Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN KALA TATTWA

View through CrossRef
ABSTRAK Geguritan merupakan kebudayaan Hindu Bali yang mengandung banyak makna, nilai-nilai luhur serta keunikan-keunikan didalamnya. Keunikan yang terkandung pada geguritan kala tattwa sebagai hasil karya sastra mencakup aspek tattwa, etika dan kepemimpinan.   Namun banyak orang menganggap bahwa geguritan hanya sebagai karya sastra yang hanya dinyanyikan atau ditembangkan. Adapun permasalahan yang dibahas meliputi struktur geguritan kala tattwa dan nilai pendidikan pada geguritan kala tattwa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan wawancara. Setelah data terkumpul, maka akan dianalisis dengan tehnik analisis data. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan langkah-langkah mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi. Hasil yang didapat berdasarkan penelitian diantaranya, (1) Struktur geguritan kala tattwa meliputi tema, tokoh, latar dan amanat. Tema dari geguritan tersebut adalah filosofi dari upacara yajnya metatah, tokoh dari geguritan tersebut diantaranya, Dewa Siwa, Dewi Uma, Bhatara Indra, Bhatara Wisnu, Bhatara Brahma dan Detya. Latar tempat dari geguritan ini adalah samurdra dan sorga. Sedangkan amanat yang terkandung dalam geguritan ini adalah cinta kasih dan moralitas. (2) Nilai yang terkandung pada geguritan kala tattwa ini meliputi, nilai tattwa, nilai etika dan nilai niti sastra.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN KALA TATTWA
Description:
ABSTRAK Geguritan merupakan kebudayaan Hindu Bali yang mengandung banyak makna, nilai-nilai luhur serta keunikan-keunikan didalamnya.
Keunikan yang terkandung pada geguritan kala tattwa sebagai hasil karya sastra mencakup aspek tattwa, etika dan kepemimpinan.
  Namun banyak orang menganggap bahwa geguritan hanya sebagai karya sastra yang hanya dinyanyikan atau ditembangkan.
Adapun permasalahan yang dibahas meliputi struktur geguritan kala tattwa dan nilai pendidikan pada geguritan kala tattwa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan wawancara.
Setelah data terkumpul, maka akan dianalisis dengan tehnik analisis data.
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan langkah-langkah mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi.
Hasil yang didapat berdasarkan penelitian diantaranya, (1) Struktur geguritan kala tattwa meliputi tema, tokoh, latar dan amanat.
Tema dari geguritan tersebut adalah filosofi dari upacara yajnya metatah, tokoh dari geguritan tersebut diantaranya, Dewa Siwa, Dewi Uma, Bhatara Indra, Bhatara Wisnu, Bhatara Brahma dan Detya.
Latar tempat dari geguritan ini adalah samurdra dan sorga.
Sedangkan amanat yang terkandung dalam geguritan ini adalah cinta kasih dan moralitas.
(2) Nilai yang terkandung pada geguritan kala tattwa ini meliputi, nilai tattwa, nilai etika dan nilai niti sastra.

Related Results

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN BHARATA YUDHA KARANGAN KETUT PUTRU PADA UPACARA PAIBON PANDE
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN BHARATA YUDHA KARANGAN KETUT PUTRU PADA UPACARA PAIBON PANDE
Abstrak   Geguritan Bharata Yudha, sebuah karya sastra klasik Bali, merupakan sebuah epos yang tidak hanya mengisahkan pertempuran besar antara Pandawa dan Kaurawa, tetapi juga s...
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU YANG TERKANDUNG DALAM GEGURITAN LUBDAKA
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU YANG TERKANDUNG DALAM GEGURITAN LUBDAKA
<p><em>Geguritan</em><em> Lubdaka</em><em> is one of the classic literary works containing a lot of moral knowledge and religion. The teachings ...
Fungsionalisme Penanaman Tattwa Kualitas Pelaksanaan Yajña Bagi Generasi Muda Hindu Menurut Kesusastraan Dewa Tattwa
Fungsionalisme Penanaman Tattwa Kualitas Pelaksanaan Yajña Bagi Generasi Muda Hindu Menurut Kesusastraan Dewa Tattwa
The yajña routine carried out by generations of Balinese Hindus seems to be synonymous with festivity, which ultimately becomes a paradox in religious life. Therefore, the younger ...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RING GEGURITAN DEWI DURGANDHINI
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RING GEGURITAN DEWI DURGANDHINI
<p><em>Balinese literature is the result of people's thinking using Balinese language as their communication media and its contents about the social life style seen fro...

Back to Top