Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA
View through CrossRef
Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica. Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji. Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.
LPPM Universitas Al Asyariah Mandar
Title: KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA
Description:
Jewawut (Setaria italica L.
) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica.
Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji.
Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif.
Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.
Related Results
Pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung jewawut (Setaria italica L.) terhadap sifat organoleptik, sifat fisik dan karotenoid donat labu kuning
Pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung jewawut (Setaria italica L.) terhadap sifat organoleptik, sifat fisik dan karotenoid donat labu kuning
Donat adalah salah satu jenis makanan yang memiliki lubang ditengah atau tanpa lubang dengan bahan yang terbuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega atau margarin. Je...
POTENSI PENGEMBANGAN HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) DAN JEWAWUT (Setaria italica) MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL / Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) and Millet (Setaria italica) Development Potential to Support Local Food Diversification
POTENSI PENGEMBANGAN HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) DAN JEWAWUT (Setaria italica) MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL / Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) and Millet (Setaria italica) Development Potential to Support Local Food Diversification
<p>The benefits of hanjeli grain are that they include protein 14.8 g/ 100 g, fat 4.g/100 g and Fe minerals 6 mg/100 g, whereas millet seeds contain protein 12.0 mg/100 g, di...
Kualitas Nutrisi Rumput Setaria spachaellata yang Dipanen Berdasarkan Interval Pemotongan
Kualitas Nutrisi Rumput Setaria spachaellata yang Dipanen Berdasarkan Interval Pemotongan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrisi rumput Setaria spacellata yang dipanen berdasarkan interval pemotongan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di La...
RESPON PERTUMBUHAN RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) YANG DIBERI PUPUK KOTORAN SATWA KUSKUS PADA DEFOLIASI KEDUA
RESPON PERTUMBUHAN RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) YANG DIBERI PUPUK KOTORAN SATWA KUSKUS PADA DEFOLIASI KEDUA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan rumput setaria (Setaria sphacelata)yang diberikan pupuk kotoran satwa kuskus asal penangkaran pada defoliasi kedua. Pen...
Molecular Genetic and Taxonomical Relationship among Selected Setaria Species using Inter Simple Sequence Repeat (ISSR's) and Microsatellite (SSRs) Markers
Molecular Genetic and Taxonomical Relationship among Selected Setaria Species using Inter Simple Sequence Repeat (ISSR's) and Microsatellite (SSRs) Markers
Abstract
Foxtail millet is small diploid (2n = 2x = 18), one of the oldest domesticated, self-compatible, C4 Panicoid cereal grains in Eurasia. Change in climatic condition...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract
Advisory Committee
Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
KARAKTERISTIK SEREAL FLAKES TEPUNG PRA-MASAK JEWAWUT, TAPIOKA, KACANG TUNGGAK, DAN IKAN LELE SEBAGAI SARAPAN SEHAT
KARAKTERISTIK SEREAL FLAKES TEPUNG PRA-MASAK JEWAWUT, TAPIOKA, KACANG TUNGGAK, DAN IKAN LELE SEBAGAI SARAPAN SEHAT
Flakes merupakan makanan siap saji yang berpotensi sebagai alternatif menu sarapan yang dapat memenuhi kebutuhan kalori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlak...
Harnessing Setaria as a Model for C4 Plant Adaptation to Abiotic Stress
Harnessing Setaria as a Model for C4 Plant Adaptation to Abiotic Stress
Climate change and the resulting abiotic stresses that emerge due to anthropogenic activities are the main causes of agricultural losses worldwide. Abiotic stresses such as water s...

