Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Barzanji dalam masyarakat Bugis

View through CrossRef
Munculnya pembacaan barzanji menjadi suatu tradisi belum dapat ditelusuri berdasarkan penanggalan secara pasti. Acuan yang berbentuk bukti tulisan yang dapat menguraikan secara rinci tentang kapan pembacaan barazanji diselenggarakan sebagai tradisi belum dapat ditentukan. Tradisi ini diperkirakan muncul pada tradisi peringatan Maulid. Tepatnya pada waktu Perang Salib sedang berkecamuk, yakni sekitar abad ke-6 Hijriah atau pada abad ke-13 Masehi.Barzanji diperlakukan sebagai bentuk seni sastra dan diperlombakan pada peringatan Maulid. Pembacaan barzanji, pada waktu itu, dimaksudkan sebagai upaya menghidupkan dan memelihara syariat Islam serta semangat juang di kalangan Muslim.Kyai Haji Farid Wajdi dalam Aminuddin (1998:2), menyebutkan bahwa barzanji adalah sejarah sosial dari kehidupan Rasulullah. Kyai Haji Farid Wajdi menambahkan bahwa sesungguhnya kitab ini bukanlah kitab tertua. Kitab tentang kehidupan sosial Rasul justru ditulis oleh Muhammad bin Ishak dan Al-Hafidh Ibn Dahiyah. Berbeda dengan Kyai Haji Farid Wajdi, Al-Allamah dalam Wahida (1999:5), ia menafsirkan bahwa barzanji bukanlah judul atau nama sebuah kitab. Barzanji tidak lain adalah nama dari satu suku, sebagaimana al-Makassar, al-Bugis, atau al-Mandar yang berdiam di Sulawesi Selatan.Penafsiran bahwa barzanji adalah nama satu suku didasarkan pada kenyataan bahwa barzanji tidak lain adalah nama satu kampung di Irak.Alasan mengapa menjadi nama satu kampung dapat menjelma menjadi nama satu kitab terletak pada kedua nenek Ja’far, yaitu Sayyid Isa dan Sayyid Musa. Kedua Sayyid ini, dengan penjelasan yang kurang memadai, dianggap pernah melarikan diri dari Irak karena diusir oleh khalifah Abbasiah yang memegang kekuasaan pada saat itu.Dalam pelarian, keduanya singgah di satu kampung barazanji dan menghabiskan malam di tempat ini. Pada malam-malam pertama, Sayyid Isa bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan agar keduanya tetap saja tinggal di tempat ini. Melalui mimpi, keduanya juga diperintahkan oleh Nabi untuk membangun masjid, sembari Nabi membuat lingkaran. Di dalam lingkaran itu diperintahkan digali karena di bawahnya terdapat air. Sejak itu, kedua Sayyid ini berdiam di tempat ini. Di tempat yang sama, banyak keturunannya ini menjadi ulama yangbergelar Al-BarazanjiBarzanji ialah suatu doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan Maulid Nabi Muhammad saw.Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya, yaitu Syekh Ja’far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj.Karya tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya Kalung Permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.
Center for Open Science
Title: Barzanji dalam masyarakat Bugis
Description:
Munculnya pembacaan barzanji menjadi suatu tradisi belum dapat ditelusuri berdasarkan penanggalan secara pasti.
Acuan yang berbentuk bukti tulisan yang dapat menguraikan secara rinci tentang kapan pembacaan barazanji diselenggarakan sebagai tradisi belum dapat ditentukan.
Tradisi ini diperkirakan muncul pada tradisi peringatan Maulid.
Tepatnya pada waktu Perang Salib sedang berkecamuk, yakni sekitar abad ke-6 Hijriah atau pada abad ke-13 Masehi.
Barzanji diperlakukan sebagai bentuk seni sastra dan diperlombakan pada peringatan Maulid.
Pembacaan barzanji, pada waktu itu, dimaksudkan sebagai upaya menghidupkan dan memelihara syariat Islam serta semangat juang di kalangan Muslim.
Kyai Haji Farid Wajdi dalam Aminuddin (1998:2), menyebutkan bahwa barzanji adalah sejarah sosial dari kehidupan Rasulullah.
Kyai Haji Farid Wajdi menambahkan bahwa sesungguhnya kitab ini bukanlah kitab tertua.
Kitab tentang kehidupan sosial Rasul justru ditulis oleh Muhammad bin Ishak dan Al-Hafidh Ibn Dahiyah.
Berbeda dengan Kyai Haji Farid Wajdi, Al-Allamah dalam Wahida (1999:5), ia menafsirkan bahwa barzanji bukanlah judul atau nama sebuah kitab.
Barzanji tidak lain adalah nama dari satu suku, sebagaimana al-Makassar, al-Bugis, atau al-Mandar yang berdiam di Sulawesi Selatan.
Penafsiran bahwa barzanji adalah nama satu suku didasarkan pada kenyataan bahwa barzanji tidak lain adalah nama satu kampung di Irak.
Alasan mengapa menjadi nama satu kampung dapat menjelma menjadi nama satu kitab terletak pada kedua nenek Ja’far, yaitu Sayyid Isa dan Sayyid Musa.
Kedua Sayyid ini, dengan penjelasan yang kurang memadai, dianggap pernah melarikan diri dari Irak karena diusir oleh khalifah Abbasiah yang memegang kekuasaan pada saat itu.
Dalam pelarian, keduanya singgah di satu kampung barazanji dan menghabiskan malam di tempat ini.
Pada malam-malam pertama, Sayyid Isa bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan agar keduanya tetap saja tinggal di tempat ini.
Melalui mimpi, keduanya juga diperintahkan oleh Nabi untuk membangun masjid, sembari Nabi membuat lingkaran.
Di dalam lingkaran itu diperintahkan digali karena di bawahnya terdapat air.
Sejak itu, kedua Sayyid ini berdiam di tempat ini.
Di tempat yang sama, banyak keturunannya ini menjadi ulama yangbergelar Al-BarazanjiBarzanji ialah suatu doa-doa, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan Maulid Nabi Muhammad saw.
Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya, yaitu Syekh Ja’far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim.
Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766.
Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj.
Karya tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya Kalung Permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Related Results

SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...
Bentuk Melodi Sholawat Al-Jannatu Pada Barzanji Di Aceh Selatan
Bentuk Melodi Sholawat Al-Jannatu Pada Barzanji Di Aceh Selatan
Penggunaan kesenian barzanji ini sering kita temui pada acara-acara sakral umat muslim. Di Kabupaten Aceh Selatan, pertunjukan barzanji masih sering kita temui di berbagai hajatan....
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM KITAB AL BARZANJI KARYA SYAIKH JA’FAR AL BARZANJI
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM KITAB AL BARZANJI KARYA SYAIKH JA’FAR AL BARZANJI
The research discusses the education of faith in the book of Al Barzanji by Sheikh Ja'far Al Barzanji, as well as its relevance to the current context. Kitab Al-Barzanji is a praye...
“Barzanji Bugis” dalam Peringatan Maulid: Studi Living Hadis di Masyarakat Bugis, Soppeng, Sul-Sel
“Barzanji Bugis” dalam Peringatan Maulid: Studi Living Hadis di Masyarakat Bugis, Soppeng, Sul-Sel
Prior to reading this paper, it is important to realize that hadis as source of islamic teachings has been expressed on cultural varieties. This aims to explore how the Bugis socie...
Pelatihan Kemampuan Berbahasa Bugis di Kalangan Warga Malaysia Keturunan Bugis Di Johor- Malaysia
Pelatihan Kemampuan Berbahasa Bugis di Kalangan Warga Malaysia Keturunan Bugis Di Johor- Malaysia
Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Bugis di kalangan masyarakat Malaysia keturunan Bugis, khususnya yang berdomisili di Johor. Kegiata...
Rumah Bugis sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya Masyarakat Bugis di Desa Kemojan Karimunjawa
Rumah Bugis sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya Masyarakat Bugis di Desa Kemojan Karimunjawa
This paper examines the Bugis house in the Kemojan Village of Karimunjawa as a form of cultural retention of the Bugis people. The efforts of the Bugis community of Kemojan Karimun...
Alteration of Bugis Traditional Architecture in Coastal Area in Cungkeng Village, Bandar Lampung
Alteration of Bugis Traditional Architecture in Coastal Area in Cungkeng Village, Bandar Lampung
Abstract Cungkeng is a coastal village located in Bandar Lampung. In this area, there are traditional forms of Bugis’ houses arising from the presence of migrants of...

Back to Top