Javascript must be enabled to continue!
NAMA JULUKAN TEMPAT DI INDONESIA: ANALISIS SEMANTIS METAFORA
View through CrossRef
Pemberian nama julukan pada tempat merupakan salah satu kajian di dalam toponimi yang belum banyak disentuh oleh para linguis. Nama julukan tempat merepresentasikan citra atau karakteristik suatu tempat yang biasanya menjadi identitas yang dikenal oleh masyarakat, selain dari nama resminya. Artikel ini menjelaskan analisis metafora dari nama-nama julukan tempat di Indonesia dengan menggunakan pendekatan metafora kognitif dalam semantik yang diusung oleh Ullmann (1962). Data yang digunakan adalah delapan nama julukan tempat di Indonesia yang dikumpulkan secara acak dari berbagai artikel pada media massa daring, yaitu Serambi Mekah, Serambi Madinah, the (Last) Paradise on Earth, Negeri di Atas Awan, Si Cantik dari Pulau Rote, Jalur Tengkorak, Jalur Neraka, dan Paru-paru Dunia. Berdasarkan analisis metafora kognitif, ditemukan bahwa nama-nama julukan tempat di Indonesia dibangun melalui metafora antropomorfik, metafora abstrak ke konkret atau konkret ke abstrak, dan metafora sinestetik. Selain itu, pemberian nama julukan tempat dipicu oleh adanya kesamaan atau kedekatan antara ranah sumber dengan ranah sasaran berkaitan dengan sejarah, persepsi indrawi, fungsi, dan karakteristik
Title: NAMA JULUKAN TEMPAT DI INDONESIA: ANALISIS SEMANTIS METAFORA
Description:
Pemberian nama julukan pada tempat merupakan salah satu kajian di dalam toponimi yang belum banyak disentuh oleh para linguis.
Nama julukan tempat merepresentasikan citra atau karakteristik suatu tempat yang biasanya menjadi identitas yang dikenal oleh masyarakat, selain dari nama resminya.
Artikel ini menjelaskan analisis metafora dari nama-nama julukan tempat di Indonesia dengan menggunakan pendekatan metafora kognitif dalam semantik yang diusung oleh Ullmann (1962).
Data yang digunakan adalah delapan nama julukan tempat di Indonesia yang dikumpulkan secara acak dari berbagai artikel pada media massa daring, yaitu Serambi Mekah, Serambi Madinah, the (Last) Paradise on Earth, Negeri di Atas Awan, Si Cantik dari Pulau Rote, Jalur Tengkorak, Jalur Neraka, dan Paru-paru Dunia.
Berdasarkan analisis metafora kognitif, ditemukan bahwa nama-nama julukan tempat di Indonesia dibangun melalui metafora antropomorfik, metafora abstrak ke konkret atau konkret ke abstrak, dan metafora sinestetik.
Selain itu, pemberian nama julukan tempat dipicu oleh adanya kesamaan atau kedekatan antara ranah sumber dengan ranah sasaran berkaitan dengan sejarah, persepsi indrawi, fungsi, dan karakteristik.
Related Results
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Sistem penamaan manusia memiliki hubungan yang erat dengan budaya dan kebiasaan. Budaya masyarakat akan memengaruhi sistem penamaan manusia dari masa ke masa. Penelitian ini bertuj...
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
Metafora dalam sastra lisan merupakan bagian khazanah kekayaan kebudayaan masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan. Beragam bentuk sastra lisan masyarakat Melayu Sumatera Selatan m...
Barzanji dalam masyarakat Bugis
Barzanji dalam masyarakat Bugis
Munculnya pembacaan barzanji menjadi suatu tradisi belum dapat ditelusuri berdasarkan penanggalan secara pasti. Acuan yang berbentuk bukti tulisan yang dapat menguraikan secara rin...
Adaptasi Metafora dalam menyampaikan makna melalui Kajian Visual bagi Karya Seni Kontemporari terpilih oleh Jalaini Abu Hassan Siri Pameran ‘Re-Found Object’ dalam Konteks Sosiobudaya
Adaptasi Metafora dalam menyampaikan makna melalui Kajian Visual bagi Karya Seni Kontemporari terpilih oleh Jalaini Abu Hassan Siri Pameran ‘Re-Found Object’ dalam Konteks Sosiobudaya
Objektif utama kajian penyelidikan ini adalah untuk mengkaji serta menganalisis karya terpilih Jalaini Abu Hassan dalam siri pameran “Re-Found Object” untuk membuat interpretasi ma...
TOPONIMI DAN ASPEK PENAMAAN ASAL-USUL NAMA JALAN DI KABUPATEN TANAH LAUT
TOPONIMI DAN ASPEK PENAMAAN ASAL-USUL NAMA JALAN DI KABUPATEN TANAH LAUT
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi dan aspek penamaan asal-usul nama jalan di Kabupaten Tanah Laut berdasarkan deskripsi asal nama. Metode yang digunakan adalah desk...

