Javascript must be enabled to continue!
Analisis Sejarah Jam’u Al-Qur’an
View through CrossRef
Perjalanan panjang yang telah dilalui Al-Qur’an merupakan perjalanan yang setidaknya dapat melahirkan pertanyaan dan keraguan tersendiri, sehingga sebelum itu terjadi Al-Qur’an lebih dahulu menutup secara rapat ruang keraguan dalam diri ummat islam terhadap Al-Qur’an melalui Firman Allah dalamsurah al-H{ijr ayat 9 sebagai jaminan bahwa Al-Qur’an selalu dan akan selalu terjaga. Penelitian ini menggunakan penelitian liberary researc dengan pendekatan sejarah menggunakan diktat diktat sejarah dan kitab-kitab tafsir dalam mengkaji lebih lanjut sejarah jam’u Al-Qur’an. Kata jam’ sebagaimana disebutkan dalam al-Mu’jam al-Wasi>t} berarti ‘d}amma ba’d}uh ila> ba’d}ih’ (menggabungkan sebahagian ke sebahagian yang lain), yang memiliki makna jam’uhu bi alhifzi dan jam’uhu bi alkitabah yang mana berlangsung di masa hidupnya dan turunnya Al-Qur’an. Dalam penyalinan kembali Al-Qur’an, Abu> Bakar menetapkan dua pedoman. Pertama, penulisan berdasarkankan kepada sumber tulisan Al-Qur’an yang pernah ditulis pada masa Rasulullah saw. yang tersimpan di kediamannya. Kedua, penulisan berdasarkan kepada sumber hafalan para Sahabat penghafal Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan ketelitian beliau dalam menuliskan Al-Qur’an sehingga ia tidak menerima ayat yang akan dituliskannya sehingga disaksikan oleh dua orang saksi. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun yaitu pada tahun ke-13 Hijriah di bawah pengawasan Khalifah Abu> Bakar, ‘Umar bin Khat}t}a>b dan para tokoh Sahabat lainnya. Setelah sempurna, kemudian berdasarkan hasil musyawarah maka tulisan Al-Qur’an itu dinamakan Mus}h}af. Pemeliharaan al-Qur’an pasca Khalifah Us\man bin Affan. Dengan bercampurnya banyak suku selain bangsa arab, dan terjadi banyak kesalahan bacaan Al-Qur’an, maka diberilah tanda bacaan baik itu harakat maupun titik pada huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an. Yang memberikan harakat dalam al-Qur’an ialah Abu al-Aswad al-Du’aly, sedangkan yang memberikan titik ialah Nashr bin ‘Ashim dan Yahya bin Ya’mar
Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Title: Analisis Sejarah Jam’u Al-Qur’an
Description:
Perjalanan panjang yang telah dilalui Al-Qur’an merupakan perjalanan yang setidaknya dapat melahirkan pertanyaan dan keraguan tersendiri, sehingga sebelum itu terjadi Al-Qur’an lebih dahulu menutup secara rapat ruang keraguan dalam diri ummat islam terhadap Al-Qur’an melalui Firman Allah dalamsurah al-H{ijr ayat 9 sebagai jaminan bahwa Al-Qur’an selalu dan akan selalu terjaga.
Penelitian ini menggunakan penelitian liberary researc dengan pendekatan sejarah menggunakan diktat diktat sejarah dan kitab-kitab tafsir dalam mengkaji lebih lanjut sejarah jam’u Al-Qur’an.
Kata jam’ sebagaimana disebutkan dalam al-Mu’jam al-Wasi>t} berarti ‘d}amma ba’d}uh ila> ba’d}ih’ (menggabungkan sebahagian ke sebahagian yang lain), yang memiliki makna jam’uhu bi alhifzi dan jam’uhu bi alkitabah yang mana berlangsung di masa hidupnya dan turunnya Al-Qur’an.
Dalam penyalinan kembali Al-Qur’an, Abu> Bakar menetapkan dua pedoman.
Pertama, penulisan berdasarkankan kepada sumber tulisan Al-Qur’an yang pernah ditulis pada masa Rasulullah saw.
yang tersimpan di kediamannya.
Kedua, penulisan berdasarkan kepada sumber hafalan para Sahabat penghafal Al-Qur’an.
Hal ini menunjukkan ketelitian beliau dalam menuliskan Al-Qur’an sehingga ia tidak menerima ayat yang akan dituliskannya sehingga disaksikan oleh dua orang saksi.
Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun yaitu pada tahun ke-13 Hijriah di bawah pengawasan Khalifah Abu> Bakar, ‘Umar bin Khat}t}a>b dan para tokoh Sahabat lainnya.
Setelah sempurna, kemudian berdasarkan hasil musyawarah maka tulisan Al-Qur’an itu dinamakan Mus}h}af.
Pemeliharaan al-Qur’an pasca Khalifah Us\man bin Affan.
Dengan bercampurnya banyak suku selain bangsa arab, dan terjadi banyak kesalahan bacaan Al-Qur’an, maka diberilah tanda bacaan baik itu harakat maupun titik pada huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an.
Yang memberikan harakat dalam al-Qur’an ialah Abu al-Aswad al-Du’aly, sedangkan yang memberikan titik ialah Nashr bin ‘Ashim dan Yahya bin Ya’mar.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Gambaran Mikrokopik Serebelum pada Hewan Coba Postmortem
Gambaran Mikrokopik Serebelum pada Hewan Coba Postmortem
Abstract: After death, there will be cellular changes that cause definite signs of death. These changes could be used to determine the time of death. This study was aimed to determ...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt)
Abstrak. Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu mi...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan p...

