Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KONTRASTIF ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS BERDASARKAN CIRI SEMANTIS DAN CIRI SINTAKSIS

View through CrossRef
Abstrak Analisis kontrastif pada dasarnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai persamaan dan perbedaan dari bagian tertentu dalam B1 dan B2. Fokus dari kajian analisis kontrastif berikut ini adalah membandingkan adjektiva bahasa Indonesia dan bahasa Inggris berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis. Kajian ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil perbandingan dapat diketahui bahwa adjektiva kedua bahasa mempunyai fungsi yang sama yaitu menggambarkan atau memberi makna khusus kepada nomina dan pronomina serta dapat berfungsi atributif dan predikatif. Perbedaan antara kedua adjektiva ini adalah pada posisi adjektiva dalam frasa nominal, urutan adjektiva ketika digunakan secara bersamaan dalam satu frasa nominal, fungsi predikatif sebagai pelengkap subjek, dan penggunaan verba tertentu sebelum adjektiva bahasa Inggris dalam posisi predikatif yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Hal-hal yang mungkin menjadi masalah bagi pemelajar ketika menggunakan adjektiva bahasa Inggris adalah penentuan jenis adjektiva secara tepat agar dapat ditempatkan pada urutan yang benar dalam frasa, perbedaan makna adjektiva yang diakhiri –ing dan –ed, perbedaan makna beberapa adjektiva tertentu bila ditempatkan pada posisi atributif dan posisi predikatif, kekhususan beberapa adjektiva yang hanya dapat bersifat atributif atau predikatif, perbedaan posisi adjektiva atributif, dan kemungkinan pengabaian penggunaan linking verb be karena interferensi B1 dan karena ketiadaan padanan verba tersebut dalam sistem bahasa Indonesia. Dengan mengetahui persamaan dan perbedaan kedua adjektiva berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis maka pemelajar dapat memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai cara menggunakan adjektiva bahasa Inggris secara benar dalam membuat kalimat. Bagi pengajar bahasa Inggris kajian ini dapat menjadi masukan bagi pengajaran adjektiva dan penyusunan materi pembelajaran yang lebih baik.   Kata kunci : analisis kontrastif, ciri semantis, ciri sintaksis   Abstract The purpose of doing a contrastive analysis is to get a whole picture of the similarities and differences of a specific aspect of L1 and L2. Therefore this qualitative study which used the content analysis method focuses on comparing the English and Indonesian adjectives based on their semantic and syntactic features. The findings revealed that both adjectives modify nouns or pronouns and, therefore, can be attributive and predicative. The differences between them include the position of the adjective in a noun phrase, the order of adjectives when used together in a noun phrase, the function of predicative adjectives as a subject complement, and the use of a certain verb before an English adjective in a predicative position which does not exist in Indonesian. Problems that may arise when using the English adjectives are determining the type of description the adjectives provide to place them in the correct order in a noun phrase, the different meaning of participle adjectives, the different meaning of certain adjectives when placed in attributive and predicative positions. The specificity of some adjectives, which can only be attributive or predicative, different positions of attributive adjectives, and the possibility of neglecting the use of the linking verb are due to L1 interference and the absence of be equivalent in the Indonesian language system. This contrastive study will provide learners with a better description of how to use the English adjective correctly in a sentence. It may provide inputs for teachers in teaching the English adjective better and developing better learning material.   Keywords: contrastive analysis, semantic features, syntactic features
Title: ANALISIS KONTRASTIF ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS BERDASARKAN CIRI SEMANTIS DAN CIRI SINTAKSIS
Description:
Abstrak Analisis kontrastif pada dasarnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai persamaan dan perbedaan dari bagian tertentu dalam B1 dan B2.
Fokus dari kajian analisis kontrastif berikut ini adalah membandingkan adjektiva bahasa Indonesia dan bahasa Inggris berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis.
Kajian ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan metode analisis isi.
Berdasarkan hasil perbandingan dapat diketahui bahwa adjektiva kedua bahasa mempunyai fungsi yang sama yaitu menggambarkan atau memberi makna khusus kepada nomina dan pronomina serta dapat berfungsi atributif dan predikatif.
Perbedaan antara kedua adjektiva ini adalah pada posisi adjektiva dalam frasa nominal, urutan adjektiva ketika digunakan secara bersamaan dalam satu frasa nominal, fungsi predikatif sebagai pelengkap subjek, dan penggunaan verba tertentu sebelum adjektiva bahasa Inggris dalam posisi predikatif yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.
Hal-hal yang mungkin menjadi masalah bagi pemelajar ketika menggunakan adjektiva bahasa Inggris adalah penentuan jenis adjektiva secara tepat agar dapat ditempatkan pada urutan yang benar dalam frasa, perbedaan makna adjektiva yang diakhiri –ing dan –ed, perbedaan makna beberapa adjektiva tertentu bila ditempatkan pada posisi atributif dan posisi predikatif, kekhususan beberapa adjektiva yang hanya dapat bersifat atributif atau predikatif, perbedaan posisi adjektiva atributif, dan kemungkinan pengabaian penggunaan linking verb be karena interferensi B1 dan karena ketiadaan padanan verba tersebut dalam sistem bahasa Indonesia.
Dengan mengetahui persamaan dan perbedaan kedua adjektiva berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis maka pemelajar dapat memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai cara menggunakan adjektiva bahasa Inggris secara benar dalam membuat kalimat.
Bagi pengajar bahasa Inggris kajian ini dapat menjadi masukan bagi pengajaran adjektiva dan penyusunan materi pembelajaran yang lebih baik.
  Kata kunci : analisis kontrastif, ciri semantis, ciri sintaksis   Abstract The purpose of doing a contrastive analysis is to get a whole picture of the similarities and differences of a specific aspect of L1 and L2.
Therefore this qualitative study which used the content analysis method focuses on comparing the English and Indonesian adjectives based on their semantic and syntactic features.
The findings revealed that both adjectives modify nouns or pronouns and, therefore, can be attributive and predicative.
The differences between them include the position of the adjective in a noun phrase, the order of adjectives when used together in a noun phrase, the function of predicative adjectives as a subject complement, and the use of a certain verb before an English adjective in a predicative position which does not exist in Indonesian.
Problems that may arise when using the English adjectives are determining the type of description the adjectives provide to place them in the correct order in a noun phrase, the different meaning of participle adjectives, the different meaning of certain adjectives when placed in attributive and predicative positions.
The specificity of some adjectives, which can only be attributive or predicative, different positions of attributive adjectives, and the possibility of neglecting the use of the linking verb are due to L1 interference and the absence of be equivalent in the Indonesian language system.
This contrastive study will provide learners with a better description of how to use the English adjective correctly in a sentence.
It may provide inputs for teachers in teaching the English adjective better and developing better learning material.
  Keywords: contrastive analysis, semantic features, syntactic features.

Related Results

Prototipe Semantis Adjektiva Bahasa Indonesia: Kendala Dan Keunikannya
Prototipe Semantis Adjektiva Bahasa Indonesia: Kendala Dan Keunikannya
Bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa nasional yang menjadi bahasa nasional, selain digunakan sebagai bahasa sehari-hari, juga menjadi bahan penelitian bahasa yang tidak habis-habis...
ADJEKTIVA BERMAKNA RUANG DALAM BAHASA RUSIA
ADJEKTIVA BERMAKNA RUANG DALAM BAHASA RUSIA
Dalam bahasa Rusia terdapat adjektiva yang menyatakan makna ruang atau tempat, yakni berupa lokasi dan arah. Adjektiva demikian berbeda secara morfologis, sintaktis, dan semantis d...
PELESAPAN FUNGSI SINTAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA
PELESAPAN FUNGSI SINTAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis fungsi sintaksis yang dilesapkan dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kategori sintaksis yang menjadi ...
Analisis Sintaksis pada Cerpen Ompu Halto karya Trimanto B. Ngaderi
Analisis Sintaksis pada Cerpen Ompu Halto karya Trimanto B. Ngaderi
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Sintaksis pada Cerpen Ompu Halto Karya Trimanto B. Ngaderi” yang bertujuan untuk mengkaji struktur kalimat, fungsi sintaksis, serta hubun...
SISTEM INVERSI DALAM BAHASA INGGRIS
SISTEM INVERSI DALAM BAHASA INGGRIS
Penelitian ini membahas masalah-masalah pokok yang terkait dengan struktur inversi dalam bahasa inggris yaitu: 1. Ada berapa jenis inversi?, 2. Kalimat-kalimat yang bagaimana yang ...
MOTIVASI DAN SIKAP BAHASA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNDIKSHA
MOTIVASI DAN SIKAP BAHASA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNDIKSHA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi motivasi dan sikap bahasa mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha terhadap bahasa Ing...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) SD GMIM BOYONGPANTE
PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) SD GMIM BOYONGPANTE
Keberlangsungan suatu bangsa bergantung pada generasi penerusnya. Generasi muda yang berkualitas dan memiliki daya saing merupakan salah satu kunci keberhasilan bangsa. Namun demik...

Back to Top