Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Klasifikasi Sentimen Masyarakat terhadap Presiden Indonesia Menggunakan Metode Naive Bayes

View through CrossRef
Abstract. Social media platform X has become an important platform for expressing public opinion, particularly in the political context, including the 2024 Presidential Election in Indonesia. This study analyzes public sentiment toward the elected presidential pair, Prabowo Subianto and Gibran Rakabuming Raka, using the Naive Bayes algorithm. Research data was obtained through a scraping process on social media X, covering 1,478 tweets relevant to the research topic. The analysis process began with text preprocessing, which included cleansing, stemming, tokenizing, and stopword removal, followed by sentiment labeling into three categories: positive, neutral, and negative. The Naive Bayes algorithm was chosen for its simplicity, efficiency in processing large datasets, and ability to provide reliable results despite the assumption of feature independence. Additionally, the SMOTE method was applied to address data imbalance. The research results show that positive sentiment dominates with a percentage of 43.30%, followed by neutral sentiment at 36.47%, and negative sentiment at 20.23%. The application of SMOTE improved the algorithm's accuracy from 55.41% to 75.52%. These findings confirm that the Naive Bayes algorithm, with the support of data balancing techniques, is capable of providing reliable results in large-scale sentiment analysis. This research makes an important contribution to understanding public opinion on social media and serves as a guide in designing evidence-based policies. Abstrak. Media sosial X telah menjadi platform penting untuk mengekspresikan opini publik, khususnya dalam konteks politik, termasuk Pemilihan Presiden 2024 di Indonesia. Penelitian ini menganalisis sentimen masyarakat terhadap pasangan presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dengan menggunakan algoritma Naive Bayes. Data penelitian diperoleh melalui proses scrapping pada media sosial X, mencakup 1.478 cuitan yang relevan dengan topik penelitian. Proses analisis dimulai dari text preprocessing yang meliputi cleansing, stemming, tokenizing, dan stopword removal, diikuti oleh pelabelan sentimen menjadi tiga kategori: positif, netral, dan negatif. Algoritma Naive Bayes dipilih karena keunggulannya dalam kesederhanaan, efisiensi pemrosesan data besar, dan kemampuannya memberikan hasil yang andal meskipun dengan asumsi independensi antarfitur. Selain itu, metode SMOTE diterapkan untuk mengatasi ketidakseimbangan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif mendominasi dengan persentase 43,30%, diikuti sentimen netral sebesar 36,47%, dan sentimen negatif sebesar 20,23%. Penerapan SMOTE meningkatkan akurasi algoritma dari 55,41% menjadi 75,52%. Temuan ini menegaskan bahwa algoritma Naive Bayes, dengan dukungan teknik penyeimbangan data, mampu memberikan hasil yang andal dalam analisis sentimen volume data besar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami opini publik di media sosial serta menjadi panduan dalam merancang kebijakan berbasis data yang lebih responsif.
Title: Klasifikasi Sentimen Masyarakat terhadap Presiden Indonesia Menggunakan Metode Naive Bayes
Description:
Abstract.
Social media platform X has become an important platform for expressing public opinion, particularly in the political context, including the 2024 Presidential Election in Indonesia.
This study analyzes public sentiment toward the elected presidential pair, Prabowo Subianto and Gibran Rakabuming Raka, using the Naive Bayes algorithm.
Research data was obtained through a scraping process on social media X, covering 1,478 tweets relevant to the research topic.
The analysis process began with text preprocessing, which included cleansing, stemming, tokenizing, and stopword removal, followed by sentiment labeling into three categories: positive, neutral, and negative.
The Naive Bayes algorithm was chosen for its simplicity, efficiency in processing large datasets, and ability to provide reliable results despite the assumption of feature independence.
Additionally, the SMOTE method was applied to address data imbalance.
The research results show that positive sentiment dominates with a percentage of 43.
30%, followed by neutral sentiment at 36.
47%, and negative sentiment at 20.
23%.
The application of SMOTE improved the algorithm's accuracy from 55.
41% to 75.
52%.
These findings confirm that the Naive Bayes algorithm, with the support of data balancing techniques, is capable of providing reliable results in large-scale sentiment analysis.
This research makes an important contribution to understanding public opinion on social media and serves as a guide in designing evidence-based policies.
Abstrak.
Media sosial X telah menjadi platform penting untuk mengekspresikan opini publik, khususnya dalam konteks politik, termasuk Pemilihan Presiden 2024 di Indonesia.
Penelitian ini menganalisis sentimen masyarakat terhadap pasangan presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dengan menggunakan algoritma Naive Bayes.
Data penelitian diperoleh melalui proses scrapping pada media sosial X, mencakup 1.
478 cuitan yang relevan dengan topik penelitian.
Proses analisis dimulai dari text preprocessing yang meliputi cleansing, stemming, tokenizing, dan stopword removal, diikuti oleh pelabelan sentimen menjadi tiga kategori: positif, netral, dan negatif.
Algoritma Naive Bayes dipilih karena keunggulannya dalam kesederhanaan, efisiensi pemrosesan data besar, dan kemampuannya memberikan hasil yang andal meskipun dengan asumsi independensi antarfitur.
Selain itu, metode SMOTE diterapkan untuk mengatasi ketidakseimbangan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif mendominasi dengan persentase 43,30%, diikuti sentimen netral sebesar 36,47%, dan sentimen negatif sebesar 20,23%.
Penerapan SMOTE meningkatkan akurasi algoritma dari 55,41% menjadi 75,52%.
Temuan ini menegaskan bahwa algoritma Naive Bayes, dengan dukungan teknik penyeimbangan data, mampu memberikan hasil yang andal dalam analisis sentimen volume data besar.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami opini publik di media sosial serta menjadi panduan dalam merancang kebijakan berbasis data yang lebih responsif.

Related Results

A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
ABSTRACT The research aimed to identify and collect issues discussed regarding Islamic banking from user activity, sentimen, and content on Twitter. This study used a qualitative a...
Analisis Sentimen Berdasarkan Hasil Review Lokasi Google Map Menggunakan Natural Language Toolkit TextBlob dan Naïve Bayes
Analisis Sentimen Berdasarkan Hasil Review Lokasi Google Map Menggunakan Natural Language Toolkit TextBlob dan Naïve Bayes
Metode analisa sentimen adalah metode yang digunakan untuk memberikan pemahaman tentang perasaan atau opini yang terkandung dalam suatu teks. Seiring dengan perkembangan teknologi ...
A Sentiment Analysis: History of Islamic Economic Thought
A Sentiment Analysis: History of Islamic Economic Thought
This study reviews the history of Islamic economic thought research in Islamic economics and finance. It uses descriptive statistical analysis based on selected 125 article publica...
Analisis Sentimen Komentar YouTube pada Video Terkait Insiden Pengemudi Ojek Online dan Anggota Brimob Menggunakan Algoritma Naive
Analisis Sentimen Komentar YouTube pada Video Terkait Insiden Pengemudi Ojek Online dan Anggota Brimob Menggunakan Algoritma Naive
Media sosial telah menjadi ruang ekspresi publik yang dinamis, di mana masyarakat menyampaikan opini terhadap berbagai peristiwa aktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis...
Analisis Sentimen Pembelajaran Daring Era Pandemi COVID-19 Menggunakan Naive Bayes Dan SVM
Analisis Sentimen Pembelajaran Daring Era Pandemi COVID-19 Menggunakan Naive Bayes Dan SVM
Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia memberikan pengaruh yang signifikan di seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali pendidikan. Dalam upaya mengurangi tingkat penyebaran virus ...
Komunikasi Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia Melalui Unggahan Foto Kegiatan Presiden Dalam Mencegah Berita Hoax
Komunikasi Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia Melalui Unggahan Foto Kegiatan Presiden Dalam Mencegah Berita Hoax
Abstract. A government institution in Indonesia has its own functions and functions, all of which help develop the Vision and Mission as well as the Goals to be achieved by the Pre...
Analisis Sentimen Media Sosial Terhadap Calon Pilkada 2024 Dengan Metode Naïve Bayes
Analisis Sentimen Media Sosial Terhadap Calon Pilkada 2024 Dengan Metode Naïve Bayes
Menjelang Pilkada Indonesia 2024, polarisasi politik dan sentimen masyarakat menjadi isu penting yang dianalisis melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi m...

Back to Top