan. Tujuan utama ke arah ini adalah kerana bahasa Melayu merupakan bahasa kebangsaan yang menja...
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Sejarah perkembangan tulisan Jawi sangat berkait rapat dengan penyebaran agama Islam daripada orang Parsi ke Kepulauan Melayu (Nik Hassan & Wan Zana, 2015). Tulisan Jawi dalam ...
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
Budaya sering kali dipersembahkan secara tidak seimbang dan tidak lengkap dalam pengajaran bahasa terutamanya bahasa asing. Oleh itu, Kajian ini dijalankan untuk meneroka represent...
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Masalah Fonologi Bahasa Melayu dalam Kalangan Pelajar Universiti di China
Isu berkaitan masalah fonologi dalam kalangan pelajar asing kini sering diperkatakan dalam kalangan sarjana, terutamanya dengan meningkatnya permintaan untuk mempelajari bahasa Mel...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...

